Ringkasan Berita
- Pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 5,43 poin atau 0,07% ke level 7.970,46 di pasar spot.
- Sebanyak 272 saham naik, 107 saham turun dan 211 saham stagnan.
- Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang naik 1,32%, sektor kesehatan naik 0,94% dan sek…
Topikseru.com – Pada awal perdagangan Rabu (17/9/2025). Pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 5,43 poin atau 0,07% ke level 7.970,46 di pasar spot.
Sebanyak 272 saham naik, 107 saham turun dan 211 saham stagnan.
Tujuh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan empat indeks sektoral lainnya masuk zona merah.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor teknologi yang naik 1,32%, sektor kesehatan naik 0,94% dan sektor energi yang naik 0,36%.
Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor properti yang turun 0,29%, sektor infrastruktur yang turun 0,27% dan sektor barang baku turun 0,14%.
Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,25 miliar saham dengan total nilai Rp 883,19 miliar.
Top gainers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) (2,15%)
2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (1,56%)
3. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) (1,32%)
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) (-2,12%)
2. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) (-1,75%)
3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (-1,39%)
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana: IHSG Bakal Menguat Dipengaruhi RDG Bank Indonesia
Pada perdagangan Selasa (16/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 20,57 poin atau 0,26% ke level 7.957,70 di pasar spot.
Menanggapi hal tersebut, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, IHSG bergerak cukup volatile di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Hal ini disebabkan aksi profit taking mengingat IHSG terus menguat dalam lima hari terakhir.
Bursa Asia yang mayoritas menguat juga mempengaruhi IHSG. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang bilang, mayoritas indeks di bursa Asia ditutup menguat yang dipicu pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengatakan negosiasi dagang AS-Tiongkok di Madrid berjalan dengan baik.
Hal ini turut didorong kesepakatan kerangka kerja divestasi saham aplikasi TikTok ke AS, yang akan dikonfirmasi dengan panggilan telepon antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada Jumat (19/9/2025) nanti.
“Sementara itu, indeks futures di Wall Street bergerak flat setelah Senat AS mengonfirmasi Stephen Miran, pilihan Presiden Trump, untuk bergabung dalam The Fed, sehari sebelum The Fed melakukan pertemuan untuk membahas kebijakan moneternya,” jelas Alrich.
Tak lupa, harga emas yang mencapai rekor tertinggi baru juga turut memengaruhi penguatan IHSG.
Secara teknikal, lanjut Alrich, histogram negatif MACD kembali mengecil dan Stochastic RSI bergerak di area pivot. IHSG masih bertahan di atas level MA20 dan ditutup di atas level resistance 7950.
Ia memperkirakan, IHSG berpeluang bergerak pada kisaran support 7.850 dan resistance 8.020 pada Rabu (17/9/2025).
Sementara. Herditya memprediksi, IHSG akan bergerak di level support 7.891 dan resistance 8.000.
Sentimennya, menurut Herditya, investor masih menanti hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) mengenai suku bunga acuan.
Harap-harap cemas ini juga berbarengan dengan arah suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve yang akan berlangsung besok.
Dari global, Alrich menimpali, investor akan mencermati data inflasi Inggris bulan Agustus 2025 yang diperkirakan stabil pada kisaran 3,8% YoY, yang merupakan level tertinggi sejak Januari 2024.
Adapun untuk inflasi inti Agustus diperkirakan turun menjadi 3,6% YoY dari 3,8% YoY di Juli yang merupakan level tertinggi sejak April 2025.
Dari domestik, investor akan menantikan dirilisnya data pertumbuhan kredit Agustus 2025 yang diperkirakan membaik menjadi 7,25% dari 7,03% bulan sebelumnya.
Alrich merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Medco Energi International Tbk (MEDC), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) untuk dicermati pada Rabu (17/9/2025).
Sementara itu, rekomendasi Herditya jatuh pada saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) di rentang support Rp 1.850 dan resistance Rp 1.890, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 242 dan Rp 252, dan PT Homeco Victoria Makmur (LIVE) Rp 284 Rp 292.













