Ringkasan Berita
- Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,48%.
- Seperti diketahui, The Fed akhirnya memangkas suku bunga acuan 25 basis point (bps) menjadi di kisaran 4%-4,25%, sepe…
- Di Asia, sebagian besar mata uang melemah terhadap dolar AS pagi ini.
Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis (18/9/2025) rupiah spot melemah berada di level Rp 16.475 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,23% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.437 per dolar AS.
Di Asia, sebagian besar mata uang melemah terhadap dolar AS pagi ini. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,48%.
Pesso Filipina melemah 0,31%, rupiah melemah 0,23%, ringgit Malaysia melemah 0,17%, dolar Taiwan melemah 0,11%, yuan China melemah 0,09%, dolar Singapura melemah 0,06%, dan yen Jepang melemah 0,02%.
Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand menguat 0,06% dan dolar Hong Kong menguat 0,02%.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 97,04, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 96,87.
HFX International Berjangka: Rupiah Spot akan Bergerak Fluktuatif Namun Berpotensi Menguat
Pada perdagangan hari ini (18/9/2025) rupiah diproyeksi lanjut menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sekedar mengingatkan, rupiah di pasar spot ditutup menguat tipis 0,02% secara harian ke Rp 16.437 per dolar AS pada Rabu (17/9/2025).
Menanggapi hal tersebut, Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, rupiah akan tetap berada di jalur penguatan, terutama setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) menjadi 4,75% pada Rabu (17/9/2025).
Keputusan ini, meskipun bisa memicu pelemahan jangka pendek, secara umum dipandang positif oleh pasar karena mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.
“Rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi menguat,” ujar Sutopo.
Sutopo menambahkan, sentimen utama yang paling dinanti adalah hasil dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dan pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Seperti diketahui, The Fed akhirnya memangkas suku bunga acuan 25 basis point (bps) menjadi di kisaran 4%-4,25%, seperti yang diharapkan pasar.
Sentimen ini akan memberikan dorongan kuat bagi penguatan rupiah, karena dolar AS akan kehilangan daya tariknya sebagai mata uang safe-haven.
Selain penurunan suku bunga, Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, investor juga akan mencermati proyeksi ekonomi terbaru The Fed dan dot plot.
Setelah itu pasar akan mencermati konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell untuk mendapatkan petunjuk tentang seberapa jauh dan seberapa cepat siklus pelonggaran dapat berlanjut.
Sutopo memproyeksikan, bergerak di kisaran Rp 16.400 – Rp 16.500 per dolar AS pada hari ini (18/9/2025).
Sementara Ibrahim memperkirakan, rupiah bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp 16.390 – Rp 16.440 per dolar AS.













