BursaEkonomi dan Bisnis

Daftar Harga Kripto Berada di Zona Merah di Perdagangan Kamis, (18/9/2025): Bitcoin Turun Tipis 0,35% dan Ethereum Naik 2,28%

×

Daftar Harga Kripto Berada di Zona Merah di Perdagangan Kamis, (18/9/2025): Bitcoin Turun Tipis 0,35% dan Ethereum Naik 2,28%

Sebarkan artikel ini
Kripto
harga kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam di mana mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona hijau.

Ringkasan Berita

  • Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali melemah.
  • Bitcoin turun tipis 0,35 persen dalam 24 jam, tetapi masih mengaut 2,12 persen sepekan.
  • Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 75,6 juta per koin.

Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis, (18/9/2025) harga kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang beragam di mana mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona hijau.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali melemah. Bitcoin turun tipis 0,35 persen dalam 24 jam, tetapi masih mengaut 2,12 persen sepekan.

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 116.418 per koin atau setara Rp 1,91 miliar (asumsi kurs Rp 16.451 per dolar AS).

Ethereum (ETH) masih menguat. ETH naik 2,28 persen sehari terakhir dan 5,72 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 75,6 juta per koin.

Harga kripto hari ini yakni Binance coin (BNB) kembali menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB tumbuh 3,75 persen dan 10,93 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 16,2 juta per koin.

Kemudian Cardano (ADA) masih berada di zona hijau. ADA menguat 4,14 persen dalam sehari dan 3,38 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 15.048 per koin.

XRP kembali berada di zona hijau. XRP menguat 1,86 persen dalam sehari terakhir dan 3,60 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 50.799 per koin.

Koin Meme Dogecoin (DOGE) turut menguat. Dalam satu hari terakhir DOGE naik 4,92 persen dan 115,42 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 4,648 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di level USD 1,00, keduanya sama-sama melemah masing-masing 0,26 dan 0,23 persen.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 4,08 triliun atau setara Rp 66.464 triliun, menguat sekitar 0,78 persen dalam sehari terakhir.

Baca Juga  Harga Bitcoin Naik Tipis 0,12% Bertengger di Kisaran USD109.935 Per Koin

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan mengenai perintah penyitaan 187 dompet kripto yang diduga milik Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC.

Mengutip Yahoo Finance, Selasa (16/9/2025), dalam dokumen yang merinci perintah penyitaan tersebut, Biro Nasional Anti Pendanaan Terorisme (NBCTF) Kementerian Pertahanan Israel yakin dompet kripto” dalam daftar tersebut adalah milik IRGC dan “digunakan untuk melakukan kejahatan teror berat.”

IRGC dikenai sanksi sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Israel, di antara negara-negara lainnya.

Menurut perusahaan pemantau blockchain Elliptic, dompet-dompet yang disebutkan namanya tersebut telah menerima USD 1,5 miliar atau Rp 24,57 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.381) dari waktu ke waktu dalam bentuk stablecoin USDT milik Tether.

Salah satu pendiri dan kepala ilmuwan Elliptic, Tom Robinson, mengatakan perusahaan tidak dapat memastikan apakah dompet-dompet tersebut memang milik IRGC.

Robinson juga mengatakan dompet-dompet tersebut saat ini hanya berisi USD 1,5 juta atau Rp 24,57 miliar, sebagian kecil dari dana yang telah mengalir melalui dompet-dompet tersebut hingga saat ini.

Kementerian Pertahanan Israel tidak menanggapi permintaan komentar dari TechCrunch, menanyakan bagaimana mereka dapat memastikan 187 dompet tersebut terhubung dengan IRGC.

Dalam sebuah postingan blog, Elliptic mengatakan “beberapa alamat mungkin dikendalikan oleh layanan mata uang kripto dan bisa menjadi bagian dari infrastruktur dompet yang digunakan untuk memfasilitasi transaksi bagi banyak pelanggan.”

Direktur Miaan Group, sebuah lembaga nirlaba yang berfokus pada Iran, Amir Rashidi mengatakan, Israel mungkin menemukan informasi tentang dompet-dompet ini dengan meretas infrastruktur Iran.

Rashidi menambahkan “selalu ada rumor IRGC menggunakan mata uang kripto untuk menghindari sanksi.”

“Banyak dari kasus-kasus ini mungkin, misalnya, melibatkan bursa yang tidak secara langsung menjadi bagian dari IRGC tetapi terhubung dengannya, mirip dengan banyak bank, lembaga keuangan dan kredit, atau bahkan perusahaan yang tampaknya swasta,” ia menambahkan.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Redaksi tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.