BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Ditutup Menguat 85,16 Poin ke Level 8.125,20 di Akhir Perdagangan Selasa (23/9/2025)

×

IHSG Ditutup Menguat 85,16 Poin ke Level 8.125,20 di Akhir Perdagangan Selasa (23/9/2025)

Sebarkan artikel ini
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 85,16 poin atau 1,06% ke level 8.125,20 di pasar spot.

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan Selasa (23/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 85,16 poin atau 1,06% ke level 8.125,20 di pasar spot.

Ada sebanyak 395 saham naik, 252 saham turun dan 157 saham stagnan.

Sepuluh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan satu indeks sektoral tergelincir ke zona merah.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor barang baku yang naik 2,84%, sektor energi naik 2,27% dan sektor properti yang naik 2,20%.

Sedangkan satu indeks sektoral yang melemah adalah sektor teknologi yang turun 0,05%.

Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 60,67 miliar saham dengan total nilai Rp 31,36 triliun.

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) (6,82%)
2. PT Alamtri Resorces Indonesia Tbk (ADRO) (6,02%)
3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (4,66%)

Top losers LQ45 hari ini adalah:

1. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (-2,78%)
2. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (-2,75%)
3. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) (-2,31%)

IHSG Menguat 24,626 Poin ke Level 8.064,665 di Awal Perdagangan Selasa (23/9/2025) Pagi Ini

Pada awal perdagangan hari ini. Selasa (23/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 24,626 poin atau 0,31% ke level 8.064,665 di pasar spot.

Penguatan IHSG ini disokong mayoritas indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Konsumen Primer yang menguat 1,74% di pagi ini.

Selanjutnya ada IDX Sektor Barang Baku, IDX Sektor Properti dan Real Estate, IDX Sektor Infrastruktur dan IDX Sektor Energi.

Berikutnya, IDX Sektor Kesehatan, IDX Sektor Keuangan, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer, IDX Sektor Perindustrian.

Sementara itu, IDX Sektor Teknologi menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,27%. Diikuti, IDX Sektor Transportasi dan Logistik turun 0,15%.

Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari:

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 2,51%
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik 1,53%
PT Ciputra Development Tbk (CTRA) naik 1,09%
Top losers LQ45 pagi ini adalah:

Baca Juga  IHSG Ditutup Menguat 1,35 Poin Bertengger di Level 8.126,55 di Akhir Perdagangan Rabu (24/9/2025) Sore Ini

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) turun 2,93%
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 2,31%
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 1,52%

Research Retail MNC Sekuritas: IHSG akan Menguji Support di Level 7.983 dan Resistance di 8.100

Pada perdagangan Senin (22/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis di pasar spot. IHSG turun 0,14% ke level 8.040,03, meski sempat menguat di awal sesi.

Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai koreksi IHSG disertai tekanan jual. Namun secara teknikal, IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan.

“IHSG masih berpotensi naik ke rentang 8.098–8.155. Tetapi pada skenario terburuk, koreksi bisa cukup dalam ke level 7.383–7.534,” tulisnya dalam riset.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut secara teknikal IHSG masih berada dalam tren positif. Ia memperkirakan IHSG akan menguji support di level 7.983 dan resistance di 8.100.

Menurut Nafan, katalis pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) dan The Fed seharusnya menjadi angin segar bagi perekonomian domestik serta pasar saham.

“Namun saat ini pelaku pasar menanti rilis data M2 Money Supply Agustus 2025, yang menjadi salah satu indikator penting stabilitas ekonomi nasional,” jelasnya.

Selain itu, penguatan harga emas juga memberi sentimen positif pada emiten pertambangan emas.

Goldman Sachs bahkan memproyeksikan harga emas bisa menembus US$ 5.000 per troi ons di tengah ketidakpastian global, termasuk dinamika politik Amerika Serikat dan geopolitik internasional.

“Hal ini akan menguntungkan emiten emas seperti ANTM, ARCI, BRMS, HRTA, MDKA, PSAB, UNTR, serta tambahan emiten baru EMAS,” ungkap Nafan.

Katalis lain yang ditunggu investor adalah pencatatan perdana saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), di Bursa Efek Indonesia (BEI).

IPO EMAS dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 23 September 2025, dan diperkirakan akan menambah warna pada sektor pertambangan emas di pasar modal.