Topikseru.com – Demam thrifting alias berburu pakaian bekas berkualitas masih menjadi tren kuat di kalangan Gen Z hingga kolektor fashion.
Terbaru, Medan Thrift Market menggelar festival bazar thrifting besar-besaran di Kafka Space, Kecamatan Medan Selayang, mulai 27 September hingga 1 Oktober 2025.
Event ini menghadirkan puluhan tenant thriftshop dari Kota Medan dan sekitarnya, menawarkan berbagai koleksi mulai dari vintage apparel, streetwear langka, hingga brand internasional seperti Dickies dan Carhartt.
Barang Bekas, Pasar Internasional

Salah satu pedagang, Beng (33), mengungkapkan bahwa bisnis thrifting tak pernah kehilangan pasar karena nilai historis dan keunikan barang yang dijual.
“Barang yang kami bawa itu produk lintas waktu, banyak yang rare. Konsumennya bukan cuma lokal, tapi pernah kirim sampai Amerika dan Jepang,” ujar Beng kepada Topikseru.com saat ditemui di lokasi.
Harga produk bervariasi, tergantung kelangkaan dan kesulitan mendapatkan barang tersebut.
Gen Z Jadi Penggerak Utama
Nanda, seorang kolektor sekaligus pengunjung bazar, mengatakan bahwa thrifting bukan hanya soal harga murah, melainkan soal karakter fashion yang tak bisa ditemukan di mall atau brand fast fashion.
“Selain terjangkau dan berkualitas, looks vintage yang ditawarkan itu yang buat aku tertarik,” ujarnya.
Menurutnya, setiap tenant di acara ini menghadirkan barang pilihan dari brand-brand populer yang digemari Gen Z.
“Kita bisa nemu brand-brand terkenal kayak Dickies atau Carhartt, tapi versi langka yang susah ditemukan,” tambahnya.
Hiburan Hiphop Hingga Koleksi Rare Item
Pada malam pembukaan, Medan Thrift Market turut menghadirkan komunitas Hiphop lokal untuk menghidupkan suasana festival.
Event ini tak hanya menjadi ajang belanja pakaian bekas, tetapi juga ruang berkumpul bagi pecinta budaya urban di Medan.






