BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin Naik 1,38% Berada di Level $111,789 atau Setara Dengan Rp1.866.077.678

×

Harga Bitcoin Naik 1,38% Berada di Level $111,789 atau Setara Dengan Rp1.866.077.678

Sebarkan artikel ini
Bitcoin
harga Bitcoin tercatat berada di level $111,789 atau setara dengan Rp1.866.077.678, mengalami kenaikan 1,38% dalam 24 jam terakhir.

Ringkasan Berita

  • Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp37.084 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam…
  • Menurut Sosovalue, arus keluar modal dari dana ini antara 22 hingga 26 September mencapai $903 juta, menandakan penar…
  • Pada Juli lalu, harga koin ini sempat melampaui $120.000, didorong oleh arus masuk ETF bulanan lebih dari $5 miliar.

Topikseru.com – Pada perdagangan 29 September 2025, harga Bitcoin tercatat berada di level $111,789 atau setara dengan Rp1.866.077.678, mengalami kenaikan 1,38% dalam 24 jam terakhir.

Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.836.924.073 dan harga tertingginya di Rp1.889.166.922.

Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp37.084 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 39% menjadi Rp570,98 triliun.

Arus Keluar ETF dan Penjualan Penambang Bisa Menekan Bitcoin Lebih Rendah
Arus keluar likuiditas yang stabil dari ETF Bitcoin spot mencerminkan melemahnya minat institusional.

Menurut Sosovalue, arus keluar modal dari dana ini antara 22 hingga 26 September mencapai $903 juta, menandakan penarikan besar-besaran dari pasar.

Secara historis, aliran dana ETF memiliki korelasi kuat dengan harga BTC. Pada Juli lalu, harga koin ini sempat melampaui $120.000, didorong oleh arus masuk ETF bulanan lebih dari $5 miliar.

Namun, arus keluar saat ini menunjukkan kontras yang tajam, mengindikasikan bahwa minat dan partisipasi institusional yang kuat di pertengahan tahun mulai memudar.

Tren ini meningkatkan risiko penurunan lebih lanjut bagi Bitcoin jika investor institusional terus menarik modal.

Selain itu, data on-chain menunjukkan cadangan penambang yang menurun, menandakan bahwa para penambang lebih banyak menjual daripada mengakumulasi BTC.

Berdasarkan data CryptoQuant, cadangan ini saat ini berisi 1,8 juta BTC dan telah menyusut 0,24% sejak 9 September.

Cadangan penambang melacak jumlah total BTC yang disimpan para penambang di dompet mereka sebelum dijual ke pasar.

Ketika cadangan ini berkurang, itu menandakan penambang melakukan likuidasi untuk merealisasikan keuntungan atau menutupi biaya operasional.

Perilaku ini biasanya meningkatkan pasokan BTC di pasar, sehingga menambah tekanan turun pada harga Bitcoin.

Penjualan Besar-Besaran Bisa Picu Titik Terendah Baru
Jika ETF Bitcoin spot terus mencatat arus keluar dan para penambang di jaringan BTC tetap menjual, harga koin ini berpotensi memperpanjang penurunannya hingga menyentuh level sekitar $107.557.

Namun, apabila permintaan meningkat tajam dan sentimen pasar membaik, harga BTC bisa menembus di atas $110.034 dan berpeluang naik lebih jauh menuju $111.961.

Disclaimer: Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi: BeInCrypto. BeInCrypto. BTC Price Drop: ETF Outflow, Miners Pullback. Diakses pada tanggal 29 September 2025