Topikseru.com – Pada perdagangan Rabu (1/10/2025) harga Bitcoin di level US$ 113.838 per koin atau setara Rp 1,89 miliar (kurs Rp 16.690) di pasar spot.
pasar kripto jatuh dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini tergelincir ke level US$ 113 ribu, Bitfinex memperingatkan risiko tekanan saat shutdown pemerintah Amerika Serikat (AS) menghantui.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Rabu (1/10/2025) pukul 06.25 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 1,02% menjadi US$ 3,89 triliun dalam 24 jam.
Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini terlihat tergelincir 0,41% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 113.838 per koin atau setara Rp 1,89 miliar (kurs Rp 16.690).
Pelemahan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 2,3% menjadi US$ 4.127, Solana terkoreksi 2,7% menjadi US$ 207, XRP anjlok 1,66% menjadi US$ 2,83, Binance (BNB) ambles 2,82% menjadi US$ 1.003, dan Dogecoin (DOGE) turun 1,99% menjadi US$ 0,23.
Dikutip dari CoinDesk, harga Bitcoin (BTC) melemah dan analis Bitfinex mengingatkan potensi tekanan lanjutan seiring bayang-bayang shutdown pemerintah Amerika Serikat (AS) yang kian dekat.
Dari pasar tradisional, harga emas kembali naik 0,5% menjadi US$3.850 per ons, memperpanjang reli rekor. Sementara itu, indeks Nasdaq dan S&P 500 mencatat penguatan tipis menjelang penutupan perdagangan.
Sebagian besar pelaku pasar kini memilih sikap wait and see karena ancaman penghentian operasional sebagian besar lembaga federal AS hampir pasti terjadi.
Jika shutdown pemerintah AS berlangsung, sejumlah aktivitas non-esensial pemerintah akan terhenti, termasuk pekerjaan Securities and Exchange Commission (SEC), Commodity Futures Trading Commission (CFTC), hingga regulator perbankan federal.
Pengaruhi Industri Kripto
Kondisi shutdown pemerintah AS diperkirakan akan menunda penyusunan aturan baru industri kripto, termasuk proses pengajuan dan perdagangan exchange-traded fund (ETF) yang terkait aset digital seperti Solana (SOL) dan Litecoin (LTC).
Meski masyarakat masih bisa menyampaikan komentar pada rancangan aturan yang terbuka, kecil kemungkinan ada pejabat yang akan meninjau umpan balik tersebut selama shutdown pemerintah AS.
Di sisi legislatif, pembahasan RUU struktur pasar kripto juga tertunda. Komite Perbankan Senat AS sudah menunda rapat markup yang semula dijadwalkan pekan ini menjadi Oktober.
Sementara itu, Komite Pertanian Senat belum merilis draf rancangan aturan. Hanya Komite Keuangan Senat yang tetap berencana menggelar rapat pada Rabu untuk membahas isu pajak kripto.
Menurut laporan Bitfinex, shutdown juga akan menghentikan publikasi data ekonomi penting seperti laporan ketenagakerjaan dan inflasi konsumen (CPI). Hal ini berpotensi meningkatkan volatilitas di berbagai kelas aset, termasuk kripto.
“Pada setiap puncak siklus, lebih dari 90% transaksi koin dilakukan dalam kondisi untung. Ini sinyal kuat distribusi luas,” tulis analis Bitfinex.
Analis Bitfinex menilai, pasar kripto baru saja melewati fase puncak ketiga dan kemungkinan besar akan masuk periode konsolidasi.
“Polarisasi politik yang dalam, defisit fiskal yang meningkat, dan rapuhnya ekonomi global membuat pasar lebih rentan terhadap guncangan,” tambah laporan tersebut.












