Ringkasan Berita
- Harga Bitcoin (BTC) hari ini melonjak 1% lebih di tengah shutdown pemerintah Amerika Serikat (AS) berlanjut memasuki …
- Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kapitalisasi pasar kripto global menguat 1,4% menjadi US$ 4,2 triliun dalam 24 jam.
- Kendrick menjelaskan, pada shutdown era Trump sebelumnya (22 Desember 2018 – 25 Januari 2019), kondisi Bitcoin berb…
Topikseru.com – Pada perdagangan Sabtu (4/10/2025) pasar kripto kembali menguat dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini melonjak 1% lebih di tengah shutdown pemerintah Amerika Serikat (AS) berlanjut memasuki hari keempat.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kapitalisasi pasar kripto global menguat 1,4% menjadi US$ 4,2 triliun dalam 24 jam.
Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini terlihat melonjak 1,81% dalam 24 jam terakhir.
Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 122.488 per koin atau setara Rp 2,03 miliar (Kurs Rp 16.583).
Penguatan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 1,17% menjadi US$ 4.531, XRP naik 0,22% menjadi US$ 3,04, Binance (BNB) meningkat 9,1% menjadi US$ 1.179. Sedangkan Dogecoin (DOGE) malah turun 1,67% menjadi US$ 0,25 dan Solana terkoreksi 0,23% menjadi US$ 232.
Dikutip dari CNBC Internasional, sepanjang pekan ini, harga Bitcoin (BTC) sudah menguat sebesar 12%.
Kenaikan ini dipicu lonjakan minat investor terhadap aset terdesentralisasi setelah Kongres AS gagal mencapai kesepakatan terkait pendanaan federal, yang memaksa pemerintah menghentikan sebagian besar operasinya sejak Rabu (1/10/2025).
“Shutdown pemerintah AS kali ini punya pengaruh besar,” tulis analis Standard Chartered Geoff Kendrick.
Kendrick menjelaskan, pada shutdown era Trump sebelumnya (22 Desember 2018 – 25 Januari 2019), kondisi Bitcoin berbeda sehingga tidak banyak bereaksi.
Namun, tahun ini Bitcoin lebih sensitif terhadap risiko pemerintah AS, tercermin dari korelasinya dengan US Treasury term premium.
Prediksi Harga Bitcoin
Standard Chartered memprediksi harga bitcoin akan segera mencetak rekor baru dan berpotensi menembus US$ 135 ribu dalam waktu dekat.
Reli Bitcoin memperkuat statusnya sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi global.
Selain kripto, investor juga masuk ke logam mulia. Harga emas telah naik lebih dari 3% dalam sepekan. Sedangkan sepanjang 2025, harga emas telah melonjak sebesar 47,95%.
Pasar saham pun tidak sepenuhnya ditinggalkan. Indeks S&P 500 menguat 0,5%, sementara Nasdaq Composite naik 0,27% pada perdagangan Jumat, meski gejolak geopolitik terus membayangi.













