Ringkasan Berita
- Sebelumnya pada Jumat (3/10), kurs rupiah di pasar spot menguat 0,21% menjadi Rp 16.563 per dolar Amerika Serikat (AS).
- Kurs rupiah Jisdor juga menguat tipis 0,01% menjadi Rp 16.611 per dolar AS.
- Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK September 2025 tercatat inflasi sebesar 0,21% (mtm), sehingga secara tahu…
Topikseru.com – Pada perdagangan Senin (6/10/2025) Pukul 12.10 WIB rupiah spot melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp 16.598 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,21% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 16.563 per dolar AS.
Sebelumnya pada Jumat (3/10), kurs rupiah di pasar spot menguat 0,21% menjadi Rp 16.563 per dolar Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah Jisdor juga menguat tipis 0,01% menjadi Rp 16.611 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah salah satunya dipengaruhi inflasi. Bank Indonesia mencatat Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2025 tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5 kurang lebih 1%.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK September 2025 tercatat inflasi sebesar 0,21% (mtm), sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi sebesar 2,65% (yoy).
Inflasi yang terjaga ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.
Ke depan, diyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 kurang lebih 1% pada 2025 dan 2026.
Sedangkan inflasi inti pada September 2025 tercatat sebesar 0,18% (mtm), lebih tinggi dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,06% (mtm).
“Realisasi inflasi inti pada September 2025 disumbang terutama oleh komoditas emas perhiasan dan biaya kuliah akademi/perguruan tinggi,” ujar Ibrahim, Jumat (3/10).
Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Senin (6/10) bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat pada rentang Rp 16.520 – Rp 16.560 per dolar AS.
Rupiah Spot Melemah Berada di Level Rp 16.568 Per Dolar AS Pagi Ini
Pada perdagangan awal pekan ini, Senin (6/10/2025) rupiah spot melemah berada di level Rp 16.568 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah tipis 0,03% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 16.563 per dolar AS.
Di Asia, mayoritas mata uang melemah terhadap dolar AS pagi ini. Yen Jepang mencatat pelemahan terdalam 1,54%, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,34%.
Pesso Filipina melemah 0,34%, won Korea melemah 0,24%, dolar Singapra melemah 0,17%, ringgit Malaysia melemah 0,10%.
Baht Thailand melemah 0,07%, dan rupiah melemah 0,03% terhadap dolar AS.
Sedangkan dolar Hong Kong menjadi satu-satunya mata uang yang menguat terhadap dolar AS pagi ini dengan kenaikan 0,004%.
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,04, naik dari akhir pekan lalu yang ada di 97,72.
Rupiah akan Ditopang Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Pada perdagangan Senin (6/10/2025) ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) masih akan menjadi penopang rupiah di pasar spot.
Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, pada Jumat (3/10/2025), rupiah ditutup menguat 0,21% ke level Rp 16.562 per dolar AS.
Sementara itu, berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga ditutup menguat tipis 0,006% ke posisi Rp 16.611 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi melihat, penguatan rupiah terjadi seiring data ketenagakerjaan swasta AS yang lemah dalam sepekan.
“Hal ini membuat investor sebagian besar fokus pada pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada bulan Oktober,” ujarnya.
Dari domestik, Ibrahim mencermati penguatan mata uang Garuda dipicu oleh BI yang mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2025 tetap terjaga.
Untuk Senin (6/10/2025), Ibrahim memandang, rupiah masih akan ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di bulan Oktober yang meningkat.
“Maka, untuk perdagangan Senin, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.520 – Rp 16.560 per dolar AS,” pungkasnya.













