BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,13% Berada di Level Rp 16.561 Per Dolar AS Sore Ini

×

Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,13% Berada di Level Rp 16.561 Per Dolar AS Sore Ini

Sebarkan artikel ini
Rupiah
rupiah spot ditutup pada level Rp 16.561 per dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,13% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.583 per dolar AS.

Ringkasan Berita

  • Pesso Filipina mencatat penguatan terbesar yakni 0,40%, disusul dolar Taiwan yang menguat 0,27% rupiah menguat 0,13%,…
  • Di Asia, rupiah menguat bersama beberapa mata uang lainnya.
  • Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,38, naik …

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan Selasa (7/10/2025) rupiah spot ditutup pada level Rp 16.561 per dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,13% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.583 per dolar AS.

Di Asia, rupiah menguat bersama beberapa mata uang lainnya. Pesso Filipina mencatat penguatan terbesar yakni 0,40%, disusul dolar Taiwan yang menguat 0,27% rupiah menguat 0,13%, rupee India menguat 0,04% dan yuan China menguat 0,02%.

Sedangkan mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS sore ini. Baht Thailand melemah 0,31%, won Korea melemah 0,16%, yen Jepang melemah 0,14%, dolar Singapura melemah 0,05%, ringgit Malaysia melemah 0,01% dan dolar Hong Kong melemah 0,009% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,38, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,10.

Rupiah Spot Menguat 0,13% ke Posisi Rp16.562 Per Dolar AS Siang Ini

Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg Selasa (7/10) pukul 12.11 WIB, rupiah di pasar spot menguat 0,13% ke posisi Rp 16.562 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp 16.550 – Rp 16.650 per dolar AS.

Sebelumnya, pada Senin (6/10) rupiah ditutup melemah 0,12% secara harian ke Rp 16.583 per dolar AS. Sedangkan berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia, rupiah menguat tipis 0,07% ke posisi Rp 16.598 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah melemah terhadap dolar AS yang menguat oleh pernyataan hawkish pejabat – pejabat the Fed Logan dan Jefferson pada hari Minggu.

Indeks dolar AS kembali naik cukup besar pada Senin (6/10/2026) oleh berita pengunduran diri Perdana Menteri baru Prancis, Sébastien Lecornu yang memicu ketidakpastian politik dikawasan EU. Perlemahan tajam Yen setelah terpilihnya Sanae Takaichi untuk memimpin partai Liberal Democratic Party (LDP) juga ikut menyeret turun rupiah dan mata uang regional.

“Dolar AS diperkirakan masih bisa melanjutkan penguatan yang dengan demikian akan menekan rupiah pada Selasa (7/10/2025)),” ujar Lukman.

Lukman menambahkan, tidak ada data ekonomi penting dari AS yang akan dirilis pada Selasa (7/10/2025).

Adapun dari domestik, investor menantikan data cadangan devisa Indonesia. Bank Indonesia mencatat cadangan devisa pada September 2025 turun menjadi US$ 148,7 miliar.

Baca Juga  Rupiah Spot Melemah 0,02% Bertengger di Level Rp 16.727 Per Dolar AS Siang Ini

Rupiah Spot Melemah 0,006% Duduk di Level Rp16.584 Per Dolar AS Pagi Ini

Pada perdagangan Selasa (7/10/2025) pukul 09.02 WIB rupiah spot dibuka melemah berada di level Rp 16.584 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,006% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.583 per dolar AS.

Di Asia, sebagian mata uang melemah terhadap dolar AS pagi ini. Baht Thailand mencatat pelemahan terdalam yakni 0,33%.

Disusul won Korea yang melemah 0,12%, yen Jepang melemah 0,08%, dolar Singapura melemah 0,008%, rupiah melemah 0,006%, dan dolar Hong Kong yang melemah 0,001% terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Dolar Taiwan menguat 0,52%, pesso Filipina menguat 0,17%, ringit Malaysia menguat 0,02%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,21, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,10.

Pengamat Mata Uang: Rupiah Spot Bergerak Berfluktuatif

Pada akhir perdagangan Senin (6/10/2025) rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda banyak mendapatkan sentimen dari dalam dan luar negeri.

Berdasarkan data rupiah tercatat melemah 0,12% secara harian ke Rp 16.583 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia, rupiah menguat tipis 0,07% ke posisi Rp 16.598 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah diantaranya shutdown pemerintah AS.

Para Senator AS gagal meloloskan proposal pengeluaran untuk membuka kembali pemerintah federal untuk keempat kalinya, memperpanjang penutupan yang sedang berlangsung hingga minggu depan.

Ini menunjukkan ketidakpastian seputar penutupan pemerintah AS dan penundaan rilis data penting.

Dari dalam negeri, ia menyebut sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah lambannya belanja pemerintah.

Belanja kementerian/lembaga (K/L) pada tahun anggaran 2025(belanja APBN 2025) cenderung terlambat karena banyaknya penyesuaian. Kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Penyerapan belanja K/L selama ini tetap berjalan secara reguler, meski kecepatan penyaluran tiap K/L berbeda sehingga terlihat berjarak (gap).

“Walau demikian, pemerintah masih optimistis, masing-masing K/L dapat mampu menyerap anggaran dengan maksimal di akhir tahun,” ujar Ibrahim.

Pemerintah disebut masih optimis karena tren realisasi belanja K/L sebagian saat ini sudah menunjukkan progres positif.

Kemenkeu mencatat, terdapat 12 K/L besar yang sudah melaporkan progres realisasi belanja mencapai 80%.

Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah hari ini bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.580 – Rp 16.630 per dolar AS.