BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Terpangkas 12,73 Poin ke Level 8.238,20 di Perdagangan Jumat (10/10/2025)

×

IHSG Terpangkas 12,73 Poin ke Level 8.238,20 di Perdagangan Jumat (10/10/2025)

Sebarkan artikel ini

Ringkasan Berita

  • Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 0,15% atau terpangkas 12,73 poin ke elvel 8.238,20.
  • IHSG tertekan penurunan tiga indeks sektoral dari total 11 sektor di BEI.
  • Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 2,15 miliar dengan nilai transaksi tembus Rp 1,68 triliun.

Topikseru.com – Pada perdagangan Jumat (10/10/2025) pukul 09.05 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka langsung jatuh ke zona merah pada perdagangan pagi ini, setelah kemarin menguat signfikan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 0,15% atau terpangkas 12,73 poin ke elvel 8.238,20.

IHSG tertekan penurunan tiga indeks sektoral dari total 11 sektor di BEI. Sektor yang turun paling dalam adalah keuangan, properti dan real estate serta perindustrian. Sementara sektor lainnya terpantau menguat.

Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 2,15 miliar dengan nilai transaksi tembus Rp 1,68 triliun. Ada 188 saham yang terkoreksi, 255 saham menguat dan 182 saham stagnan.

Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 2,59% ke Rp 3.760 per saham
2. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 2,20% ke Rp 4.010 per saham
3. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) 2,02% ke Rp 1.210 per saham

Top gainers di LQ45 adalah:
1. PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) 5,45% ke Rp 580 per saham
2. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) 3,14% ke Rp 460 per saham
3. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) 2,69% ke Rp 4.240 per saham

Analis MNC Sekuritas: IHSG akan Melanjutkan Relinya di Rentang Support 8.233 dan Resistance 8.272

Pada akhir perdagangan Kamis (9/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,04% ke level 8.250 di pasar spot. Indeks juga sempat menyentuh level intraday tertinggi baru di 8.272.

Secara sektoral, sektor transportasi membukukan kenaikan tertinggi yakni 3,44%, sementara sektor teknologi mengalami koreksi terdalam yakni 1,65%.

Menanggapi hal tersebut, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi pendorong laju IHSG hari ini.

Selain itu, dia juga mencermati adanya rebound pada saham perbankan yang memiliki bobot besar sehingga mengerek naik IHSG.

Baca Juga  Analis MNC Sekuritas: IHSG Berpeluang Menguat dalam Jangka Pendek dengan Support 7.605 dan Resistance 7.699

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mencermati, sinyal terjadinya aksi window dressing juga sudah mulai tampak.

Sedikit informasi, window dressing merupakan strategi mempercantik kinerja di akhir periode pelaporan jelang akhir tahun atau kuartal dengan membeli saham-saham unggulan.

“Mengingat rata-rata secara historis selama 10 tahun terakhir, IHSG cenderung membukukan kinerja positif di bulan Oktober,” jelas Alrich.

Di samping itu, tambah Alrich, laju IHSG dipengaruhi oleh penjualan ritel domestik bulan Agustus 2025 sebesar 3,5% secara tahunan (YoY), melemah dibanding bulan sebelumnya yang tumbuh 4,7% YoY per Juli 2025.

Meskipun begitu, penjualan ini menandakan pertumbuhan selama empat bulan berturut-turut. Hal ini menurut Alrich didorong oleh stimulus ekonomi pemerintah untuk mendorong daya beli masyarakat.

Selain itu, data penjualan motor di bulan September 2025 yang meningkat 7,3% YoY dari posisi 0,7% YoY di bulan sebelumnya juga turut memperkuat optimisme investor hari ini. Hal ini terjadi berkat tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Namun, penjualan mobil pada September 2025 tampak menurun 15,1% YoY setelah sebelumnya juga melemah 19,0% YoY di bulan Agustus 2025.

Secara teknikal, Alrich melihat indikator MACD membentuk golden cross dan indikator Stochastic RSI kembali mengarah ke atas di area pivot. IHSG hari ini mampu bertahan di atas level 8.200, disertai volume beli.

Dengan demikian, dia menaksir IHSG berpeluang lanjut menguat menguji level support 8.150 dan resistance 8.300 besok.

“Namun perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek akibat profit taking pada akhir pekan,” wantinya.

Senada, Herditya juga memprediksi IHSG akan melanjutkan relinya di rentang support 8.233 dan resistance 8.272 hari ini.

“Kami perkirakan investor masih akan mencermati pidato The Fed dan pergerakan harga emas dunia,” imbuh Herditya.

Dengan begitu, hari ini Herditya merekomendasikan investor untuk mencermati saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), dan PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL).

Masing-masing rentang support dan resistance-nya ialah Rp 153-164, Rp 800-815, dan Rp 346-360.

Sementara itu, pilihan saham Alrich hari ini jatuh pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).