BursaEkonomi dan Bisnis

Analis Pasar: Rupiah Spot Dalam Sepekan ke Depan Bergerak di Rentang Rp16.580-Rp16.700 Per Dolar AS

×

Analis Pasar: Rupiah Spot Dalam Sepekan ke Depan Bergerak di Rentang Rp16.580-Rp16.700 Per Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Rupiah Spot
mengacu pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah tercatat menguat 0,09% secara harian ke Rp 16.630 per dolar AS.

Ringkasan Berita

  • Melansir Bloomberg, rupiah menguat 0,16% secara harian ke level Rp 16.602 per dolar AS.
  • Namun, jika dibandingkan dengan posisi pekan lalu di level Rp 16.590 per dolar AS, rupiah spot melemah 0,07%.
  • Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah selama sepekan ini dipengaruhi oleh sejumlah se…

Topikseru.com – Rupiah spot bergerak fluktuatif selama sepekan, seiring beragam sentimen domestik dan global yang memengaruhi pasar di pasar spot.

Melansir Bloomberg, rupiah menguat 0,16% secara harian ke level Rp 16.602 per dolar AS.

Namun, jika dibandingkan dengan posisi pekan lalu di level Rp 16.590 per dolar AS, rupiah spot melemah 0,07%.

Sementara itu, mengacu pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah tercatat menguat 0,09% secara harian ke Rp 16.630 per dolar AS.

Dalam sepekan, rupiah Jisdor mengalami pelemahan 0,24% dari posisi pekan lalu di level Rp 16.590 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pergerakan rupiah selama sepekan ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen.

Diantaranya harapan dari pertemuan China – AS dalam hal perundingan dagang dan keputusan BI mempertahankan suku bunga namun mensinyalkan akan menurunkan suku bunga kedepannya.

Dari data ekonomi juga akan dirilis nanti malam untuk pertama kali sejak shutdown yaitu data inflasi AS.

Lukman menambahkan, rilis data ekonomi AS pekan depan masih bersifat tentatif.

Ia memperkirakan rupiah dalam sepekan ke depan akan bergerak di rentang Rp 16.500 – Rp 16.700 per dolar AS.

“Sepekan depan investor berharap cemas pada hasil pertemuan China – AS,” ujar Lukman.

Di sisi lain, sentimen domestik juga turut memengaruhi rupiah. Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan salah satunya terkait perkembangan uang beredar.

Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2025 tumbuh lebih tinggi.

Dalam laporan BI, pertumbuhan M2 pada September 2025 tercatat sebesar 8,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Agustus 2025 yang sebesar 7,6% (yoy), sehingga total M2 mencapai Rp 9.771,3 triliun.

Perkembangan ini didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,7% (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,2% (yoy).

Selain itu, pertumbuhan M2 pada September 2025 juga dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus).

Baca Juga  Rupiah Spot Melemah 0,19% di Level Rp16.709 Per Dolar AS Pagi Ini

Berdasarkan sentimen tersebut, Ibrahim memproyeksikan rupiah dalam sepekan ke depan bergerak di rentang Rp 16.580 – Rp 16.700 per dolar AS.

Rupiah Spot Bergerak Fluktuatif Melemah 0,24% Dalam Sepekan Dipengaruhi Beragam Sentimen

Rupiah Dpot
Dalam sepekan rupiah spot telah melemah 0,07% dari posisi pekan lalu di level Rp 16.590 per dolar AS. Adapun mengacu Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah menguat 0,09% secara harian ke level Rp 16.630 per dolar AS.

Berdasarkan data rupiah spot bergerak fluktuatif selama sepekan. Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,16% secara harian ke Rp 16.602 per dolar AS.

Dalam sepekan rupiah spot telah melemah 0,07% dari posisi pekan lalu di level Rp 16.590 per dolar AS.

Adapun mengacu Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah menguat 0,09% secara harian ke level Rp 16.630 per dolar AS.

Dalam sepekan rupiah Jisdor melemah 0,24% dari posisinya pada pekan lalu di level Rp 16.590 per dolar AS.

Menanggapi hal tersebut, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah dalam sepekan ini dipengaruhi beragam sentimen.

Di antaranya harapan dari pertemuan China–AS dalam hal perundingan dagang dan keputusan BI mempertahankan suku bunga namun mengisyaratkan akan menurunkan suku bunga ke depannya. Dari data ekonomi juga akan dirilis nanti malam untuk pertama kali sejak shutdown, yaitu data inflasi AS.

Baca Juga: Rupiah Spot Ditutup Menguat 0,16% ke Rp 16.602 per Dolar AS pada Jumat (24/10/2025)

“Sepekan depan investor berharap cemas pada hasil pertemuan China–AS,” ujar Lukman kepada Kontan, Jumat (24/10).

Lukman menambahkan, rilis data ekonomi AS pekan depan masih bersifat tentatif. Ia memperkirakan rupiah sepekan ke depan bergerak di rentang Rp 16.500 – Rp 16.700 per dolar AS.

Sementara pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen domestik yang memengaruhi rupiah di antaranya terkait uang beredar. Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2025 tumbuh lebih tinggi.

Dalam laporan BI disebutkan pertumbuhan M2 pada September 2025 sebesar 8,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Agustus 2025 sebesar 7,6% (yoy) sehingga tercatat Rp 9.771,3 triliun.

Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,7% (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,2% (yoy). Kemudian perkembangan M2 pada September 2025 dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus).

Ibrahim memproyeksikan rupiah dalam sepekan ke depan bergerak di rentang Rp 16.580 – Rp 16.700 per dolar AS.