Ekonomi dan Bisnis

Investasi Sumut Tembus Rp 42,36 Triliun di Triwulan III-2025, Didominasi Sektor Industri dan Makanan

×

Investasi Sumut Tembus Rp 42,36 Triliun di Triwulan III-2025, Didominasi Sektor Industri dan Makanan

Sebarkan artikel ini
Investasi Sumut 2025
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membuka Kadin Fest 2025 Sumut dengan tajuk "North Sumatera Investmen Industry Trade & Halal Expo", di Gedung Serbaguna Pekan Raya Sumatera Utara Tapiandaya, Jalan Gatot Subroto Medan, Senin (13/10/2025).

Ringkasan Berita

  • Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melaporkan realisasi investasi triwulan III tahun 2025 mencapai Rp…
  • Naik dari Tahun Sebelumnya Jika dibandingkan dengan tahun 2024, investasi di Sumut menunjukkan tren akselerasi.
  • Dengan jumlah penduduk mencapai 15,58 juta jiwa per 2024, potensi pasar lokal di Sumut dinilai sangat besar untuk men…

Topikseru.com – Perekonomian Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan tren positif. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melaporkan realisasi investasi triwulan III tahun 2025 mencapai Rp 42,36 triliun, mencakup lebih dari 21 ribu proyek di berbagai sektor.

Angka tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp 20,06 triliun dengan 1.686 proyek, serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 22,3 triliun dari 19.355 proyek, demikian disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut, Chandra Dalimunthe, di Medan, Minggu (26/10).

“Investasi ini menunjukkan kepercayaan tinggi investor terhadap iklim usaha di Sumut. Kami terus berupaya mempercepat proses perizinan agar semakin banyak modal masuk,” ujar Chandra.

Industri Kimia dan Farmasi Jadi Magnet Investor Asing

Chandra menjelaskan, investor asing masih menempatkan sektor industri pengolahan, khususnya kimia dan farmasi, sebagai prioritas utama investasi di Sumatera Utara.

Sementara itu, investor domestik (PMDN) cenderung menanamkan modal di sektor industri makanan, yang terus tumbuh pesat seiring meningkatnya kebutuhan ekspor dan konsumsi domestik.

Dengan jumlah penduduk mencapai 15,58 juta jiwa per 2024, potensi pasar lokal di Sumut dinilai sangat besar untuk mendorong pertumbuhan sektor-sektor industri tersebut.

Naik dari Tahun Sebelumnya

Jika dibandingkan dengan tahun 2024, investasi di Sumut menunjukkan tren akselerasi. Total realisasi investasi sepanjang 2024 tercatat sebesar Rp 48,27 triliun, sementara dalam sembilan bulan pertama tahun ini sudah menembus Rp 42,36 triliun.

Baca Juga  Bobby Lovers: Kemenangan Bobby- Surya Tepat Bagi Pantai Barat

Kenaikan ini, menurut Chandra, menjadi indikasi bahwa iklim investasi di Sumatera Utara semakin kompetitif di antara provinsi-provinsi besar lain di Indonesia.

Bobby Nasution Siapkan Kawasan Industri Baru

Sebagai langkah strategis memperkuat daya tarik investasi, Gubernur Sumut Bobby Nasution tengah menyiapkan Kawasan Industri Sumatera Utara (KISU) yang berlokasi di Desa Tanjung Kasau, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara.

Kawasan ini disiapkan di atas lahan seluas 2.500 hektare milik Pemprov Sumut dan berlokasi strategis dekat dengan Pelabuhan Ekspor Kuala Tanjung.

“Kami membuka kesempatan bagi investor, baik asing maupun domestik, yang ingin berinvestasi minimal Rp 1 triliun di kawasan ini. Semua fasilitas lahan sudah kami siapkan,” jelas Chandra.

Menurutnya, proyek kawasan industri tersebut diharapkan mampu menyerap hingga 20 ribu tenaga kerja dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di pantai timur Sumatera Utara.

Fokus Pemprov Sumut: Percepatan Perizinan & Ekosistem Investasi

Chandra menegaskan bahwa percepatan layanan perizinan menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem investasi yang ramah dan efisien.

Pemprov Sumut kini mendorong digitalisasi layanan perizinan serta memperkuat koordinasi lintas kabupaten/kota untuk memangkas waktu birokrasi yang kerap menghambat investor.

“Kami ingin menciptakan iklim usaha yang tidak hanya kondusif, tapi juga kompetitif di tingkat nasional,” tambahnya.

Prospek Ekonomi Sumut ke Depan

Dengan momentum investasi yang terus meningkat dan dukungan infrastruktur baru seperti Kawasan Industri Tanjung Kasau, Sumatera Utara diprediksi menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri dan logistik di Indonesia bagian barat.

Ekonom lokal menilai bahwa arah kebijakan Pemprov Sumut di bawah Bobby Nasution — yang menggabungkan industrialisasi, hilirisasi, dan efisiensi birokrasi, yang menjadi strategi tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.