Ekonomi dan Bisnis

Harga Cabai Merah Masih Bergejolak, Pemprov Sumut Tambah Pasokan dari Sentra Lokal

×

Harga Cabai Merah Masih Bergejolak, Pemprov Sumut Tambah Pasokan dari Sentra Lokal

Sebarkan artikel ini
Harga cabai merah Sumut

Ringkasan Berita

  • Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut menegaskan telah menambah s…
  • Bantuan Pasokan Hanya Bertahan Singkat Sebelumnya, Pemprov Sumut telah mendatangkan 50 ton cabai merah dari Pulau Jawa.
  • Harga Cabai Merah Fluktuatif, Masyarakat Tertekan Menurut Charles, kondisi fluktuasi harga cabai merah perlu penangan…

Topikseru.com – Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dalam menekan harga cabai merah dinilai belum sepenuhnya efektif. Meski intervensi pasar dilakukan beberapa kali, komoditas tersebut masih mengalami lonjakan harga yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut menegaskan telah menambah suplai cabai merah dari sejumlah sentra lokal untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Kebijakan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri dan Tertib Niaga Disperindag Sumut, Charles T. H. Situmorang kepada Topikseru.com, Selasa (4/11/2025).

Harga Cabai Merah Fluktuatif, Masyarakat Tertekan

Menurut Charles, kondisi fluktuasi harga cabai merah perlu penanganan cepat, karena menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi pangan di Sumatera Utara.

“Kami menambah pasokan dari sentra produksi lokal untuk menjaga kestabilan permintaan dan penawaran di pasar,” ujarnya.

Selain penambahan stok, pemerintah daerah juga mendorong langkah strategis lain melalui koordinasi dengan dinas perdagangan di 33 kabupaten/kota.

Sosialisasi HET dan HAP di Pasar Tradisional

Pemerintah melakukan sosialisasi terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pembelian (HAP) kepada pedagang tradisional dan pelaku usaha.

Baca Juga  Daftar Harga Sembako di Medan Hari Ini: Harga Ikan Laut Turun, Cabai Merah Bertahan Rp 85 Ribu Per Kg

Langkah ini diharapkan menjadi panduan agar harga pangan tidak melambung di luar batas wajar.

“Kami terus memantau dan melakukan edukasi terkait HET dan HAP kebutuhan pokok yang berlaku saat ini,” lanjut Charles.

Dia menegaskan, kebijakan stabilisasi ini bertujuan melindungi konsumen, terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

Bantuan Pasokan Hanya Bertahan Singkat

Sebelumnya, Pemprov Sumut telah mendatangkan 50 ton cabai merah dari Pulau Jawa. Namun, dampaknya dinilai belum signifikan dan hanya mampu menahan harga selama beberapa hari.

Kondisi tersebut turut dikeluhkan pedagang di pasar tradisional.

“Pemerintah emang nolong dua hari, terbantu, tapi 28 harinya harga cabai selangit,” ujar Torong Surbakti, pedagang sayur di Pasar Petisah, Medan.

Menurut pedagang, tingginya harga cabai merah membuat konsumen menahan belanja, sehingga aktivitas pasar cenderung sepi.

Inflasi Pangan Masih Menjadi Ancaman

Melambungnya harga pangan esensial berdampak pada:

  • pelemahan daya beli
  • penurunan traffic pasar
  • menurunnya omzet pedagang kecil

Pedagang berharap pemerintah dapat memberikan solusi jangka panjang, bukan intervensi bersifat sporadis.

Charles mengatakan Pemprov Sumut berharap strategi yang ditempuh dapat meredam gejolak harga dan menjaga keseimbangan pasokan.

“Tujuan utamanya agar harga tetap adil dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat berdaya beli rendah,” pungkasnya.