BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Menguat 0,10% Bertengger di Level Rp16.701 Per Dolar AS Sore Ini

×

Rupiah Spot Menguat 0,10% Bertengger di Level Rp16.701 Per Dolar AS Sore Ini

Sebarkan artikel ini
rupiah spot berhasil menguat di pasar spot. Melansir Bloomberg, rupiah spot ditutup di level Rp 16.701 per dolar Amerika Serikat (AS).

Topikseru.com – Pada penutupan perdagangan hari ini Kamis (6/11/2025) rupiah spot berhasil menguat di pasar spot. Melansir Bloomberg, rupiah spot ditutup di level Rp 16.701 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah spot menguat 0,10% dibanding penutupan hari sebelumnya yang sebesar Rp 16.717 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan Rupiah spot di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) juga menguat sejalan dengan rupiah spot.
Yang mana per hari ini ada di level Rp 16.729 per dolar AS, menguat 0,13% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.729 per dolar AS.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, sentimen eksternal pergerakan rupiah hari ini di antaranya yakni peningkatan spekulasi Federal Reserve (The Fed) yang tidak akan memangkas suku bunga pada Desember 2025.

Setelah Ketua The Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa pemangkasan suku bunga pada bulan Desember bukanlah sesuatu yang pasti.

Selain itu, dari sisi internal, rencana pemerintah untuk mengusulkan pembentukan pembentukan Rancangan Undang-undang tentang Perubahan Harga Rupiah atau Redenominasi Rupiah juga disebutnya sebagai salah satu sentimen pergerakan rupiah hari ini.

Rencana pembahasan RUU Redenominasi Rupiah itu masuk dalam 4 kerangka regulasi yang tercantum di Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.70/2025 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025-2029.

“Isu redenominasi rupiah sejatinya bukan hal baru. Pada tahun 2023 lalu misalnya, pemerintah mengemukakan redenominasi rupiah dinilai belum bisa diterapkan dalam waktu dekat, terutama di tengah perekonomian saat ini yang belum stabil,” jelasnya.

Ibrahim memperkirakan rupiah pada Jumat (7/11/2025) bergerak fluktuatif, namun bakal ditutup melemah di rentang Rp 16.700 – Rp 16.750 per dolar AS.

Rupiah Spot Dibuka Menguat 0,15% di Level Rp16.692 Per Dolar AS Pagi Ini

Rupiah Spot
Rupiah spot dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat(AS) pagi ini di pasar spot di perdagangan Kamis (6/11/2025)

Pada perdagangan Kamis (6/11/2025) rupiah spot dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat(AS) pagi ini di pasar spot.

Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, rupiah spot dibuka di level Rp 16.692 per dolar AS pada pukul 19.10 WIB.

Rupiah spot tercatat menguat 0,15% dibandingkan harga penutupan Rabu (5/11/2025) yang berada di level 16.717 per dolar AS.

Sebelumnya, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, dolar AS masih dalam tren penguatan karena dipicu ketidakpastian pemangkasan suku bunga the Federal Reserve ke depannya.

Rupiah juga terseret rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal III-2025.

Baca Juga  Rupiah Spot Bergerak Fluktuatif Melemah 0,24% Dalam Sepekan Dipengaruhi Beragam Sentimen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 mencapai 5,04%. Kenaikan itu lebih rendah bila dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II-2025 yang sebesar 5,12%.

“Investor juga tengah menantikan data pekerjaan automatic data processing (ADP) nonfarm employment dan survei Institute of Supply Management (ISM) non-manufacturing,” ujar Lukman.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah pada Kamis (6/11) akan bergerak fluktuatif, tapi ditutup melemah di rentang Rp 16.710–Rp 16.760 per dolar AS.

Analis Pasar: Rupiah Spot Bakal Melemah Direntang Rp16.710–Rp16.760 Per Dolar AS

Rupiah Spot
rupiah spot terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah usai rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025.

Pada perdagangan Rabu (5/11/2025) rupiah spot terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah usai rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025.

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,05% secara harian ke level Rp 16.717 per dolar AS.

Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah melemah 0,02% secara harian ke posisi Rp 16.729 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah sempat menguat, namun tetap ditutup melemah terhadap dolar AS yang masih melanjutkan penguatan.

Penguatan dolar AS ini dipicu ketidakpastian pemangkasan suku bunga The Fed ke depannya.

Rupiah sempat bangkit setelah data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 yang lebih baik dari perkiraan.

“Dolar AS sendiri masih perkasa, investor menantikan data pekerjaan Automatic Data Processing (ADP) Nonfarm Employment dan survey Institute of Supply Management (ISM) non-manufacturing,” ujar Lukman.

Lukman memperkirakan rupiah pada Kamis (6/11/2025) akan kembali tertekan di rentang Rp 16.550 – Rp 16.750 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi oleh rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2025 yang mencapai 5,04%. Pertumbuhan tersebut lebih lambat bila dibandingkan kuartal II 2025 yang tumbuh 5,12%.

Ibrahim menyebut, dolar AS terus menguat sejak pekan lalu, setelah The Fed menyatakan pemotongan suku bunga pada Desember 2025 belum pasti.

“Market memperkirakan peluang sebesar 69,8% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember, dan peluang sebesar 30,2% untuk mempertahankan suku bunga, menurut CME Fedwatch,” ujar Ibrahim.

Ibrahim memperkirakan rupiah pada Kamis (6/11/2025) bergerak fluktuatif, namun bakal ditutup melemah direntang Rp 16.710 – Rp 16.760 per dolar AS.