Topikseru.com – Sejumlah pedagang di pasar tradisional Kota Medan mengeluhkan menurunnya transaksi jual beli di tengah meningkatnya harga kebutuhan pokok. Fenomena ini dinilai sejalan dengan tekanan terhadap daya beli masyarakat yang terus menurun.
Gunawan Benjamin, pengamat ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), menyoroti faktor bertambahnya jumlah pekerja informal di sektor perdagangan bahan pokok sebagai salah satu pemicu kondisi ini.
“Di lapangan terlihat peningkatan pedagang sayur mayur dan kebutuhan pokok lain yang membuka usaha secara mandiri. Ini memengaruhi perputaran ekonomi di pasar tradisional,” kata Gunawan kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).
Gunawan menambahkan, penurunan daya beli ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, di mana konsumsi rumah tangga pada kuartal III 2025 mengalami kontraksi sebesar 0,26 persen.
Menurutnya, penurunan konsumsi masyarakat berdampak langsung pada omzet pedagang tradisional.
Keluhan pedagang juga muncul dari Torong Surbakti, pedagang sayur mayur di Pasar Petisah, Kecamatan Medan Petisah. Dia menyebut lonjakan harga pangan membuat aktivitas jual beli semakin sepi.
“Harga pangan tinggi semua, masyarakat sulit membeli. Kondisi ini membuat pasar semakin lengang,” ujar Torong.
Para pedagang berharap adanya perhatian pemerintah dalam menstabilkan harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat pulih, sekaligus mendukung keberlangsungan usaha mikro di pasar tradisional.
Fenomena turunnya transaksi ini menandai tantangan ekonomi yang harus diantisipasi menjelang akhir tahun, mengingat pasar tradisional menjadi tulang punggung distribusi kebutuhan pokok di Sumatera Utara.









