BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin (BTC) Melorot 1,88 Persen Bertengger di Level USD101.557 Atau Setara Rp1,69 Miliar Per Koin

×

Harga Bitcoin (BTC) Melorot 1,88 Persen Bertengger di Level USD101.557 Atau Setara Rp1,69 Miliar Per Koin

Sebarkan artikel ini
Bitcoin
harga Bitcoin (BTC) berpotensi anjlok hampir 50% jika tren penurunan dalam sebulan terakhir berlanjut, menurut analis Bloomberg, Mike McGlone.

Ringkasan Berita

  • Di sisi lain, Cathie Wood dari ARK Invest memangkas proyeksi jangka panjangnya untuk Bitcoin sebesar USUS$300.000, da…
  • Melansir data Coinmarketcap, harga Bitcoin (BTC) selaku kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar turun 1,88 persen d…
  • “Pergerakan Bitcoin sejauh ini masih tergolong normal, menyerupai pola koreksi setelah reli panjang seperti yang te…

Topikseru.com – Pada perdagangan harga Bitcoin (BTC) berpotensi anjlok hampir 50% jika tren penurunan dalam sebulan terakhir berlanjut, menurut analis Bloomberg, Mike McGlone.

Melansir data Coinmarketcap, harga Bitcoin (BTC) selaku kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar turun 1,88 persen dalam 24 jam terakhir. Menjadi senilai USD 101.557 per koin atau setara Rp 1,69 miliar (kurs Rp 16.700 per dolar AS).

Dalam unggahan di X pada Kamis (7/11/2025), McGlone menyebut bahwa level US$100.000 bisa menjadi “speed bump menuju US$56.000”, menandai potensi koreksi menuju rata-rata pergerakan 48 bulan di kisaran level tersebut.

“Pergerakan Bitcoin sejauh ini masih tergolong normal, menyerupai pola koreksi setelah reli panjang seperti yang terjadi pada 2025,” ujar McGlone dilansir dari Cointelegraph Jumat (7/11/2025).

Sebagai informasi, mengambil data Coinmarketcap pukul 09.39 WIB, harga Bitcoin di level US$101.503 atau turun 1,62% dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga  Harga Bitcoin Gagal Menembus US$110 Ribu Tertahan Dentimen Inflasi dan Regulasi Amerika Serikat

Namun, sejumlah analis menilai penurunan harga Bitcoin di bawah US$100.000 pada 4 November lalu kemungkinan sudah menandai titik terendah (local bottom).

Berdasarkan data CoinMarketCap, BTC sempat jatuh ke US$98.000 sebelum kembali naik tipis ke sekitar US$101.380.

Tim riset XWIN Research Japan mencatat, rasio Market Value to Realized Value (MVRV) Bitcoin—indikator yang mengukur apakah aset overvalued atau tidak—telah turun ke level yang secara historis menandai fase dasar harga.

Firma analisis on-chain Glassnode juga menyebut pelemahan kali ini masih tergolong koreksi wajar dalam siklus pasar.

“Tingkat Relative Unrealized Loss saat ini hanya sekitar 3,1%, jauh lebih rendah dibanding periode bear market 2022–2023 yang menembus level ekstrem. Selama berada di bawah 5%, pasar masih tergolong stabil dan belum menunjukkan tanda-tanda panik,” tulis laporan Glassnode.

Sementara itu, CEO Sigma Capital Vineet Budki memperkirakan Bitcoin masih bisa terkoreksi hingga 65%-70% dalam dua tahun mendatang.

Di sisi lain, Cathie Wood dari ARK Invest memangkas proyeksi jangka panjangnya untuk Bitcoin sebesar USUS$300.000, dari sebelumnya USUS$1,5 juta menjadi USUS$1,2 juta pada 2030.

Ia memperingatkan bahwa meningkatnya penggunaan stablecoin di pasar negara berkembang mulai mengikis peran Bitcoin sebagai penyimpan nilai (store of value).