Topikseru.com – Pada perdagangan Senin (10/11/2025) pukul 7:00 WIB harga kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam di mana mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona hijau.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali menguat. Bitcoin naik 2,06 persen dalam 24 jam, tetapi masih melemah 5,56 persen sepekan.
Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 104.397 per koin atau setara Rp 1,74 miliar (asumsi kurs Rp 16.685 per dolar AS).
Ethereum (ETH) turut menguat. ETH naik 4,88 persen sehari terakhir, tetapi masih melemah 8,56 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 59,5 juta per koin.
Harga kripto hari ini selanjutnya, Binance coin (BNB) kembali menguat. Dalam 24 jam terakhir BNB naik tipis 0,60 persen, tetapi masih melemah 8 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 16,59 juta per koin.
Kemudian Cardano (ADA) kembali berada di zona hijau. ADA menguat 1,62 persen dalam sehari, tetapi masih melemah 5,24 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 9.625 per koin.
Adapun Solana (SOL) kembali menguat. SOL naik 3,94 persen dalam sehari, tetapi masih melemah 12,63 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,73 juta per koin.
XRP kembali berada di zona hijau. XRP naik 3,38 persen dalam sehari terakhir, tetapi masih melemah 6,32 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 39.440 per koin.
Koin Meme Dogecoin (DOGE) kembali menguat. Dalam satu hari terakhir DOGE naik 1,75 persen, tetapi masih melemah 3,73 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2.985 per token.
Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di level USD 1,00, keduanya sama-sama menguat masing-masing 0,06 dan 0,03 persen.
Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 3,53 triliun atau setara Rp 58.899 triliun, menguat sekitar 2,5 persen dalam sehari terakhir.
Sebelumnya, seorang pria berkebangsaan Portugal yang diduga menjadi otak di balik penipuan mata uang kripto dan kartu kredit internasional senilai sekitar UUSD 580 juta atau sekitar Rp 9,6 triliun (estimasi kurs RP 16.583 oer USD) telah ditangkap di Bangkok, Thailand.
Tersangka, yang diidentifikasi sebagai Pedro M. (39), ternyata tinggal di Thailand secara ilegal sejak tahun 2023.
Dikutip dari cryptonewsland, Minggu (5/10/2025), penangkapan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan otoritas Thailand untuk memberantas kejahatan terkait kripto di negara tersebut.
Penangkapan Pedro M. terjadi di sebuah pusat perbelanjaan mewah di Bangkok. Awalnya, seorang jurnalis Portugis yang sedang melakukan perjalanan pribadi mengenali Pedro secara tidak sengaja.
Jurnalis tersebut segera melaporkannya, dan polisi Thailand langsung bertindak cepat dengan menerjunkan lebih dari sepuluh petugas menyamar ke lokasi.
Petugas menemukan Pedro saat ia sedang menggunakan ponsel dan terlihat gugup. Untuk memastikan identitasnya, pihak berwenang menggunakan teknologi pengenalan wajah dan verifikasi biometrik.
Meskipun identitas lengkapnya belum dikonfirmasi resmi oleh pejabat Thailand, surat kabar lokal melaporkan bahwa Pedro M. diyakini adalah Pedro Mourato, yang pernah dikaitkan dengan kejahatan keuangan di media Portugal.
Pedro M. dituduh mendalangi skema penipuan besar-besaran yang mencakup beberapa negara di Eropa (termasuk Portugal), Filipina, dan Thailand.
Investigasi dari Portugal mengaitkannya dengan banyak kasus penipuan kripto dan kartu kredit.
Bahkan di Thailand, pihak berwenang mengatakan bahwa Pedro terus melakukan kegiatan ilegal, menipu investor lokal lebih dari satu juta baht (sekitar USD 30.800), meskipun status visanya sudah kedaluwarsa.
Catatan Interpol juga mengaitkan Pedro dengan kasus penipuan keuangan yang masih berjalan di berbagai yurisdiksi lain.
Pedro memasuki Thailand secara legal, tetapi ia gagal memperbarui visanya dan melaporkan tempat tinggalnya, sehingga statusnya menjadi imigran ilegal sejak tahun 2023.
Polisi Thailand mengonfirmasi bahwa Pedro telah menghindari surat perintah penangkapan sejak ia pertama kali tiba.
Pihak berwenang kini perlu menyelidiki seberapa luas jaringan penipuan yang ia operasikan di Asia Tenggara.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.












