BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Kembali Terduduk di Zona Merah Turun 24,72 Poin Sore Ini

×

IHSG Kembali Terduduk di Zona Merah Turun 24,72 Poin Sore Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah setelah sehari sebelumnya juga ditutup terkoreksi.

Topikseru.com – Pada perdagangan, Selasa (11/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah setelah sehari sebelumnya juga ditutup terkoreksi.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG terpangkas 0,29% atau 24,72 poin ke level 8.366,51 di pasar spot.

IHSG tertekan penurunan empat indeks sektoral dari total 11 sektor di BEI. Sektor yang turun paling dalam adalah keuangan 1,13%, barang konsumer primer 0,71%, teknologi 0,58% dan barang baku 0,21%.

Sementara sektor lainnya ditutup di zona hijau seperti energi 1,74%, disusul infrastruktur 1,47%, properti dan real estate 1,45%, transportasi 1,12%, perindustrian 0,87%, Kesehatan 0,73% dan barang konsumer primer 0,09%.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 70,77 miliar dengan nilai transaksi Rp 27,35 triliun. Ada 378 saham yang turun, 290 saham yang naik dan 147 saham yang stagnan.

Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) 4,93% ke Rp 1.350 per saham
2. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) 3,17% ke Rp 366 per saham
3. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 3,04% ke Rp 1.275 per saham

Top gainers di LQ45 adalah:
1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 32% ke Rp 198 per saham
2. PT Indosat Tbk (ISAT) 7,25% ke Rp 2.220 per saham
3. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) 3,62% ke Rp 1.430 per saham

IHSG Berbalik Arah Melemah 28,09 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan ditutup melemah 28,09 poin atau 0,33% ke 8.363,15 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Selasa (11/11/2025).

Sebanyak 263 saham naik, 409 saham turun dan 141 saham stagnan.

Tujuh indeks sektoral menguat, sedangkan empat indeks sektoral lainnya tergelincir ke zona merah, mengikuti pelemahan IHSG.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor perindustrian yang naik 1,39%, sektor transportasi naik 1,26% dan sektor teknologi yang naik 1,15%.

Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor keuangan yang turun 0,98%, sektor properti turun 0,71% dan sektor barang konsumen non siklikal yang turun 0,49%.

Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 43,63 miliar saham dengan total nilai Rp 15,44 triliun.

Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) (28%)
2. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (4,48%)
3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (3,65%)

Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) (-5,99%)
2. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) (-3,42%)
3. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) (-2,25%)

IHSG diperkirakan akan mengalami minor pullback akibat profit taking

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tipis 0,04% ke level 8.391,24 pada penutupan perdagangan Senin (10/11). Padahal, nyaris di sepanjang durasi perdagangan hari ini IHSG bergerak di zona hijau.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, koreksi yang terjadi pada IHSG relatif sejalan dengan yang sudah diprediksikan sebelumnya, di mana indeks saham tersebut memang rawan terkoreksi atau hanya bisa menguat terbatas pada hari ini.

Baca Juga  Analis Pasar: IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi dengan Level Support di 8.588 dan Resistance di 8.668

Dia menilai, sektor keuangan menjadi beban bagi pergerakan IHSG, meski kurs rupiah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini.

“Koreksi tersebut cukup wajar, mengingat IHSG telah rally dan mencatatkan all time high (ATH) terbarunya,” ujar dia.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menyatakan, IHSG sudah dalam posisi overbought atau jenuh beli, sehingga mengalami pelemahan pada awal pekan ini.

Padahal, optimisme akan membaiknya ekonomi nasional, perbaikan likuiditas, serta ekspektasi terhadap aksi korporasi beberapa emiten telah menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG.

IHSG pun sempat mendapat sentimen positif berkat realisasi Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang meningkat dari level 115 pada September 2025 menjadi 121,2 pada Oktober 2025.

Ini merupakan level tertinggi IKK sejak April 2025. Kenaikan IKK mengindikasikan masyarakat lebih optimistis dengan kondisi ekonomi nasional pada saat ini maupun masa depan.

Di sisi lain, mayoritas indeks bursa Asia ditutup menguat. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan China yang telah mencabut sejumlah pembatasan ekspor mineral penting dan material tanah jarang ke AS sebagai tanda bahwa kesepakatan dagang antar dua negara tadi masih berlaku.

Dari Eropa, pada Selasa (11/11) akan dirilis data tingkat pengangguran dari Inggris untuk bulan September 2025 yang diperkirakan naik ke level 4,9%, dibandingkan 4,8% pada Agustus 2025.

Jerman juga akan merilis data ZEW Economic Sentiment Indeks bulan November 2025 yang diperkirakan naik ke level 42,5, dibandingkan 39,3 pada Oktober 2025.

Secara teknikal, lanjut Alrich, histogram positif MACD semakin meningkat seiring dengan kenaikan momentum penguatan IHSG. Namun, Stochastic RSI berada di area overbought dan berpotensi membentuk Death Cross yang diiringi oleh peningkatan volume jual.

Alhasil, dalam jangka pendek IHSG diperkirakan akan mengalami minor pullback akibat profit taking.

“Namun, selama IHSG mampu bertahan di atas 8.300—8.340, diperkirakan kondisi bullish IHSG masih akan berlanjut,” tutur Alrich.

Alrich memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran 8.300—8.470 pada Selasa (11/11) hari ini. Beberapa saham dapat menjadi pilihan utama untuk esok hari, antara lain PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Central Omega Resources Tbk (DKFT), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

Di lain pihak, Herditya memperkirakan IHSG masih rawan mengalami koreksi pada esok hari dengan support di level 8.381 dan resistance di level 8.419. Ada beberapa saham yang bisa dicermati inveestor menurut Herditya, antara lain PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dengan target harga Rp 1.105—Rp 1.150 per saham, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) dengan target Rp 3.520—Rp 3.600 per saham, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan target Rp 935—Rp 1.030 per saham.