BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Ditutup Menguat 12,43 Poin Bertengger di Level 8.384,43 Siang Ini

×

IHSG Ditutup Menguat 12,43 Poin Bertengger di Level 8.384,43 Siang Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 12,43 poin atau 0,15% ke 8.384,43 di pasar spot di perdagangan sesi I hari ini, Jumat (14/11/2025)

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Jumat (14/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 12,43 poin atau 0,15% ke 8.384,43 di pasar spot.

Ada sebanyak 236 saham naik, 401 saham turun dan 174 saham stagnan.

Tiga indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan delapan indeks sektoral lainnya masuk zona merah.

Indeks sektoral yang menguat adalah sektor infrastruktur yang naik 1,30%, sektor properti naik 0,92% dan sektor transportasi yang naik 0,86%.

Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor perindustrian yang turun 1,20%, sektor kesehatan turun 0,98% dan sektor teknologi yang turun 0,74%.

Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 27,93 miliar saham dengan total nilai Rp 11,91 triliun.

Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) (4,38%)
2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (3,46%)
3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (2,15%)

Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) (-5,07%)
2. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) (-4,37%)
3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (-3,65%)

IHSG Dibuka Menguat 10,27 Bertengger di Level 8,377,75

IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 10,27 poin atau 0,13% ke 8,377,75 di perdagangan Jumat (14/11/2025)

Pada awal perdagangan Jumat (14/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 10,27 poin atau 0,13% ke 8,377,75.

Ada sebanyak 227 saham naik, 173 saham turun dan 212 saham stagnan.

Tujuh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan empat indeks sektoral lainnya masuk zona merah.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor infrastruktur yang naik 1,84%, sektor teknologi naik 0,26% dan sektor properti yang naik 0,18%.

Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor barang baku yang turun 0,49%, sektor barang konsumen siklikal yang turun 0,27% dan sektor perindustrian yang turun 0,42%.

Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,94 miliar saham dengan total nilai Rp 934,48 miliar.

Top gainers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 4,46%)
2. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (2,01%)
3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (1,34%)

Top losers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (-2,27%)
2. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) (-1,83%)
3. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) (-1,66%)

Baca Juga  Daftar 10 Saham Net Buy Terbesar Asing Dalam Sepekan

Analis Pasar: IHSG Masih Berpotensi Terkoreksi Terbatas dengan Level Support di 8.372

IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah di pasar spot. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG terkoreksi 0,20% atau 16,56 poin ke level 8.371,99 saat perdagangan tutup.

Pada perdagangan Rabu (12/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri di zona hijau dengan kenaikan 0,26% ke level 8.388,57.
Penguatan ini terjadi setelah dua hari sebelumnya IHSG terkoreksi akibat aksi ambil untung.

Kenaikan IHSG terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah ke Rp 16.717 per dolar AS.

Namun, sentimen positif dari perbaikan data ekonomi domestik dan stimulus pemerintah berhasil menopang laju pasar saham.

Menanggapi hal tersebut, Analis Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan tren suku bunga yang mulai menurun serta potensi stimulus tambahan dari pemerintah menjadi katalis positif bagi pasar.

“Bank Indonesia masih membuka peluang penurunan suku bunga acuan hingga 50 basis poin sampai Maret 2026. Hal ini bisa menjaga likuiditas dan mendorong aktivitas investasi,” ujarnya.

Selain faktor makroekonomi, maraknya aksi korporasi seperti buyback saham, pembagian dividen interim, rights issue, private placement, hingga akuisisi emiten turut memperkuat sentimen pasar.

Dari sisi global, pelaku pasar menanti rilis data pertumbuhan ekonomi Inggris kuartal III-2025 dan data produksi industri zona euro September 2025.

Kedua data tersebut diperkirakan menunjukkan perbaikan moderat yang dapat mempertahankan optimisme terhadap pemulihan ekonomi Eropa.

Secara teknikal, Alrich menilai IHSG masih berada di tren bullish jangka pendek hingga panjang. Indeks masih bergerak di atas MA5, MA20, dan MA50, serta didukung indikator MACD yang positif.

Namun, indikator Stochastic RSI menunjukkan area overbought dan IHSG mendekati upper Bollinger Band, sehingga potensi koreksi jangka pendek masih terbuka.

“IHSG berpotensi bergerak konsolidatif di kisaran 8.350–8.450. Jika menembus level 8.450 dengan volume yang cukup, peluang menuju level psikologis 8.500 terbuka,” kata Alrich.

Untuk perdagangan Kamis (13/11/2025), Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ELSA, INKP, TKIM, AKRA, dan MYOR.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih berpotensi terkoreksi terbatas dengan level support di 8.372 dan resistance di 8.415.

“Investor juga akan mencermati pidato The Fed yang dapat memberi arah baru bagi pasar,” ujarnya.

Herditya merekomendasikan saham ISAT di level Rp 2.300– Rp 2.370 per saham, JSMR Rp 3.660– Rp 3.760 per saham, dan WIRG Rp 134–Rp 155 per saham untuk perdagangan jangka pendek.