BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Kripto Tersungkur di Zona Merah di Perdagangan Kamis (20/11/2025): Bitcoin Turun 1,65 Persen dan Ethereum (ETH) Turun 3,28 Persen

×

Harga Kripto Tersungkur di Zona Merah di Perdagangan Kamis (20/11/2025): Bitcoin Turun 1,65 Persen dan Ethereum (ETH) Turun 3,28 Persen

Sebarkan artikel ini
Kripto
harga Bitcoin (BTC) kembali melemah. Bitcoin turun 1,65 persen dalam 24 jam dan 10,34 persen sepekan. Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 91.337 per koin atau setara Rp 1,52 miliar (asumsi kurs Rp 16.706 per dolar AS).

Ringkasan Berita

  • Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, harga Bitcoin (BTC) kembali melemah.
  • Bitcoin turun 1,65 persen dalam 24 jam dan 10,34 persen sepekan.
  • Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 50,3 juta per koin.

Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis (20/11/2025) harga kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam di mana mayoritas kripto jajaran teratas terpantau kembali berada di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, harga Bitcoin (BTC) kembali melemah. Bitcoin turun 1,65 persen dalam 24 jam dan 10,34 persen sepekan.

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 91.337 per koin atau setara Rp 1,52 miliar (asumsi kurs Rp 16.706 per dolar AS).

Ethereum (ETH) turut melemah. ETH turun 3,28 persen sehari terakhir dan 11,92 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 50,3 juta per koin.

Harga kripto hari ini yakni Binance coin (BNB) juga terkoreksi. Dalam 24 jam terakhir BNB merosot 4,11 persen dan 6,47 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 14,9 juta per koin.

Kemudian Cardano (ADA) kembali berada di zona merah. ADA terkoreksi 2,85 persen dalam sehari dan 15,64 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 7.733 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali melemah. SOL turun 3,17 persen dalam sehari dan 11,16 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,28 juta per koin.

XRP kembali berada di zona merah. XRP turun 4,86 persen dalam sehari terakhir dan 11,76 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 35.266 per koin.

Koin Meme Dogecoin (DOGE) turut melemah. Dalam satu hari terakhir DOGE ambles 4,35 persen dan 9,42 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2.585 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di level USD 1,00, keduanya sama-sama melemah masing-masing 0,22 dan 0,16 persen.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 3,11 triliun atau setara Rp 51.955 triliun, melemah sekitar 2,11 persen dalam sehari terakhir.

Sebelumnya, seorang analis senior Wall Street membuat pernyataan mengejutkan terkait masa depan Ethereum yang menuai pro dan kontra di kalangan pelaku pasar aset kripto global.

Baca Juga  Harga Bitcoin di Kisaran US$105.210 Dalam 24 Jam Terakhir Turun 0,26%

Ketua Eksekutif BitMine Immersion Technologies (BMNR) sekaligus Kepala Riset Fundstrat Global Advisors Tom Lee , menyatakan bahwa Ether yang merupakan aset kripto terbesar kedua di dunia, kini tengah memasuki fase “supercycle” yang berpotensi mengulang kesuksesan Bitcoin di 2017 dengan kenaikan hingga 100 kali lipat.

Dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (18/11/2025), Lee mengakui perjalanan Bitcoin menuju puncaknya tidaklah mulus. Aset kripto nomor satu di dunia itu mengalami enam kali koreksi dengan penurunan lebih dari 50%, bahkan tiga kali anjlok lebih dari 75% selama 8,5 tahun terakhir.

“Volatilitas di pasar kripto sebenarnya mencerminkan pasar yang sedang ‘mendiskon’ masa depan yang sangat besar,” ujar Lee dalam cuitannya.

Analis yang juga menjabat sebagai Chief Investment Officer Fundstrat Capital itu menekankan bahwa investor harus mampu bertahan melewati “momen-momen eksistensial” untuk meraih keuntungan maksimal dari siklus pasar kripto.

Dilansir dari Yahoo Finance, pernyataan tersebut mendapat tanggapan kritis. Seorang influencer terkemuka yang dikenal dengan akun “The Bitcoin Therapist” mempertanyakan utilitas Ether yang dianggap tidak jauh berbeda dengan ratusan koin kripto lainnya.

Ia juga mempertanyakan keunggulan Ethereum di luar penetrasi pasar dan meragukan bahwa lembaga keuangan tradisional benar-benar akan menggunakan Ethereum untuk beroperasi pada sistem perdagangan mereka.

“Saya tidak akan pernah mau menyimpan aset saya di blockchain Ethereum,” tulisnya tegas.

Lee tidak memberikan target waktu maupun patokan valuasi spesifik untuk pernyataan Ether-nya. Ia hanya memberikan peringatan bahwa “jalur menuju atas bukanlah hal yang mudah.”

Pernyataan Lee turut melanjutkan pandangan jangka panjangnya bahwa siklus kripto dapat memberikan imbal hasil luar biasa bagi investor yang sabar, meskipun harus melewati periode penurunan tajam di tengah jalan.

Ke depan, pertumbuhan berkelanjutan dalam aktivitas on-chain di jaringan Ethereum dan Layer-2-nya akan menjadi bukti dari pernyataan Lee.

Selain itu, ekspansi pihak institusional dalam penerapan praktis menjadi indikator kunci apakah Ether benar-benar mampu meniru kesuksesan Bitcoin atau hanya akan menjadi prediksi yang meleset.

Pasar kini menunggu perkembangan lebih lanjut untuk melihat apakah pernyataan kontroversial ini akan terbukti atau justru menjadi catatan yang meleset dalam sejarah investasi aset digital.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Redaksi tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.