BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Menguat Tipis 0,006% Berdiri di Level Rp16.735 Per Dolar AS Pagi Ini

×

Rupiah Spot Menguat Tipis 0,006% Berdiri di Level Rp16.735 Per Dolar AS Pagi Ini

Sebarkan artikel ini
Rupiah
rupiah spot menguat tipis 0,006% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.736 per dolar AS di awal perdagangan hari ini. Jumat (21/11/2025)

Ringkasan Berita

  • Jumat (21/11/2025) rupiah spot bergerak tipis dibuka di level Rp 16.735 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.
  • Ini membuat rupiah spot menguat tipis 0,006% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.736 per d…
  • Sementara kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) melemah 0,06% ke Rp16.742 per dolar AS dari posisi sebelum…

Topikseru.com – Pada awal perdagangan hari ini. Jumat (21/11/2025) rupiah spot bergerak tipis dibuka di level Rp 16.735 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Ini membuat rupiah spot menguat tipis 0,006% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.736 per dolar AS.

Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan kecenderungan menguat. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,29%.

Selanjutnya ada won Korea Selatan terkerek 0,11% dan yuan China menanjak 0,07%. Disusul, dolar Singapura yang terangkat 0,05%.

Berikutnya, baht Thailand yang naik 0,03% dan yen Jepang menguat tipis 0,006% di pagi ini.

Sementara itu, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,26%.

Kemudian ada dolar Hongkong yang turun 0,03% dan peso Filipina yang melemah tipis 0,007% terhadap the greenback.

Analis Pasar: Pergerakan Rupiah Spot Dalam Sebulan ke Depan Akan Tetap Volatile

Rupiah
rupiah pasar spot ditutup melemah 0,17% ke Rp 16.736 per dolar AS. Sementara kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) melemah 0,06% ke Rp16.742 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.732 per dolar AS pada Rabu (19/11/2025).

Pada perdagangan Kamis (20/11/2025) rupiah spot kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Mengutip data Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup melemah 0,17% ke Rp 16.736 per dolar AS. Sementara kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) melemah 0,06% ke Rp16.742 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.732 per dolar AS pada Rabu (19/11/2025).

Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) menguat 0,07% ke 100,300 per Kamis (20/11/2025) pukul 19.11 WIB.

Baca Juga  Analis Pasar: Rupiah Diproyeksikan Bergerak di Rentang Rp16.636–Rp16.650 Per Dolar AS

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah ke level Rp 16.700 merupakan batas psikologis yang kini diamati ketat oleh otoritas moneter.

“Level Rp 16.700 per dolar AS menjadi perhatian bagi BI, mendekati Rp 17.000. Ada buffer Rp 300 agar tidak menembus Rp 17.000 yang bisa memberikan sentimen semakin membebani,” ujar Lukman

Ia memproyeksikan pergerakan rupiah dalam sebulan ke depan akan tetap volatile, seiring rilis data ekonomi AS yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintah.

“Data-data tersebut bisa tidak akurat dan direvisi, sehingga pasar kehilangan arah. Saat ini The Fed lebih condong bertahan, sehingga rupiah tidak akan jauh dari level sekarang. Tetapi jika ada pemangkasan suku bunga, rupiah bisa menguat hingga Rp 16.500 per dolar AS,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, memperkirakan rupiah pada perdagangan berikutnya akan bergerak datar dengan kecenderungan melemah terbatas.

“Rupiah berpotensi fluktuatif di kisaran Rp16.650–Rp16.800 per dolar AS,” ujarnya.

Sutopo menegaskan bahwa rilis Nonfarm Payrolls (NFP) AS menjadi penentu arah rupiah dalam jangka pendek.

“Jika NFP lebih kuat dari perkiraan, dolar akan menguat lebih lanjut dan menekan rupiah mendekati Rp16.800. Sebaliknya, jika NFP lemah, rupiah berpeluang kembali menguji Rp 16.700,” katanya.

Kondisi risk-off global serta DXY yang berada di level tertinggi enam bulan juga membuat rupiah sulit menguat signifikan.

Di sisi domestik, Sutopo menilai keputusan BI menjaga suku bunga serta surplus transaksi berjalan kuartal III-2025 memberikan penyangga penting bagi rupiah. Meski begitu ia mengakui sentimen global tetap mendominasi.

“Fundamental domestik mungkin akan kesulitan menahan tekanan penguatan dolar yang sangat kuat di pasar global,” ujarnya.