BursaEkonomi dan Bisnis

Analis Pasar: Pergerakan Rupiah Pekan Depan akan Cenderung Terbatas di Rentang Rp16.650–Rp16.775 Per Dolar AS

×

Analis Pasar: Pergerakan Rupiah Pekan Depan akan Cenderung Terbatas di Rentang Rp16.650–Rp16.775 Per Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Rupiah
rupiah spot kembali menguat pada akhir pekan. Mengutip data Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup naik 0,12% ke Rp16.716 per dolar AS di pasar spot.

Ringkasan Berita

  • Sejalan dengan itu, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga terapresiasi 0,14% ke Rp16.719 per dolar AS, dar…
  • Mengutip data Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup naik 0,12% ke Rp16.716 per dolar AS di pasar spot.
  • Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi kombinasi tekanan global.

Topikseru.com – Pada perdagangan Jumat (21/11/2025) rupiah spot kembali menguat pada akhir pekan. Mengutip data Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup naik 0,12% ke Rp16.716 per dolar AS di pasar spot.

Sejalan dengan itu, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga terapresiasi 0,14% ke Rp16.719 per dolar AS, dari posisi Kamis (20/11) di Rp16.742 per dolar AS.

Sepanjang pekan, rupiah bergerak fluktuatif di tengah dominasi sentimen eksternal.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi kombinasi tekanan global.

“The Fed yang hawkish, rilis data ekonomi AS pasca berakhirnya shutdown, serta gejolak pasar ekuitas terkait bubble AI turut menekan rupiah,” ujar Lukman.

Dari sisi domestik, dukungan sempat muncul dari data likuiditas perekonomian.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai pertumbuhan uang beredar dan Aktiva Dalam Negeri Bersih (ADNB) memberi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi.

Baca Juga  Rupiah Spot Melemah Tipis 0,03% Dibuka di Level Rp16.424 Per Dolar AS Pagi Ini

“Apresiasi rupiah didukung oleh data uang beredar BI yang tetap tumbuh positif,” jelas Josua.

Kendati demikian, rupiah secara keseluruhan hanya terapresiasi tipis sekitar 0,02% dalam sepekan. Josua menyebut kondisi ini wajar mengingat ketidakpastian global meningkat setelah rilis ulang data pasar tenaga kerja AS yang menunjukkan sinyal beragam.

Selain itu, tertundanya sejumlah data penting akibat shutdown AS membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember belum solid.

Prospek pekan depan

Lukman memperkirakan rupiah masih rawan tekanan karena minimnya katalis baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kemungkinan akan dirilis data PCE AS yang tertunda. Jika pasar ekuitas kembali turun, rupiah bisa terbebani,” tuturnya.

Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp16.600–Rp16.900 per dolar AS.

Sementara itu, Josua menilai pergerakan rupiah pekan depan akan cenderung terbatas, yakni di rentang Rp16.650–Rp16.775 per dolar AS, sangat bergantung pada arah data ekonomi AS dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed menjelang FOMC Desember.