Ringkasan Berita
- Total volume perdagangan mencapai 4,1 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,25 triliun.
- Delapan indeks sektoral menopang penguatan IHSG pagi ini, dengan tiga sektor utama sebagai pendorong: IDX-Cyclic naik…
- Australia: S&P/ASX 200 +0,94%, terdorong saham Qube yang melonjak hampir 20% setelah tawaran akuisisi oleh Macqua…
Topikseru.com – Pada awal perdagangan Senin (24/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertengger di zona hijau
Mengutip data RTI pukul 09.11 WIB, IHSG naik 0,35% atau 29,39 poin ke level 8.443,74, dengan 287 saham menguat, 202 saham melemah, dan 192 saham stagnan.
Total volume perdagangan mencapai 4,1 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,25 triliun.
Delapan indeks sektoral menopang penguatan IHSG pagi ini, dengan tiga sektor utama sebagai pendorong: IDX-Cyclic naik 1,39%, IDX-Infra naik 1,20%, dan IDX-Techno naik 0,94%.
Saham top gainers LQ45:
PT Indosat Tbk (ISAT) +4,85% ke Rp 2.160
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) +2,36% ke Rp 2.600
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) +1,98% ke Rp 1.290
Saham top losers LQ45:
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) -1,32% ke Rp 2.240
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) -1,04% ke Rp 1.430
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) -1,03% ke Rp 960
Penguatan pasar pagi ini sejalan dengan sentimen positif dari Asia-Pasifik, menyusul pernyataan Presiden Federal Reserve New York, John Williams, yang membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
Saat ini, target suku bunga acuan Fed berada di kisaran 3,75%–4,00%, dan pasar memprediksi peluang pemangkasan sebesar 0,25% pada pertemuan Fed Desember mendatang sekitar 70%, menurut CME FedWatch Tool.
Pasar Asia sebelumnya sempat turun pekan lalu karena aksi jual saham teknologi, termasuk Softbank, Samsung Electronics, dan Baidu.
Namun, pagi ini beberapa indeks utama kembali menguat: Korea Selatan: Kospi +1,13%, Kosdaq -0,41%.
Australia: S&P/ASX 200 +0,94%, terdorong saham Qube yang melonjak hampir 20% setelah tawaran akuisisi oleh Macquarie Asset Management senilai AU$ 11,6 miliar. BHP naik 0,4% setelah batal merger dengan Anglo American.
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,06% dan CSI 300 China Daratan naik 0,16%. Sementara itu, pasar Jepang libur pada hari ini.
Analis Pasar: IHSG Diperkirakan Kembali Menghijau di Perdagangan Senin (24/11/2025)
Pada perdagangan Senin (24/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguat di pasar spot.
Setelah menutup pekan lalu dengan penguatan tipis, pelaku pasar kini menanti sederet katalis global dan domestik yang berpotensi menggerakkan indeks.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada awal pekan. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak dalam rentang support 8.335-8.366 dan resistance 8.442-8.478.
Menurut Reza, sentimen global pada pekan ini akan banyak dipengaruhi oleh rilis Producer Price Index (PPI) dan penjualan ritel Amerika Serikat.
Kedua data ini menjadi acuan penting bagi pasar untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed.
“Jika datanya lebih tinggi dari ekspektasi, narasi hawkish bisa menguat. Sebaliknya, jika melemah, pasar bisa kembali melihat peluang pelonggaran,” ujarnya.
Selain itu, ketegangan geopolitik antara Jepang dan Cina juga masih perlu dicermati.
Reza menilai dinamika tersebut dapat menambah volatilitas pasar Asia dalam jangka pendek.
Dari sisi domestik, fokus investor akan tertuju pada sejumlah aksi korporasi emiten besar, mulai dari right issue hingga aksi akuisisi.
Reza menyebut sentimen ini masih cukup dominan dan dapat menjadi pendorong pergerakan sektor-sektor tertentu.
“Rebalancing MSCI pada November 2025 juga berpotensi menambah volatilitas, khususnya pada saham-saham yang masuk atau keluar indeks,” kata dia.
Untuk sektor pilihan, Reza menilai saham perbankan, CPO, serta emiten yang tengah melakukan aksi korporasi berpotensi memimpin penguatan IHSG dalam waktu dekat.
Ketiganya dinilai memiliki katalis kuat yang relevan dengan kondisi pasar saat ini.
Reza menyarankan investor tetap memperhatikan momentum rilis data global dan pergerakan aliran dana menjelang rebalancing MSCI.
Strategi akumulasi bertahap pada saham berfundamental kuat dinilai masih optimal, khususnya pada sektor yang sensitif terhadap likuiditas dan sentimen jangka pendek.
“Pekan ini volatilitas bisa meningkat, jadi momentum pergerakan cepat dapat dimanfaatkan untuk trading terukur,” tutup Reza.













