BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Bergerak di Zona Hijau Naik 70,96 Poin Bersandar di Level 8.485,31 Siang Ini

×

IHSG Bergerak di Zona Hijau Naik 70,96 Poin Bersandar di Level 8.485,31 Siang Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG
IHSG naik 0,84% atau 70,96 poin ke level 8.485,31. Sebanyak 351 saham menguat, 270 saham melemah, dan 189 saham stagnan.

Ringkasan Berita

  • Mengutip data RTI, IHSG naik 0,84% atau 70,96 poin ke level 8.485,31.
  • Sebanyak 351 saham menguat, 270 saham melemah, dan 189 saham stagnan.
  • Total volume perdagangan tercatat 24,2 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,25 triliun.

Topikseru.com – Sepanjang perdagangan sesi pertama, Senin (24/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau siang ini.

Mengutip data RTI, IHSG naik 0,84% atau 70,96 poin ke level 8.485,31. Sebanyak 351 saham menguat, 270 saham melemah, dan 189 saham stagnan.

Total volume perdagangan tercatat 24,2 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 12,25 triliun.

Sebelas indeks sektoral mendukung penguatan IHSG, dengan tiga sektor utama menjadi pendorong, yaitu IDX-Cyclic (+2,32%), IDX-Techno (+1,88%), dan IDX-Infra (+1,81%).

Saham Top Gainers LQ45:

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 5,41% ke Rp 6.825
PT Indosat Tbk (ISAT) naik 5,34% ke Rp 2.170
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 4,69% ke Rp 67

Saham Top Losers LQ45:

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 3,70% ke Rp 2.600
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 2,85% ke Rp 2.390
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 2,48% ke Rp 1.180

Kabar menarik datang dari PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Perusahaan menunjuk Hans Patuwo sebagai Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO), menggantikan Patrick Sugito Walujo yang mengundurkan diri efektif per 24 November 2025.

Langkah ini menandai fase baru pertumbuhan GOTO menuju profitabilitas berkelanjutan. Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO juga menyampaikan pengunduran diri beberapa anggota Direksi dan Komisaris lainnya.

Di pasar Asia-Pasifik, sentimen global positif setelah pernyataan John Williams, Presiden Federal Reserve New York, yang membuka kemungkinan pemotongan suku bunga ketiga tahun ini.

Williams menekankan bahwa kelemahan pasar tenaga kerja saat ini menjadi risiko ekonomi lebih besar dibanding inflasi tinggi.

Saat ini, target suku bunga Fed berada di kisaran 3,75%–4,00%, dan pasar memproyeksikan peluang 70% untuk pemotongan 0,25 persen pada pertemuan Fed berikutnya, 9–10 Desember 2025.

Pekan lalu, pasar Asia turun karena aksi ambil untung di saham teknologi. Namun, pada perdagangan Senin, beberapa bursa utama rebound:

Kospi Korea Selatan naik 1,56%, sementara Kosdaq sedikit melemah. Samsung Electronics melonjak lebih dari 4,4%.

S&P/ASX 200 Australia naik 1,12% setelah Jumat lalu turun 1,59%. Saham logistik Qube melonjak hampir 20% setelah tawaran akuisisi senilai 11,6 miliar AUD dari Macquarie Asset Management. Mining giant BHP juga naik 0,4% setelah mengumumkan batal merger dengan Anglo American.

Hang Seng Hong Kong naik 1,41% didorong sektor teknologi dan kesehatan, sementara CSI 300 China mainland bergerak datar.

Pasar Jepang tutup untuk libur nasional.

IHSG Naik 29,39 Poin Berdiri di Level 8.443,74 di Awal Perdagangan Senin (24/11/2025)

Pada awal perdagangan Senin (24/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertengger di zona hijau

Mengutip data RTI pukul 09.11 WIB, IHSG naik 0,35% atau 29,39 poin ke level 8.443,74, dengan 287 saham menguat, 202 saham melemah, dan 192 saham stagnan.

Total volume perdagangan mencapai 4,1 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,25 triliun.

Delapan indeks sektoral menopang penguatan IHSG pagi ini, dengan tiga sektor utama sebagai pendorong: IDX-Cyclic naik 1,39%, IDX-Infra naik 1,20%, dan IDX-Techno naik 0,94%.

Baca Juga  IHSG Menghijau Pagi Ini di Perdagangan Kamis (28/8/2025): IDX Sektor Barang Baku Naik 1,09%

Saham top gainers LQ45:

PT Indosat Tbk (ISAT) +4,85% ke Rp 2.160
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) +2,36% ke Rp 2.600
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) +1,98% ke Rp 1.290

Saham top losers LQ45:

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) -1,32% ke Rp 2.240
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) -1,04% ke Rp 1.430
PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) -1,03% ke Rp 960

Penguatan pasar pagi ini sejalan dengan sentimen positif dari Asia-Pasifik, menyusul pernyataan Presiden Federal Reserve New York, John Williams, yang membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Saat ini, target suku bunga acuan Fed berada di kisaran 3,75%–4,00%, dan pasar memprediksi peluang pemangkasan sebesar 0,25% pada pertemuan Fed Desember mendatang sekitar 70%, menurut CME FedWatch Tool.

Pasar Asia sebelumnya sempat turun pekan lalu karena aksi jual saham teknologi, termasuk Softbank, Samsung Electronics, dan Baidu.

Namun, pagi ini beberapa indeks utama kembali menguat: Korea Selatan: Kospi +1,13%, Kosdaq -0,41%.

Australia: S&P/ASX 200 +0,94%, terdorong saham Qube yang melonjak hampir 20% setelah tawaran akuisisi oleh Macquarie Asset Management senilai AU$ 11,6 miliar. BHP naik 0,4% setelah batal merger dengan Anglo American.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,06% dan CSI 300 China Daratan naik 0,16%. Sementara itu, pasar Jepang libur pada hari ini.

Analis Pasar: IHSG Diperkirakan Kembali Menghijau di Perdagangan Senin (24/11/2025)

Pada perdagangan Senin (24/11/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali menguat di pasar spot.

Setelah menutup pekan lalu dengan penguatan tipis, pelaku pasar kini menanti sederet katalis global dan domestik yang berpotensi menggerakkan indeks.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menilai IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada awal pekan. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak dalam rentang support 8.335-8.366 dan resistance 8.442-8.478.

Menurut Reza, sentimen global pada pekan ini akan banyak dipengaruhi oleh rilis Producer Price Index (PPI) dan penjualan ritel Amerika Serikat.

Kedua data ini menjadi acuan penting bagi pasar untuk membaca arah kebijakan suku bunga The Fed.

“Jika datanya lebih tinggi dari ekspektasi, narasi hawkish bisa menguat. Sebaliknya, jika melemah, pasar bisa kembali melihat peluang pelonggaran,” ujarnya.

Selain itu, ketegangan geopolitik antara Jepang dan Cina juga masih perlu dicermati.

Reza menilai dinamika tersebut dapat menambah volatilitas pasar Asia dalam jangka pendek.

Dari sisi domestik, fokus investor akan tertuju pada sejumlah aksi korporasi emiten besar, mulai dari right issue hingga aksi akuisisi.

Reza menyebut sentimen ini masih cukup dominan dan dapat menjadi pendorong pergerakan sektor-sektor tertentu.

“Rebalancing MSCI pada November 2025 juga berpotensi menambah volatilitas, khususnya pada saham-saham yang masuk atau keluar indeks,” kata dia.

Untuk sektor pilihan, Reza menilai saham perbankan, CPO, serta emiten yang tengah melakukan aksi korporasi berpotensi memimpin penguatan IHSG dalam waktu dekat.

Ketiganya dinilai memiliki katalis kuat yang relevan dengan kondisi pasar saat ini.

Reza menyarankan investor tetap memperhatikan momentum rilis data global dan pergerakan aliran dana menjelang rebalancing MSCI.

Strategi akumulasi bertahap pada saham berfundamental kuat dinilai masih optimal, khususnya pada sektor yang sensitif terhadap likuiditas dan sentimen jangka pendek.

“Pekan ini volatilitas bisa meningkat, jadi momentum pergerakan cepat dapat dimanfaatkan untuk trading terukur,” tutup Reza.