BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Menguat 0,25% Ditutup di level Rp16.657 Per Dolar AS Sore Ini

×

Rupiah Spot Menguat 0,25% Ditutup di level Rp16.657 Per Dolar AS Sore Ini

Sebarkan artikel ini
Rupiah
rupiah spot ditutup pada level Rp16.657 per dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,25% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.699 per dolar AS.

Ringkasan Berita

  • Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,45%, disusul rupiah yang menguat 0,25%, baht Thailand menguat 0,16%, ye…
  • Di Asia,mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS sore ini.
  • Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 100,15, naik…

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan Selasa (25/11/2025) rupiah spot ditutup pada level Rp16.657 per dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,25% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.699 per dolar AS.

Di Asia,mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS sore ini. Won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,45%, disusul rupiah yang menguat 0,25%, baht Thailand menguat 0,16%, yen Jepang menguat 0,14%.

Dolar Singapura menguat 0,14%, yuan China menguat 0,11%, dolar Hong Kong menguat 0,08%, ringgit Malaysia menguat 0,07% dan dolar Taiwan yang menguat 0,003% terhadap dolar AS.

Sedangkan peso Filipina dan rupee India melemah terhadap dolar AS sore ini dengan pelemahan masing-masing 0,06% dan 0,003%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 100,15, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 100,14.

Rupiah Spot Tampil Perkasa Menguat 0,18% Berada Level Rp16.669 Per Dolar AS

Rupiah Spot
rupiah menguat 0,18% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.699 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia

Pada awal perdagangan hari ini. Selasa (25/11/2025) rupiah spot di pasar spot langsung tampil perkasa dibuka di level Rp 16.669 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat 0,18% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.699 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan hampir seluruh mata uang di Asia.

Hingga pukul 09.01 WIB, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,22%. Disusul, won Korea Selatan melonjak 0,18%.

Selanjutnya ada yen Jepang yang terkerek 0,17%. Lalu, yuan China dan dolar Singapura yang sama-sama menanjak 0,06%.

Berikutnya, baht Thailand yang terapresiasi 0,05% dan dolar Hongkong naik 0,04%. Diikuti, dolar Taiwan yang menguat 0,03%.

Sementara itu, peso Filipina menjadi satu-satunya mata uang yang melemah setelah turun tipis 0,002% terhadap the greenback.

Analis Pasar: Rupiah Bergerak Fluktuatif Dengan Rentang Rp16.690–Rp16.730 Per Dolar AS

Baca Juga  Rupiah Menguat 0,21% di Level Rp16.538 Per Dolar AS di Perdagangan Kamis (9/10/2025) Siang Ini
Rupiah Spot
rupiah spot diperkirakan masih rawan tertekan dan bergerak terbatas pada pekan depan, meski berhasil menguat tipis pada Jumat (21/11/2025).

Pada perdagangan Senin (24/11/2025) rupiah spot menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Berdasarkan data yang dilanisr dari Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup menguat 0,10% ke level Rp16.699 per dolar AS pada Senin (24/11). Senada dengan pergerakan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor).

Rupiah naik 0,06% ke level Rp16.709 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.719 per dolar AS pada Jumat (21/11).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai penguatan rupiah hari ini dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik.

Dari sisi eksternal, ia menyoroti pelemahan indeks dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember.

“Probabilitas penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin oleh Federal Reserve (Fed) pada bulan Desember melonjak menjadi sekitar 69% dari sekitar 44% seminggu sebelumnya, menurut CME FedWatch Tool,” ujar Ibrahim.

Sinyal campuran dari pejabat The Fed juga membuat investor berhati-hati jelang rilis data inflasi produsen (PPI) dan penjualan ritel AS.

Dari sisi domestik, Ibrahim menekankan bahwa stabilitas makro Indonesia masih menjadi penopang rupiah.

Ia mengutip penilaian IMF bahwa fondasi makro Indonesia tetap kuat dengan proyeksi pertumbuhan di kisaran 5%–5,8% pada 2025.

Serta bauran kebijakan fiskal–moneter yang dinilai menjaga ketahanan ekonomi.

Selain itu, Bank Indonesia disebut konsisten menjaga stabilitas eksternal dan inflasi yang terjaga, sehingga memperkuat persepsi positif terhadap rupiah.

Untuk perdagangan Selasa (25/11/2025), Ibrahim memperkirakan, rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah dengan rentang Rp16.690–Rp16.730 per dolar AS.

Sementara itu, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah hari ini didukung sentimen risk-on di pasar keuangan. “Rupiah menguat di tengah sentimen risk-on.

Langkah BI mempertahankan suku bunga dan surplus besar neraca transaksi berjalan dan yang pertama kali dalam 10 kuartal ikut mendukung,” ungkapnya.

Lukman memproyeksikan minimnya data ekonomi pada malam ini dan besok membuat rupiah lebih banyak bergerak mengikuti arah pasar ekuitas global.

Dengan demikian, ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.650–Rp16.750 per dolar AS pada perdagangan Selasa (25/11/2025).