BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Dibuka Menguat 17,20 Poin Duduk di Level 8.628,99 di Perdagangan Kamis (4/12/2025) Pagi Ini

×

IHSG Dibuka Menguat 17,20 Poin Duduk di Level 8.628,99 di Perdagangan Kamis (4/12/2025) Pagi Ini

Sebarkan artikel ini
IHSG
Berdasarkan data yang dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG menguat 0,20% ke level 8.628,99 di pasar spot.Kenaikan IHSG ditopang menguatnya empat indeks sektoral. Sektor yang naik paling tinggi adalah teknologi, perindustrian,keuangan, dan energi.

Ringkasan Berita

  • Berdasarkan data yang dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG menguat 0,20% ke level 8.628,99 di pasar spot.
  • Setelah Rabu (3/12/2025), IHSG ditutup melemah tipis 0,061% ke level 8.611,79 setelah sempat mencetak rekor tertinggi…
  • Kenaikan IHSG ditopang menguatnya empat indeks sektoral.

Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis (4/12/2025) pada pukul 09.30 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 17,20 poin di pasar spot.

Berdasarkan data yang dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG menguat 0,20% ke level 8.628,99 di pasar spot.

Kenaikan IHSG ditopang menguatnya empat indeks sektoral. Sektor yang naik paling tinggi adalah teknologi, perindustrian,keuangan, dan energi.

Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 1,77 miliar dengan nilai transaksi Rp 791,70 miliar.

Ada 250 saham yang menguat, 192 saham yang melemah dan 209 saham lainnya stagnan.

Top gainers di LQ45 adalah:
1. PT United Tractors Tbk (UNTR) 2,61% ke Rp 29.450 per saham
2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 2,30% ke Rp 114.500 per saham
3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 1,56% ke Rp 65 per saham

Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) 1,75% ke Rp 2.810 per saham
2. PT Medco Energi International Tbk (MEDC) 1,53% ke Rp 1.290 per saham
3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 1,33% ke Rp 2.230 per saham

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Terkoreksi Meski Kecenderungan Utama Tetap Positif

Pada perdagangan Kamis (4/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi di pasar spot.

Setelah Rabu (3/12/2025), IHSG ditutup melemah tipis 0,061% ke level 8.611,79 setelah sempat mencetak rekor tertinggi baru (ATH) di area 8.660-an.

Baca Juga  IHSG Semakin Tertekan Melemah 29,288 Poin Terduduk di Level 8.208,796 Siang Ini

Meski hari ini terkoreksi, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai tren kenaikan IHSG masih terjaga.

“Secara teknikal IHSG masih berada dalam fase uptrend. MA20 dan MA60 telah berada dalam positive crossover, sementara Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal positif,” ujar Nafan.

Nafan memproyeksikan support IHSG di 8.553 dan 8.506, sementara resistance berada di 8.666 dan 8.706. Nafan merekomendasikan strategi accumulate selected stocks, buy on dip, serta menerapkan manajemen risiko secara disiplin.

Nafan menambahkan, pasar turut memfaktorkan probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025 yang meningkat ke sekitar 89%.

Sementara itu, OECD memperkirakan ekonomi global tetap resilien di tengah tensi perdagangan dan geopolitik, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3,2% pada 2025 dan 2,9% pada 2026.

Untuk Indonesia, pertumbuhan diperkirakan stabil di 5% pada 2025 dan 2026, sebelum naik ke 5,1% pada 2027.

Sementara itu, Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih rawan terkoreksi meski kecenderungan utama tetap positif.

“IHSG sudah mencapai target di area 8.660-an dan kemudian ditutup terkoreksi tipis. Koreksi terjadi di tengah penguatan rupiah dan mayoritas bursa global, namun terbebani sektor basic materials dan finansial,” jelas Herditya.

Untuk perdagangan Kamis, Herditya memperkirakan support IHSG berada di 8.576 dengan resistance 8.625.

Ia menilai pelemahan harga emas serta rilis data manufaktur AS masih bisa menekan short-term sentiment.

Untuk saham pilihan, Herditya merekomendasikan BRPT pada rentang Rp3.640-Rp3.950 per saham, ESSA pada Rp660-Rp700 per saham, serta INCO pada Rp4.160-Rp4.290 per saham.