BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin (BTC) Terjatuh 0,88% Bertengger di Level US$ 92.135 Atau sSekitar Rp1,53 Miliar Per Koin

×

Harga Bitcoin (BTC) Terjatuh 0,88% Bertengger di Level US$ 92.135 Atau sSekitar Rp1,53 Miliar Per Koin

Sebarkan artikel ini
Bitcoin
Berdasarkan data Coinmarketcap pukul 06.35 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 0,43% menjadi US$ 3,15 triliun. Harga Bitcoin (BTC) terlihat jatuh 0,88% ke US$ 92.135 per koin atau sekitar Rp 1,53 miliar (kurs Rp 16.646) pada saat berita ini ditulis.

Ringkasan Berita

  • Harga Bitcoin (BTS) sempat melonjak menembus US$ 94.000, namun kemudian cepat terkoreksi setelah Ketua The Fed Jerome…
  • Pasar kripto tertekan dalam 24 jam terakhir.
  • Sepanjang hari, Bitcoin bergerak di kisaran US$ 92.000, sebelum tiba-tiba melesat ke US$ 94.400 saat Powell dalam kon…

Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis 11 Desember 2025 harga Bitcoin (BTC) terlihat jatuh 0,88% ke US$ 92.135 per koin atau sekitar Rp 1,53 miliar di pasar spot.

Pasar kripto tertekan dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTS) sempat melonjak menembus US$ 94.000, namun kemudian cepat terkoreksi setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan komentar bernada dovish sekaligus hawkish usai bank sentral memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

Berdasarkan data Coinmarketcap pukul 06.35 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 0,43% menjadi US$ 3,15 triliun. Harga Bitcoin (BTC) terlihat jatuh 0,88% ke US$ 92.135 per koin atau sekitar Rp 1,53 miliar (kurs Rp 16.646) pada saat berita ini ditulis.

Pelemahan juga terjadi pada Binance (BNB) sebesar 0,33% ke US$ 897, Solana (SOL) terkoreksi 1,21% ke US$ 136, Dogecoin (DOGE) anjlok 2,94% ke US$ 0,14, dan XRP ambles 2,94% ke US$ 2,04. Sedangkan Ethereum (ETH) malah naik tiipis 0,08% ke US$ 3.329,

Dikutip dari CoinDesk, harga Bitcoin melonjak menembus US$ 94.000 lalu cepat terkoreksi setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan komentar bernada dovish sekaligus hawkish usai bank sentral memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu.

Sepanjang hari, Bitcoin bergerak di kisaran US$ 92.000, sebelum tiba-tiba melesat ke US$ 94.400 saat Powell dalam konferensi pers menyoroti risiko bahwa pasar tenaga kerja mungkin lebih lemah dari perkiraan.

Namun, BTC kemudian menghapus sebagian besar kenaikan tersebut setelah ia menegaskan bahwa pertempuran melawan inflasi yang terlalu tinggi masih jauh dari selesai.

Saham-saham AS bergerak menguat menjelang penutupan perdagangan, dengan Nasdaq naik 0,5% dan S&P 500 naik 0,7%.

Namun, pergerakan paling signifikan justru muncul dari dolar AS, yang melemah sekitar 0,6% terhadap yen, euro, dan pound sterling.

Baca Juga  Harga Bitcoin Turun 2,39 Persen Berada di Level U$D113.072 atau setara Rp1,841 Miliar Per Koin

Dalam konferensi persnya, Powell mengatakan kebijakan moneter kini berada dalam kisaran estimasi netral yang masuk akal, dan menempatkan kami pada posisi yang baik untuk menentukan sejauh mana dan waktu penyesuaian selanjutnya.

“Kami berada dalam posisi yang baik untuk menunggu dan melihat,” ujarnya mengenai potensi pemangkasan suku bunga berikutnya.

Powell juga menekankan bahwa akan ada ‘banyak data baru’ sebelum pertemuan The Fed berikutnya pada Januari, yang akan menentukan arah kebijakan ke depan.

Selain keputusan memangkas suku bunga, The Fed mengumumkan akan mulai membeli Treasury jangka pendek serta surat utang bertenor hingga tiga tahun, dengan target pembelian sekitar US$ 40 miliar selama sebulan ke depan.

Langkah ini dimaksudkan untuk melonggarkan kondisi keuangan tanpa menandai dimulainya kembali siklus quantitative easing penuh. Powell menyebut pembelian tersebut akan tetap ‘tinggi’” selama beberapa bulan.

Kebijakan ini menandai perubahan dari tiga tahun terakhir ketika The Fed memangkas ukuran neracanya setelah ekspansi besar-besaran selama pandemi.

“The Fed menegaskan bahwa pemangkasan kali ini bukanlah awal dari siklus pelonggaran agresif. Keputusan selanjutnya akan sangat bergantung pada data inflasi dan pasar tenaga kerja,” ujar analis pasar senior di Capital.com Daniela Hathorn.

Sementara itu, kepala ekonom Fitch Ratings Brian Coulton mengatakan, keputusan ini relatif tipis karena dua anggota FOMC memilih tidak melakukan perubahan suku bunga. Namun, inflasi inti yang hanya naik tipis beberapa bulan terakhir kemungkinan membuat pemangkasan kecil masih dianggap tepat.

Coulton memperkirakan The Fed hanya akan melakukan dua pemangkasan tambahan hingga Juni 2026, membawa suku bunga Fed Funds ke kisaran 3,25%.

David Hernandez dari 21Shares menilai Powell ‘sedang berjalan di garis tipis’ antara mandat stabilitas harga dan lapangan kerja.

Untuk mendorong Bitcoin menembus level resistensi kuat di US$ 94.500, Hernandez mengatakan dibutuhkan momentum baru untuk ‘mengalahkan tekanan short yang terkonsentrasi’.

Jika arus masuk ETF spot kembali menguat seiring biaya modal yang menurun, hal itu bisa menjadi pemicu yang mengubah kehati-hatian menjadi momentum dan mendorong Bitcoin kembali menuju US$ 100.000.