Ekonomi dan Bisnis

Harga Kripto di Perdagangan Senin, (15/12/2025): Harga Bitcoin Melemah 2,40% dan Ethereum Turun 1,64%

×

Harga Kripto di Perdagangan Senin, (15/12/2025): Harga Bitcoin Melemah 2,40% dan Ethereum Turun 1,64%

Sebarkan artikel ini
Kripto
harga kripto jajaran teratas cenderung memerah dan koreksi harga kripto hari ini juga dialami harga bitcoin (BTC). Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di kisaran USD 88.299, melemah sekitar 2,40% dalam 24 jam terakhir.

Ringkasan Berita

  • Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di kisaran USD 88.299, melemah sekitar 2,40% dalam 24 jam terakhir.
  • Penurunan ini menempatkan Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar yang masih berada dalam fase…
  • Solana (SOL) tercatat melemah 2,71% ke harga USD 129,95, dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 73,15 miliar.

Topikseru.com – Pada perdagangan Senin, (15/12/2025) harga kripto jajaran teratas cenderung memerah dan koreksi harga kripto hari ini juga dialami harga bitcoin (BTC).

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat berada di kisaran USD 88.299, melemah sekitar 2,40% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini menempatkan Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar yang masih berada dalam fase koreksi jangka pendek, meskipun valuasinya tetap kokoh di level USD 1,77 triliun.

Tekanan jual juga terlihat pada Ethereum (ETH) yang turun 1,64% ke level USD 3.067. Kapitalisasi pasar ETH saat ini berada di sekitar USD 371 miliar.

Sementara, mayoritas altcoin papan atas hari ini bergerak di zona merah. Solana (SOL) tercatat melemah 2,71% ke harga USD 129,95, dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 73,15 miliar.

BNB juga mengalami koreksi sebesar 2,04% ke level USD 880,83, sementara XRP turun 2,07% ke harga USD 1,98. Kedua aset tersebut masih mempertahankan posisi lima besar kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar secara global.

Cardano (ADA) mencatat penurunan paling dalam di jajaran 10 besar, yakni 3,15%ke harga USD 0,3982. Sementara itu, Dogecoin (DOGE) ikut melemah 3,07% diperdagangkan di kisaran USD 0,1348.

Di tengah tekanan pasar, stablecoin seperti USDT dan USDC tetap bergerak stabil di sekitar harga USD 1. USDT hanya terkoreksi tipis 0,03%, sementara USDC melemah 0,04%, mencerminkan fungsinya sebagai aset lindung nilai di saat volatilitas meningkat.

Menariknya, TRON (TRX) menjadi salah satu pengecualian dengan mencatatkan kenaikan 2,52% ke harga USD 0,2783. Kapitalisasi pasar TRX kini mencapai sekitar USD 26,35 miliar, menjadikannya salah satu altcoin yang mampu bertahan di tengah tekanan pasar.

Sementara itu, aset seperti Bitcoin Cash (BCH), Chainlink (LINK), dan Monero (XMR) masih bergerak melemah dengan penurunan berkisar antara 0,69% hingga 3,30%.

Baca Juga  Harga Bitcoin (BTC) Melonjak 1% Bertengger di Level US$122.488 atau Setara Rp2,03 Miliar Per Koin

Kapitalisasi pasar kripto turun 1,84% menjadi USD 3,02 triliun.

Sebelumnya, Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Paul S. Atkins, menyampaikan Gugus Tugas Kripto di lembaganya akan menggelar pertemuan penting pada pekan depan. Sejumlah anggota akan memaparkan mengenai regulasi hingga arah kebijakan kripto.

Melansir Coinmarketcap, Minggu (14/12/2025), agenda tersebut, yang mengusung judul “Pertemuan Meja Bundar Gugus Tugas Kripto tentang Pengawasan Keuangan dan Privasi,” dijadwalkan berlangsung pada Senin, 15 Desember 2025.

Kegiatan akan digelar secara tatap muka sekaligus disiarkan langsung melalui situs resmi SEC.

Rangkaian diskusi akan dibuka dengan sesi pengantar dari pejabat tinggi SEC. Kepala Staf Gugus Tugas Kripto SEC Richard B. Gabbert, Ketua SEC Paul S. Atkins, Anggota Mark T. Uyeda, serta Anggota Hester M. Peirce akan memaparkan pendekatan regulasi yang tengah ditempuh, urgensi pengawasan keuangan dan kebijakan privasi, serta gambaran arah kebijakan kripto ke depan.

Panel pertama akan berlangsung selama sekitar 1,5 jam dan membahas prospek pengawasan keuangan serta privasi di masa mendatang.

Sesi ini dipandu oleh Yaya J. Fanusie, Penasihat Senior di Crypto Council for Innovation dan Kepala Kebijakan Global di Aleo Network Foundation.

Dengan menghadirkan sejumlah pakar seperti Jill Gunter (CSO Espresso Systems), Zooko Wilcox (pendiri Zcash), Koh (CEO Aleo Network Foundation), Simon Letort (Digital Asset), Nikhil Raghuveera (CEO Predicate), dan Wayne Chang (pendiri SpruceID).

Setelah jeda singkat, panel kedua akan kembali menyoroti isu pengawasan keuangan dan privasi, namun dari sudut pandang regulasi dan hukum yang lebih luas.

Panel ini juga akan dipandu oleh Yaya Fanusie serta menghadirkan berbagai tokoh, termasuk General Counsel StarkWare Katherine Kirkpatrick Bos, CEO Penumbra Strategies Carole House, CEO Digital Self Labs Linda Jeng, CEO Blockchain Association Summer Mersinger, Analis Kebijakan Senior ACLU Jay Stanley, akademisi George Mason Law School JW Verret, dan General Counsel Etherealize Steve Yelderman.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.