BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot ditutup Bertengger di Level Rp16.667 Per Polar AS Sore Ini

×

Rupiah Spot ditutup Bertengger di Level Rp16.667 Per Polar AS Sore Ini

Sebarkan artikel ini
Rupiah Spot
rupiah melemah terhadap dolar AS bersama dolar Taiwan yang melemah 0,55% dan rupee India yang melemah 0,29%. Sedangkan mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS sore ini. Yen Jepang menguat 0,35%, won Korea menguat 0,30%, baht Thailand menguat 0,23%.

Ringkasan Berita

  • Diperdagangan hari ini Asia, rupiah melemah terhadap dolar AS bersama dolar Taiwan yang melemah 0,55% dan rupee India…
  • Rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ada di level Rp 16.669 per dolar Amerika Se…
  • Hingga pukul 09.00 WIB, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,14%.

Topikseru.com – Pada akhir perdagangan Senin (15/12/2025) rupiah spot ditutup pada level Rp 16.667 per dolar Amerika Serikat (AS) melemah 0,13% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 16.646 per dolar AS.

Diperdagangan hari ini Asia, rupiah melemah terhadap dolar AS bersama dolar Taiwan yang melemah 0,55% dan rupee India yang melemah 0,29%.

Sedangkan mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS sore ini. Yen Jepang menguat 0,35%, won Korea menguat 0,30%, baht Thailand menguat 0,23%.

Ringgit Malaysia menguat 0,18%, dolar Singapura menguat 0,12%, yuan China menguat 0,09%, dolar Hong Kong menguat 0,04% dan peso Filipina menguat 0,007% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,39, tak berubah dari akhir pekan lalu.

Rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ada di level Rp 16.669 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (15/12/2025), melemah 0,10% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 16.652 per dolar AS.

Rupiah Spot Menguat 0,07% di Level Rp16.635 Per Dolar AS

Pada awal perdagangan hari ini. Senin (15/12/2025) rupiah di pasar spot dibuka menguat tipis dibuka di level Rp 16.635 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ternyata, hal ini membuat rupiah spot menguat 0,07% dibanding penutupan Jumat (12/12/2025) yang berada di level Rp 16.646 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.

Hingga pukul 09.00 WIB, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,14%. Disusul, yen Jepang yang melesat 0,11%.

Selanjutnya, won Korea Selatan yang menanjak 0,09% dan baht Thailand yang terkerek 0,07%. Lalu ada dolar Singapura yang terangkat 0,04%.

Berikutnya ada yuan China dan dolar Hongkong yang sama-sama menguat tipis 0,02%.

Sementara itu, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,33%.

Kemudian ada peso Filipina yang terlihat melemah 0,1% terhadap the greenback di pagi ini.

Baca Juga  Doo Financial Futures: Rupiah Masih Dalam Tekanan dan BI Dipastikan akan Sangat Aktif Mengintervensi

Analis Pasar: Pergerakan Rupiah Akan Dipengaruhi Ekspektasi Suku Bunga

Pada perdagangan Jumat (12/12/2025) rupiah spot menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,18% secara harian ke Rp 16.646 per dolar AS.

Sementara, berdasarkan data dari Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,09% secara harian ke Rp 16.652 per dolar AS.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, indeks dolar AS melemah setelah the Fed menurunkan suku bunga sesuai ekspektasi dan masih membuka peluang penurunan satu kali lagi di tahun depan berdasarkan hasil Dot Plot.

Hal ini didukung oleh data klaim awal tunjangan pengangguran AS yang naik menjadi 236.000 untuk pekan yang berakhir pada 6 Desember, lebih tinggi dari pekan sebelumnya yang sebesar 191.000.

“Pelemahan dolar AS dipengaruhi ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan ke depan,” ujar David.

David memperkirakan rupiah pada Senin (15/12/2025) bergerak di kisaran Rp 16.550 – Rp 16.700 per dolar AS.

Senada, Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi menambahkan, pergerakan rupiah Senin (15/12) juga akan dipengaruhi ekspektasi suku bunga.

Para pembuat kebijakan the Fed mengisyaratkan kemungkinan jeda dalam pengurangan lebih lanjut karena mereka memantau tren pasar tenaga kerja dan inflasi yang tetap agak tinggi.

“Pasar saat ini memperkirakan hampir 78% kemungkinan bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan depan,” ujar Ibrahim.

Selain itu, Ibrahim menilai pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi oleh rencana pemerintah yang tengah menyiapkan kebijakan ekonomi khusus untuk pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Sejumlah paket kebijakan ekonomi yang tengah disiapkan pemerintah diantaranya penghapusbukuan hingga restrukturisasi bagi debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kebijakan ini sebagai upaya untuk mencegah naiknya klaim penjaminan kredit KUR.

Sejalan dengan itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan membuat regulasinya.

Tak hanya itu, keringanan juga diberikan kepada pekerja serta perusahaan terdampak bencana.

Rencananya, sejumlah paket kebijakan ekonomi khusus wilayah terdampak bencana diumumkan minggu depan.

Dengan paket stimulus yang disiapkan dapat menjaga stabilitas dan mendorong kembali daripada perekonomian di daerah terdampak.

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Senin (15/12/2025) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah direntang Rp 16.640 – Rp 16.700 per dolar AS.