Ringkasan Berita
- Sebanyak 340 saham naik, 329 saham turun dan 132 saham stagnan.
- Baca Juga: Santa Claus Rally Berpeluang Angkat IHSG, Tapi LQ45 Masih Akan Tertinggal Sedangkan indeks sektoral dengan…
- Lima indeks sektoral menguat, sedangkan enam indeks sektoral lainnya tergelincir ke zona merah, mengikuti pelemahan I…
Topikseru.com – Pada akhir perdagangan Senin (15/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 10,83 poin atau 0,13% ke 8.649,66 di pasar spot.
Sebanyak 340 saham naik, 329 saham turun dan 132 saham stagnan. Lima indeks sektoral menguat, sedangkan enam indeks sektoral lainnya tergelincir ke zona merah, mengikuti pelemahan IHSG.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor kesehatan yang naik 3,50%, sektor keuangan naik 2,20% dan sektor barang konsumen non siklikal yang naik 0,50%.
Baca Juga: Santa Claus Rally Berpeluang Angkat IHSG, Tapi LQ45 Masih Akan Tertinggal
Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor energi yang turun 3,45%, sektor infrastruktur turun 1,94% dan sektor barang baku turun 1,40%.
Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 57,45 miliar saham dengan total nilai Rp 32,02 triliun.
Top gainers LQ45 hari ini adalah:
1. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) (7,34%)
2. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) (5,56%)
3. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) (5,17%)
Top losers LQ45 hari ini adalah:
1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) (-6,52%)
2. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) (-5,08%)
3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (-3,35%)
IHSG Melemah 7,712 Poin Dibuka di Level 8.652,787 di Awal Perdagangan Senin (15/12/2025)
Pada awal perdagangan hari ini. Senin (15/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 7,712 poin atau 0,09% ke 8.652,787 di pasar spot.
Diketahui, pelemahan IHSG ini terseret sebagian indeks sektoral. Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang turun 0,63% di pagi ini.
Berikutnya ada IDX Sektor Properti dan Real Estate, IDX Sektor Barang Konsumen Primer, IDX Sektor Perindustrian dan IDX Sektor Teknologi.
Sementara itu, IDX Sektor Kesehatan menjadi sektoral dengan penguatan terbesar setelah melonjak 3,28%.
Selanjutnya, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Barang Baku, dan IDX Sektor Keuangan.
Disusul, IDX Sektor Transportasi dan Logistik serta IDX Sektor Infrastruktur.
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 2,34%
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 1,81%
PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) turun 1,74%
Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari:
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 7,61%
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 2,59%
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 2,22%
Analis Pasar: IHSG Berpotensi Bergerak Menguat dengan Range di Area 8.600 hingga 8.700
Pada perdagangan awal pekan, Senin (15/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang menguat setelah berhasil bertahan di atas area demand zone pada penutupan akhir pekan lalu.
IHSG ditutup menguat 40,02 poin atau 0,46% ke level 8.660,50 pada perdagangan Jumat (12/12/2025).
Penguatan ini terjadi setelah IHSG sempat mengalami tekanan pada sesi sebelumnya akibat aksi jual.
Praktisi pasar modal sekaligus pendiri WH-Project William Hartanto menilai, secara teknikal, IHSG masih relatif terjaga.
“IHSG masih bertahan di atas demand zone 8.612. Ini menjadi fase jenuh jual setelah pelemahan signifikan pada 11 Desember 2025,” tulis William dalam risetnya.
Dari sisi pola pergerakan harga, William menyoroti sinyal teknikal yang mulai membaik.
“Secara teknikal, candlestick IHSG membentuk pola dragonfly doji, yang mengindikasikan kondisi jenuh jual dan potensi rebound,” jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, peluang akumulasi dinilai masih terbuka selama level demand zone mampu dipertahankan.
“IHSG masih dalam posisi menguat dan berhasil bertahan di atas demand zone 8.612. Potensi buy on weakness terbuka selama area ini tidak ditembus,” tambah William.
Untuk perdagangan Senin (15/12/2025), William memproyeksikan IHSG bergerak menguat dalam kisaran terbatas.
“Kami memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak menguat dengan range di area 8.600 hingga 8.700,” katanya.
Adapun saham-saham yang direkomendasikan secara teknikal untuk dicermati antara lain JPFA dengan target 2.840-2.900, PGAS di kisaran 1.885-1.900, serta KLBF dengan target 1.260-1.320.













