Ekonomi dan Bisnis

Kue Natal dan Bolu di Pasar Rame Medan Tak Seramai Tahun Lalu, Pedagang Berharap Lonjakan Pembelian Terakhir

×

Kue Natal dan Bolu di Pasar Rame Medan Tak Seramai Tahun Lalu, Pedagang Berharap Lonjakan Pembelian Terakhir

Sebarkan artikel ini
Pedagang kue dan bolu di Pasar Rame Medan menunggu pembeli menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.
Penjualan kue dan bolu menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 terlihat menurun drastis di Pasar Rame, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (17/12/2025). Foto: Topikseru.com/Agus Sinaga

Ringkasan Berita

  • Namun suasana yang biasanya semarak menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kini terasa berbeda.
  • Lorong-lorong pasar tampak lebih lengang dari biasanya, sementara para pedagang sebagian besar duduk menunggu pembeli…
  • Achin, pedagang kue yang sudah bertahun-tahun menggantungkan penghasilan dari momen Nataru untuk menutup kebutuhan ak…

Topikseru.com – Deretan toples nastar, kue salju, sultana, hingga cokelat masih tersusun rapi di lapak-lapak Pasar Rame, Kecamatan Medan Area.

Namun suasana yang biasanya semarak menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) kini terasa berbeda.

Lorong-lorong pasar tampak lebih lengang dari biasanya, sementara para pedagang sebagian besar duduk menunggu pembeli yang tak kunjung datang, sesekali menatap jam tangan atau menyusun ulang stok kue di etalase.

Achin, pedagang kue yang sudah bertahun-tahun menggantungkan penghasilan dari momen Nataru untuk menutup kebutuhan akhir tahun, mengaku bahwa penjualan kali ini menjadi salah satu yang paling berat.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya ia hampir kewalahan melayani pesanan yang terus mengalir, kini lapaknya lebih sering sepi.

“Biasanya jam segini sudah sibuk bungkus pesanan, pelanggan antre. Sekarang, sampai siang pun kadang belum ada yang beli,” ujarnya pelan dengan nada kecewa kepada Topikseru.com, Rabu (16/12/2025). .

Kondisi tersebut memaksanya mengurangi jumlah produksi kue agar tidak menanggung kerugian.

Stok dibuat secukupnya, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai ratusan toples kue dalam beberapa hari. Achin menyebut, penjualan kue jelang Nataru tahun ini turun hingga hampir 50 persen dibandingkan tahun lalu.

“Kalau dihitung-hitung, bisa turun sampai setengahnya. Tahun lalu ramai sekali, sekarang lebih banyak menunggu,” tambahnya.

Meski begitu, ia masih menaruh harapan pada lonjakan pembelian dadakan di beberapa hari terakhir sebelum Natal dan Tahun Baru.

“Biasanya orang belanja mendadak untuk sajian keluarga atau bingkisan. Mudah-mudahan tahun ini masih ada rezeki, meski tidak sebanyak dulu,” tuturnya.

Situasi serupa dirasakan Yet Li, pedagang bolu di Pasar Rame. Ia menilai menurunnya daya beli masyarakat dalam beberapa bulan terakhir sangat berdampak pada usahanya.

Baca Juga  Rekomendasi Hampers Natal 2025 Terbaru: Elegan, Berkelas, dan Ramah Kantong

“Semua usaha kayaknya turun. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” ucapnya sambil menata kembali kue-kue di etalase.

Meski pasar belum kembali ramai, para pedagang tetap membuka lapak setiap hari dengan harapan momen Nataru dapat sedikit menggerakkan roda ekonomi menjelang pergantian tahun.

Meski penjualan turun, sejumlah produk tetap menjadi favorit pembeli setiap menjelang Nataru. Nastar, kue bangkit, kue sapit, sultana, kue salju, cokelat, hingga aneka manisan masih menjadi pilihan utama untuk sajian keluarga maupun bingkisan. Bolu gulung dan bolu sunkist juga tetap diminati karena praktis dan mudah dijadikan hampers.

Untuk harga, kue kering seperti nastar dan kue salju dijual di kisaran Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per 500 gram. Kue bangkit dibanderol Rp100 ribu–Rp120 ribu per 500 gram, sedangkan sultana sekitar Rp150 ribu per 500 gram.

Manisan kiloan dipasarkan Rp150 ribu, cokelat bervariasi mulai Rp25 ribu hingga Rp135 ribu per pcs, sementara bolu gulung dan bolu sunkist dijual mulai Rp25 ribu hingga Rp150 ribu. Harga-harga tersebut disesuaikan agar tetap kompetitif di tengah daya beli masyarakat yang melemah.

Selain penjualan secara langsung di pasar, Achin juga memanfaatkan platform e-commerce untuk menjangkau pembeli di luar kota.

Ia menyebutkan, kue basah justru menjadi salah satu produk yang paling banyak diminati melalui penjualan daring, terutama nastar dan bolu gulung yang sering dijadikan hampers untuk keluarga dan teman. Hal ini sedikit membantu menambah pemasukan di tengah penurunan pembelian secara langsung.

Meski kondisi pasar belum sepenuhnya pulih, para pedagang tetap optimis. Mereka berharap, momen Nataru tetap dapat memberikan pergerakan ekonomi, meski lebih lambat dari tahun-tahun sebelumnya, dan setidaknya membantu menambah pemasukan jelang pergantian tahun.

Suasana pasar yang sepi kini diselingi secercah harapan, di mana setiap pembeli yang datang menjadi penopang semangat bagi para pedagang untuk terus bertahan hingga hari raya tiba. (*)