BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Tergelincir Ditutup di Level Rp16.691 Per Dolar AS di Akhir Perdagangan Rabu (17/12/2025)

×

Rupiah Spot Tergelincir Ditutup di Level Rp16.691 Per Dolar AS di Akhir Perdagangan Rabu (17/12/2025)

Sebarkan artikel ini
Rupiah
rupiah spot melemah tipis 0,02% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.691 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.

Ringkasan Berita

  • Rabu (17/12/2025) rupiah spot tergelincir dan ditutup melemah tipis ditutup di level Rp 16.694 per dolar Amerika Seri…
  • Ternyata hal ini membuat rupiah spot melemah tipis 0,02% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.691…
  • Diperdagangan Hingga pukul 15.04 WIB, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0…

Topikseru.com – Pada perdagangan akhir perdagangan hari ini. Rabu (17/12/2025) rupiah spot tergelincir dan ditutup melemah tipis ditutup di level Rp 16.694 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Ternyata hal ini membuat rupiah spot melemah tipis 0,02% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.691 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia.

Diperdagangan Hingga pukul 15.04 WIB, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,52%. Disusul, won Korea Selatan yang terkoreksi 0,45%.

Selanjutnya ada dolar Singapura yang tergelincir 0,29% dan baht Thailand tertekan 0,26%. Lalu ada dolar Taiwan yang sudah ditutup terdepresiasi 0,13%.

Berikutnya, ringgit Malaysia turun 0,09% dan yuan China terlihat melemah tipis 0,04% di sore ini.

Sementara itu, rupee India menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,73%.

Diikuti, peso Filipina yang ditutup menguat 0,06% dan dolar Hongkong menguat tipis 0,03% terhadap the greenback.

Rupiah Spot Menguat 0,15% Dibuka di Level Rp16.666 Per Dolar AS

Pada awal perdagangan hari ini. Rabu (17/12/2025) rupiah spot dibuka menguat dibuka di level Rp 16.666 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Ternyata, hal Ini membuat rupiah menguat 0,15% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.691 per dolar AS.

Dimana mata uang di kawasan bervariasi. Di mana peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,19%.

Selanjutnya ada baht Thailand yang menanjak 0,07% dan ringgit Malaysia yang terkerek 0,05%. Disusul, dolar Hongkong yang terangkat 0,04%.

Berikutnya, yen Jepang yang naik 0,02% dan yuan China terlihat menguat tipis 0,004% di pagi ini.

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,27%.

Baca Juga  Rupiah Spot Melemah 0,04% Dibuka Level Rp16.632 Per Dolar AS

Kemudian ada dolar Taiwan yang turun 0,04% dan dolar Singapura yang melemah 0,02% terhadap the greenback.

Analis Pasar: Rupiah Spot akan Bergerak Fluktuatif dan Berpotensi Menguat Terbatas

Pada perdagangan Selasa (16/12/2025) rupiah spot melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, rupiah pasar spot ditutup melemah 0,14% ke level Rp16.690 per dolar AS.

Dan berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) turun 0,14% ke Rp16.693 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.669 per dolar AS pada Senin (15/12).

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi penguatan indeks dolar AS di tengah fokus pasar terhadap data ekonomi Amerika Serikat.

Pasar menantikan rilis data tenaga kerja non-pertanian serta inflasi AS yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed.

Selain itu, perkembangan perundingan gencatan senjata Rusia–Ukraina turut mempengaruhi sentimen global, meski masih dibayangi ketidakpastian soal konsesi teritorial.

Dari sisi domestik, Ibrahim menilai fundamental Indonesia relatif terjaga.

Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2025 tercatat menurun secara bulanan dan didominasi ULN jangka panjang, mencerminkan pengelolaan yang tetap cermat.

Meski demikian, sentimen global masih menjadi faktor dominan dalam pergerakan rupiah jangka pendek.

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dan berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Rabu (17/12) di kisaran Rp16.650–Rp16.690.

Sementara itu, Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede menilai, pelemahan rupiah dipicu sentimen risk-off di pasar saham Asia.

Tekanan tersebut berasal dari kinerja perusahaan teknologi AS yang lebih rendah dari ekspektasi, sehingga menekan saham teknologi di kawasan.

“Rupiah melemah terhadap dolar AS didorong oleh sentimen risk-off di pasar saham kawasan Asia, serta investor yang masih mengantisipasi data AS serta hasil RDG BI pada Rabu besok,” ujar Josua.

Menjelang perdagangan Rabu (17/12/2025), pasar akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI.

Josua memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 4,75% dengan tetap menjaga sikap kehati-hatian guna menopang stabilitas nilai tukar.

Sejalan dengan itu, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 16.625–Rp 16.725 per dolar AS.