Ringkasan Berita
- Berdasarkan data yang dilansir dari RTI, IHSG turun 0,11% atau 9,124 poin ke level 8.677,345.
- Tercatat 379 saham naik, 284 saham turun, dan 140 saham stagnan.
- Indeks dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Infrastruktur yang melonjak 2,57% hingga sesi pertama berakhir.
Topikseru.com – Pada perdagangan Rabu (17/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup memerah saat bursa Asia beragam di pasar spot.
Berdasarkan data yang dilansir dari RTI, IHSG turun 0,11% atau 9,124 poin ke level 8.677,345. Tercatat 379 saham naik, 284 saham turun, dan 140 saham stagnan.
Dengan, total volume perdagangan mencapai 53,3 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 37,5 triliun.
Sementara, ada sebanyak empat indeks sektoral menyeret IHSG ke zona negative. Yakni: IDX-Techno 2,82%, IDX-Cyclic 1,16%, IDX-Basic 0,22%, dan IDX-Property 0,18%.
Saham top losers LQ45:
PT Elang Mahktota Teknologi Tbk (EMTK) turun 9,18% ke Rp 1.335
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 7,24% ke Rp 410
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 3,57% ke Rp 3.510
Saham top gainers LQ45:
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 6,06% ke Rp 1.225
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 4,53% ke Rp 2.770
PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) naik 4,05% ke Rp 3.850
IHSG Terus Menguat 28,564 Poin Berdiri di Level 8.715,033 Siang Ini
Pada akhir perdagangan sesi pertama hari ini. Rabu (17/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat 28,564 poin atau 0,33% ke 8.715,033 di pasar spot.
Diketahui, penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral. Indeks dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Infrastruktur yang melonjak 2,57% hingga sesi pertama berakhir.
Sementara, IDX Sektor Energi naik 1,47%, IDX Sektor Barang Baku menguat 0,69% dan IDX Sektor Transportasi dan Logistik serta IDX Sektor Barang Konsumen Primer yang sama-sama naik 0,6%.
Sedangkan, IDX Sektor Keuangan naik 0,37%, IDX Sektor Kesehatan menguat 0,33%, IDX Sektor Perindustrian naik 0,28% dan IDX Sektor Properti dan Real Estate naik 0,1%.
Kemudian itu, IDX Sektor Teknologi mejadi sektoral dengan pelemahan terdalam setlah ditutup turun 1,45% di akhir sesi pertama. Diikuti, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang turun 1,41%.
Total volume transaksi bursa mencapai 34,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 26,89 triliun. Sebanyak 408 saham naik harga, 236 turun harga dan 157 flat.
Top gainers LQ45 siang ini terdiri dari:
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik 4,59%
PT Alamtri Minerals Tbk (ADMR) naik 4,32%
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 3,9%
Top losers LQ45 siang ini adalah:
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) turun 5,44%
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 5,43%
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 1,85%
IHSG Bergerak Tipis 0,37% Berdiri di Level 8.718,623 di di awal Perdagangan Rabu (17/12/2025)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak tipis di awal perdagangan hari ini. Rabu (17/12/2025) pukul 09.10 WIB, IHSG menguat 32,154 poin atau 0,37% ke 8.718,623.
Penguatan IHSG ini disokong sebagian besar indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Kesehatan yang menguat 2,81% di pagi ini.
Selanjutnya, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Infrastruktur, IDX Sektor Barang Baku dan IDX Sektor Perindustrian.
Berikutnya ada IDX Sektor Barang Konsumen Primer, IDX Sektor Properti dan Real Estate serta IDX Sektor Transportasi dan Logistik.
Sementara itu, IDX Sektor Teknologi menjadi sektoral dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,22% di pagi ini. Diikuti, IDX Sektor Keuangan.
Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari:
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 2,69%
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 2,6%
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 2,3%
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
PT Elang Mahkota Teknolgi Tbk (EMTK) turun 3,06%
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 2,26%
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 1,48%
Analis Pasar: IHSG Masih Berpeluang Melanjutkan Penguatan Secara Terbatas
Pada perdagangan Selasa (16/12/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di pasar spot.
Sementara, IHSG naik 0,43% ke level 8.686,47, meskipun pergerakan indeks sepanjang hari cenderung volatil dengan penguatan yang relatif terbatas.
Menanggapi hal tersebut, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pergerakan IHSG masih dibayangi tekanan dari sejumlah faktor eksternal dan domestik.
Tekanan datang dari kinerja saham perbankan yang cenderung melemah, seiring dengan mayoritas bursa global dan Asia yang bergerak terbatas.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk perdagangan Rabu (17/12/2025), Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan secara terbatas.
Ia memproyeksikan IHSG bergerak dengan level support di 8.664 dan resistance di 8.697.
“Pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas global, khususnya emas dan minyak dunia,” kata Herditya.
Menurut Herditya, harga emas dan minyak dunia berpotensi mengalami tekanan seiring munculnya titik terang perdamaian Ukraina.
Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payroll (NFP) serta perkembangan data inflasi AS ke depan, yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan moneter global.
Dari sisi saham, Herditya merekomendasikan investor mencermati beberapa saham pilihan, antara lain PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan target harga di kisaran Rp1.855-Rp1.960.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) di rentang Rp2.380-Rp2.450, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan target harga Rp2.870-Rp2.970.













