Topikseru.com, Medan – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara (KAI Sumut) resmi menjalin sinergi strategis dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara guna memastikan seluruh aktivitas operasional perkeretaapian terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Vice President KAI Divre I Sumut Sofan Hidayah dan Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol. Tatar Nugroho di Kantor KAI Divre I Sumatera Utara, Medan, Senin (29/12/2025).
Pemeriksaan Urine Acak, Jamin Keselamatan Operasional
Sebagai tindak lanjut konkret, KAI Divre I Sumut langsung menggelar tes urine secara acak terhadap 18 insan KAI yang terlibat langsung dalam operasional kereta api.
Langkah ini menjadi bagian dari sistem pengawasan internal untuk memastikan seluruh awak sarana dan prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi fisik dan mental yang optimal.
Sofan Hidayah menegaskan, kolaborasi ini bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan kereta api di Sumatera Utara.
“Operasional kereta api di Sumatera Utara masih sepenuhnya dijalankan oleh manusia. Karena itu, kami ingin memastikan setiap perjalanan, perawatan sarana, dan prasarana benar-benar bebas dari narkoba,” ujar Sofan.
Dia menambahkan, dukungan BNNP Sumut menjadi elemen penting dalam memperkuat sistem keselamatan transportasi publik berbasis rel.
BNNP: Narkoba Ancaman Nyata Keselamatan Publik
Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol. Tatar Nugroho mengapresiasi langkah proaktif KAI Divre I Sumut dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di lingkungan kerja strategis.
Menurutnya, sektor transportasi publik memiliki tingkat risiko tinggi apabila personelnya terpapar narkoba.
“Setiap pekerjaan di KAI berdampak langsung pada keselamatan manusia. Petugas yang terpapar narkoba berpotensi bekerja tidak sesuai SOP dan itu bisa mengancam keselamatan penumpang,” kata Tatar.
Ia menegaskan bahwa kejahatan narkotika merupakan kejahatan kemanusiaan, karena dampaknya tidak hanya merusak individu, tetapi juga membahayakan publik secara luas.
Tak Hanya Tes Urine, KAI Perkuat Edukasi & Rehabilitasi
Plt Manager Humas KAI Sumut Anwar Yuli Prastyo menjelaskan, kerja sama ini tidak berhenti pada pemeriksaan narkoba semata.
KAI juga akan mendapatkan pelatihan khusus dari BNNP Sumut, termasuk kemampuan mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba serta mekanisme pendampingan rehabilitasi bagi pekerja.
Saat ini, tercatat 2.531 pekerja KAI Group bertugas di wilayah operasional Divre I Sumut yang mencakup Medan, Rantau Prapat, Pematang Siantar, hingga Tanjungbalai.
“Dengan wilayah operasional yang luas, dukungan BNN menjadi krusial untuk melindungi para garda terdepan KAI dari ancaman narkotika,” jelas Anwar.
Dia menambahkan, setiap masinis, kondektur, teknisi, hingga Polsuska wajib menjalani pemeriksaan medis rutin tanpa toleransi, termasuk bebas dari alkohol dan narkoba, sebelum bertugas melayani penumpang.
Perkuat Tata Kelola dan Kepercayaan Publik
Langkah tegas KAI Sumut ini dinilai sejalan dengan upaya perusahaan memperkuat tata kelola (good corporate governance) serta menjaga kepercayaan publik terhadap transportasi massal berbasis rel.
“Seluruh kebijakan ini adalah bentuk komitmen KAI dalam memastikan setiap perjalanan kereta api berlangsung aman, nyaman, dan selamat,” pungkas Anwar.












