Ekonomi dan Bisnis

PELNI Bebaskan Biaya Angkut Bantuan Bencana ke Belawan Senilai Rp 1,2 Miliar

×

PELNI Bebaskan Biaya Angkut Bantuan Bencana ke Belawan Senilai Rp 1,2 Miliar

Sebarkan artikel ini
PELNI bantuan bencana
PELNI Bebaskan Biaya Angkut Bantuan ke Belawan Rp 1,2 Miliar. Foto: Humas PT Pelni

Topikseru.com, Medan – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI memperkuat peran kemanusiaannya dengan membebaskan biaya angkut bantuan bencana menuju Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Total nilai pembebasan biaya pengiriman tersebut mencapai Rp 1,2 miliar.

Program ini mencakup pengangkutan 44 TEUs kontainer serta 1.669 kilogram parsel RedPack yang dikirimkan dalam empat kloter pengangkutan menggunakan kapal KM Kelud dan KM Nggapulu.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan kebijakan ini merupakan bentuk nyata komitmen PELNI sebagai BUMN dalam mendukung penanganan bencana di Tanah Air.

“Dengan total pembebasan biaya pengiriman mencapai Rp 1,2 miliar, PELNI menegaskan komitmennya sebagai BUMN yang selalu hadir untuk masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ditto dalam keterangan resmi.

Kloter Terakhir Tiba 1 Januari 2026

Pada kloter keempat yang diberangkatkan Senin (29/12), KM Kelud mengangkut 1 TEUs kontainer serta 1.669 kilogram parsel RedPack berisi barang bantuan. Pengiriman terakhir ini dijadwalkan tiba di Pelabuhan Belawan pada Kamis (1/1/2026).

Ditto menjelaskan, kolaborasi antara PELNI dengan berbagai instansi pemerintah, perusahaan swasta, dan relawan menjadi kunci kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak.

“Kolaborasi ini memastikan bantuan dapat disalurkan ke Sumatera dengan aman, tepat waktu, dan sesuai prosedur,” kata Ditto.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan pengiriman bantuan kepada PELNI, serta menegaskan kesiapan perusahaan untuk menjalankan program serupa di masa mendatang.

“Kami memastikan pengangkutan bantuan kemanusiaan berjalan secara transparan dan tertib demi kelancaran distribusi logistik,” tambahnya.

Baca Juga  PELNI Lakukan Penyesuaian Rute Kapal Selama Mudik Lebaran

PELNI Kerahkan KM Egon untuk Perbantuan Angkutan Polri

Selain program pembebasan biaya angkut, PELNI juga mendapat penugasan dari Kementerian Perhubungan RI untuk mendukung perbantuan angkutan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Dalam penugasan tersebut, KM Egon mengangkut 237 personel Polri, 37 unit sepeda motor, 27 unit truk, serta sejumlah kendaraan kecil lainnya. Kapal tersebut juga membawa 8.518 ton logistik dan 43 koli obat-obatan.

Seluruh muatan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Selasa (16/12) sebagai bagian dari dukungan logistik penanganan bencana.

Bantuan Langsung ke Sumut dan Sumbar Capai Rp 300 Juta

Sebelumnya, PELNI Group juga telah menyalurkan bantuan logistik secara langsung ke daerah terdampak bencana di Sumatera Utara pada Selasa (2/12) dan Sumatera Barat pada Rabu (3/12).

Total nilai bantuan langsung yang disalurkan mencapai Rp 300 juta, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana.

Klarifikasi Kontainer Bantuan Sempat Tertahan

Terkait informasi mengenai kontainer bantuan dari Jawa Timur yang sempat tertahan di gudang BPBD Sumatera Utara, Ditto menegaskan persoalan tersebut telah diselesaikan.

Menurutnya, kejadian itu hanya disebabkan oleh miskomunikasi antarpihak dan tidak menghambat penyaluran bantuan.

“Yang terjadi sebatas miskomunikasi yang sudah diselesaikan dengan baik atas dasar kemanusiaan. Permasalahan sudah diselesaikan, dan barang bantuan telah diterima oleh pihak yang berhak,” kata Ditto.

Dia menegaskan seluruh pihak kini bekerja sama secara solid untuk memastikan bantuan kemanusiaan dapat segera sampai kepada korban bencana.