Ekonomi dan Bisnis

Harga Timah Melesat 28,10% Sentuh Level US$ 51.955 Per Ton

×

Harga Timah Melesat 28,10% Sentuh Level US$ 51.955 Per Ton

Sebarkan artikel ini
Harga Timah
Pada perdagangan Selasa (3/2/2026) Lonjakan signifikan harga timah dunia berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja emiten produsen komoditas tersebut yakni PT Timah Tbk (TINS).

Ringkasan Berita

  • Berdasarkan data Trading Economics, harga timah di pasar global menyentuh level US$ 51.955 per ton atau melesat 28,10…
  • Selain itu, pemulihan pasokan yang lambat dari Myanmar serta kebijakan larangan ekspor timah di Republik Demokratik K…
  • Harga komoditas ini juga telah naik 72,60% dalam setahun terakhir atau year on year (yoy).

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Selasa (3/2/2026) lonjakan signifikan harga timah dunia berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja emiten produsen komoditas tersebut yakni PT Timah Tbk (TINS).

Berdasarkan data Trading Economics, harga timah di pasar global menyentuh level US$ 51.955 per ton atau melesat 28,10% dalam sebulan terakhir.

Harga komoditas ini juga telah naik 72,60% dalam setahun terakhir atau year on year (yoy).

Dalam berita sebelumnya, Division Head Corporate Secretary PT Timah Tbk Rendi Kurniawan pernah menyebut, kenaikan harga timah dipengaruhi kuat oleh sentimen pasar terkait isu pasokan.

Sentimen tersebut berasal dari pengetatan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta izin ekspor di Indonesia.

Selain itu, pemulihan pasokan yang lambat dari Myanmar serta kebijakan larangan ekspor timah di Republik Demokratik Kongo (DRC) selama enam bulan sejak akhir November 2025 turut memperketat pasokan global.

“Kenaikan harga timah berdampak positif terhadap harga jual logam timah ke konsumen PT Timah, khususnya untuk penjualan ekspor. Hal ini berkontribusi positif terhadap kinerja penjualan dan kinerja perseroan secara keseluruhan,” terang Rendi, pekan lalu.

Secara terpisah, Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai, tren kenaikan harga timah tentu akan berdampak signifikan bagi prospek bisnis TINS.

Kinerja keuangan TINS pun berpeluang tumbuh dobel digit berkat leverage di sisi operasi.

Walau begitu, TINS tetap harus mampu menggenjot kapasitas produksi secara maksikal untuk menangkap momentum kenaikan harga timah sembari terus menjaga disiplin biaya operasional.

“Fokus TINS ada pada strategi volume dan efisiensi,” tambahnya.