Ekonomi dan Bisnis

Saham PT Garuda Indonesia GIAA Terbang Dekati Auto Reject Atas

×

Saham PT Garuda Indonesia GIAA Terbang Dekati Auto Reject Atas

Sebarkan artikel ini
Pesawat maskapai PT Garuda Indonesia terbang di udara. Saham  GIAA juga ikut terbang pada pembukaan perdagangan Kamis (26/3/2026).(Foto: PT Garuda Indonesia)

Topikseru.com, Jakarta –  Saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) terbang pada pembukaan perdagangan pagi ini, Kamis (26/3/2026). Maskapai plat merah ini menguat hingga nyaris menyentuh Auto Reject Atas (ARA).

Berdasarkan data aplikasi Ajaib, hingga pukul 14.04 WIB, saham Garuda menguat 20,22 persen ke level Rp 88 per lembar. Pada awal pembukaan, saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini bahkan sempat menyentuh harga Rp 96 per lembar.

Siang ini, volume perdagangan Garuda tercatat sebanyak 769,84 juta dengan nilai transaksi sebesar Rp 71,80 miliar. Sementara frekuensi saham yang diperdagangkan sebanyak 18.510 kali sejak awal pembukaan perdagangan.

Kenaikan saham itu pasca Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut saham PT Garuda Indonesia dari papan pemantauan khusus, yang membuat sahamnya diperdagangkan dengan mekanisme Full Call Auction (FCA).

Kadiv Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, menyampaikan saham GIAA keluar dari papan pemantauan khusus efektif pada 26 Maret 2026.

Setelah dari pemantauan khusus, kata Teuku dalam keterangan yang disampaikan pada Rabu (25/3) kemarin, masuk di papan pengembangan.

Sebelumnya, BEI memasukkan saham GIAA dalam pemantauan khusus karena emiten pemilik maskapai Garuda dan Citilink ini, mencatatkan ekuitas negatif pada laporan keuangannya.

Berdasarkan data IDNFinancials.com, ekuitas GIAA pada 2024 tercatat -US$1,35 miliar, namun berbalik positif pada 2025 dengan total ekuitas sebesar US$91,9 juta.

Baca Juga  IHSG Menguat 5,43 Poin Berada di Level 7.970,46 di Awal Perdagangan Rabu (17/9/2025)

Laporan IDNFinancials.com sebelumnya mencatat kerugian sekitar Rp23,7 triliun, sejalan dengan kinerja pendapatan yang melemah 5,85%.

Pada perdagangan Rabu kemarin, harga saham GIAA stagnan di level Rp73 per lembar.

Harga sahamnya dalam sepekan telah naik 4,29% hingga Rabu, namun sejak awal tahun turun 25,51%. (KR)

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, total ekuitas sebesar US$ 91,91 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun hingga akhir Desember 2025. Namun begitu, rugi Garuda tercatat membengkak sepanjang tahun 2025.

Rugi Garuda Tembus Rp 5 Triliun
Garuda membukukan rugi bersih sebesar US$ 319,39 juta atau sekitar Rp 5,39 triliun sepanjang tahun 2025. Angka tersebut membengkak dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar US$ 69,77 juta.

Sepanjang 2025, Garuda Indonesia membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 3,21 miliar atau sekitar Rp 54,22 triliun dari US$ 3,41 miliar atau sekitar Rp 57,60 triliun di tahun 2024.

Pendapatan usaha Garuda Indonesia ditopang oleh penerbangan berjadwal sebesar US$ 2,14 miliar. Kemudian penerbangan tidak berjadwal sebesar US$ 340,87 juta. Sedangkan pendapatan lain-lain tercatat sebesar US$ 361,05.

Selain itu, beban pemeliharaan dan perbaikan juga menyumbang sebesar US$ 661,36 juta. Kemudian beban kebandaraan dan pelayanan penumpang menyumbang terhadap total beban usaha masing-masing sebesar US$ 249,14 juta dan US$ 216,35 juta sepanjang tahun 2025.