Topikseru.com, Medan – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Sumut) mencatat sebanyak 36.714 pelanggan telah memanfaatkan layanan face recognition boarding gate sepanjang triwulan I 2026.
Inovasi berbasis biometrik ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mempercepat proses keberangkatan sekaligus mendorong transformasi digital di sektor transportasi publik.
Boarding Tanpa Tiket dan KTP
Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa teknologi pengenalan wajah memungkinkan pelanggan naik kereta tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas.
“Pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah di boarding gate. Sistem akan memverifikasi data secara otomatis dan prosesnya jauh lebih cepat dibandingkan metode manual,” ujarnya.
Dengan sistem ini, waktu antrean di stasiun dapat ditekan secara signifikan, terutama saat periode padat penumpang.
Rekor Penggunaan Saat Mudik Lebaran
KAI mencatat penggunaan tertinggi terjadi pada Minggu, 15 Maret 2026 atau H-7 Idulfitri 1447 Hijriah, dengan total 1.010 pengguna dalam satu hari.
Lonjakan ini mencerminkan tingginya adopsi teknologi digital di kalangan pelanggan, terutama saat musim mudik.
Sejak mulai diterapkan pada 2024 hingga 2026, sebanyak 242.778 pelanggan telah mendaftarkan data biometrik mereka dalam sistem KAI.
Registrasi dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI atau langsung di stasiun yang menyediakan perangkat pendaftaran, seperti Stasiun Medan.
“Pendaftaran cukup sekali dan berlaku seumur hidup, sehingga pelanggan bisa langsung menggunakan layanan ini di berbagai stasiun,” kata Anwar.
Jaminan Keamanan Data Berstandar Internasional
KAI memastikan keamanan data pelanggan melalui penerapan standar internasional ISO 27001.
Data biometrik yang tersimpan telah terenkripsi dan terintegrasi dengan sistem kependudukan nasional milik Dukcapil.
Selain itu, sistem dilengkapi fitur penghapusan otomatis untuk menjaga privasi pengguna.
“Jika tidak digunakan selama satu tahun, data akan terhapus otomatis. Pelanggan juga bisa mengajukan penghapusan secara manual,” tegas Anwar.
Dukung Transportasi Ramah Lingkungan
Selain meningkatkan efisiensi, penggunaan face recognition boarding gate juga menjadi bagian dari strategi KAI dalam mengembangkan transportasi berkelanjutan.
Digitalisasi tiket dinilai mampu mengurangi penggunaan kertas secara signifikan, sejalan dengan prinsip green transportation.
“Inovasi ini tidak hanya membuat perjalanan lebih praktis, tetapi juga lebih ramah lingkungan,” tutup Anwar.













