Ekonomi dan Bisnis

Harga Emas Spot Turun 0,1% Bertengger di Level US$ 4.759,54 Per Ons Troi Terbebani Perang Iran vs AS

×

Harga Emas Spot Turun 0,1% Bertengger di Level US$ 4.759,54 Per Ons Troi Terbebani Perang Iran vs AS

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Spot
Harga emas turun jelang akhir pekan karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat dan ketidakpastian gencatan senjata AS-Iran membebani. Namun, emas tetap berada di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut karena investor memperhitungkan pemotongan suku bunga AS yang lebih awal dan lebih dalam, yang mendukung emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 0,7% menjadi US$ 4.782,7 per ons

Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Jumat (10/4/2026) harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 4.759,54 per ons troi. Namun, logam mulia ini telah naik 1,8% sejauh minggu ini.

Harga emas turun jelang akhir pekan karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat dan ketidakpastian gencatan senjata AS-Iran membebani.

Namun, harga emas tetap berada di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut karena investor memperhitungkan pemotongan suku bunga AS yang lebih awal dan lebih dalam, yang mendukung emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni melemah 0,7% menjadi US$ 4.782,7 per ons troi.

Indeks dolar menguat, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

“Ada kurangnya kejelasan tentang bagaimana gencatan senjata berkembang di Timur Tengah dan apa artinya bagi pasar energi… jadi kita berada dalam situasi yang agak stagnan (dengan emas) menjelang sesi terakhir minggu ini,” kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di Capital.com.

Harga emas spot telah turun sekitar 10% sejak konflik AS-Israel dengan Iran meletus pada 28 Februari, dengan harga energi yang tinggi memicu kekhawatiran inflasi dan prospek kenaikan suku bunga.

Gencatan senjata yang rapuh selama dua minggu antara AS dan Iran menunjukkan ketegangan lebih lanjut pada hari Jumat, ketika Washington menuduh Teheran melanggar janji di Selat Hormuz.

Baca Juga  Harga Emas Antam Turun Rp14.000 Dibanderol Rp2.940.000 Per Gram

Namun, minyak mentah Brent telah merosot lebih dari 11% minggu ini karena optimisme bahwa gencatan senjata dapat membuka kembali Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20% minyak dan gas alam cair dunia.

“Jika keadaan memburuk, (emas) bisa kembali ke pertengahan US$ 4.000 dengan cukup cepat. Tetapi jika gencatan senjata bertahan dan kesepakatan damai mulai terlihat lebih mungkin, maka kita bisa menembus US$ 5.000,” tambah Rodda.

Dari sisi data, Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS, indikator inflasi pilihan Federal Reserve, naik 2,8% dalam 12 bulan hingga Februari, sesuai dengan perkiraan, dan kemungkinan akan naik lebih lanjut pada bulan Maret.

Investor kini menantikan data Indeks Harga Konsumen AS bulan Maret, yang akan dirilis hari ini, untuk petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter Fed.

Pasar memperkirakan peluang 31% untuk penurunan suku bunga AS setidaknya 25 basis poin pada pertemuan Fed bulan Desember, menurut FedWatch Tool dari CME, naik dari 20% pada sesi sebelumnya.

Di antara logam lainnya, harga perak spot naik 0,9% menjadi US$ 75,74 per ons, platinum turun 2% menjadi US$ 2.061,06, dan paladium turun 1,2% menjadi US$ 1.539,43.