Ekonomi dan Bisnis

Volume Ekspor Karet Sumut Meningkat, Petani Kian Bersemangat

×

Volume Ekspor Karet Sumut Meningkat, Petani Kian Bersemangat

Sebarkan artikel ini
Ekspor Karet
Ilustrasi - Petani menyadap karet di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Foto: ANTARA JABAR/Raisan Al Farisi

Ringkasan Berita

  • Gabungan Perusahaan Karet Indonesia Sumatera Utara (Gapkindo Sumut) mencatat volume pengiriman karet dari Sumut menca…
  • Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Edy Irwansyah mengatakan jumlah tersebut mengalami peningkatan di banding pada Ag…
  • "Meski tejadi perbaikan yang signifikan, tetapi kinerja ekspor ini masih jauh dari kondisi normal bulanan yang bisa m…

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Jumlah ekspor karet asal Sumatera Utara (Sumut) pada September 2024 mengalami peningkatan signifikan dari bulan sebelumnya di tahun yang sama.

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia Sumatera Utara (Gapkindo Sumut) mencatat volume pengiriman karet dari Sumut mencapai 26.042 ton per September 2024.

Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Edy Irwansyah mengatakan jumlah tersebut mengalami peningkatan di banding pada Agustus 2024 yang hanya 22.522 ton.

“Volume meningkat 15,6 persen secara month-over-month (mom),” kata Edy Irwansyah dalam keterangan resmi di Medan, Sabtu (26/10).

Dia mengatakan sedangkan bila secara tahunan, maka jumlah ekspor tahun ini pada bulan yang sama juga mengalami kenaikan.

Pada September 2023, lanjutnya, secara (year-on-year/yoy) ekspor karet Sumut tercatat sebesar 24.580 ton atau naik sebesar 5,9 persen.

“Meski tejadi perbaikan yang signifikan, tetapi kinerja ekspor ini masih jauh dari kondisi normal bulanan yang bisa mencapai 42.000 ton,” ujar Edy Irwansyah.

Permintaan Meningkat

Edy Irwansyah menyampaikan meningkatnya jumlah ekspor karet dari Sumut dipengaruhi oleh peningkatan permintaan sektor manufaktur, terutama pabrik ban di Amerika Serikat (AS).

Baca Juga  KKJ dan Anak Korban Bawa Bukti Keterlibatan Koptu HB dalam Kasus Pembakaran Wartawan

Dia menyebut Amerika merupakan negara tujuan ekspor terbesar yang berkontribusi sebesar 28,16 persen dari total volume.

“Negara-negara lain seperti Jepang 23,77 persen, India 9,98 persen, brazil 8,44 persen dan China 8,36 persen, juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam mendukung peningkatan ekspor,” kata Edy.

Edy mengatakan ekspor ke kawasan Eropa juga menujukkan kinerja yang baik dengan jumlah negara tujuan 11 negara. Beberapa negara tersebut di antaranya Jerman, Italia dan Prancis.

Pengiriman ke Eropa, kata Edy, menyumbang 10,14 persen dari seluruh volume ekspor pada September 2024.

Petani Karet Bersemangat

Sedangkan di Indonesia, pasokan dari kebun karet di Sumut pada bulan Oktober ini cenderung stabil.

Petani mulai kembali aktif menderes pohon karet mereka yang sebelumnya sempat meninggalkan, seiring harga karet yang terus membaik.

Harga rata-rata SICOM-TSR20 pada bulan September tercatat sebesar 189.56 sen AS per kilogram. Harga terus menguat hingga 196.1 sen AS per kilogram pada penutupan tanggal 24 Oktober.

Edy mengatakan bahwa para pelaku industri terus berupaya untuk memastikan kelangsungan pasokan, terutama dalam mengantisipasi dampak cuaca yang mempengaruhi produksi karet.

“Prospek peningkatan pasokan karet alam hingga akhir tahun diperkirakan akan menghadapi tantangan berat, terutama karena faktor cuaca yang tidak menentu yang dapat mengganggu produksi di beberapa daerah penghasil,” pungkasnya.