Ringkasan Berita
- Sentimen positif datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Res…
- Dari sisi data ekonomi, pelaku pasar menantikan rilis Producer Price Index (PPI) AS yang diproyeksikan naik 0,2% mont…
- IHSG naik 38,34 poin atau 0,49% ke level 7.931,25.
Topikseru.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (14/8/2025) di zona hijau, meski mayoritas bursa saham kawasan Asia tertekan.
Sentimen positif datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve pada September mendatang.
IHSG naik 38,34 poin atau 0,49% ke level 7.931,25. Sementara itu, indeks LQ45 justru melemah 0,35% ke posisi 826,91. Pergerakan ini menunjukkan adanya rotasi sektor di tengah optimisme pasar global.
Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia menjelaskan, pelaku pasar saat ini tengah mengantisipasi kebijakan The Fed pascarilis data inflasi (CPI) AS yang mendorong spekulasi pemangkasan suku bunga.
Bahkan, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendorong pemangkasan sebesar 150–175 basis poin dalam waktu dekat.
Dari sisi data ekonomi, pelaku pasar menantikan rilis Producer Price Index (PPI) AS yang diproyeksikan naik 0,2% month-to-month (mtm) atau 2,5% year-on-year (yoy) pada Juli 2025, selaras dengan tren inflasi konsumen sebelumnya.
Sepanjang perdagangan, IHSG konsisten di zona hijau sejak pembukaan hingga penutupan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor mencatat kenaikan, dipimpin oleh:
Teknologi +3,65%
Kesehatan +1,49%
Transportasi & Logistik +0,70%
Adapun lima sektor melemah, dengan sektor keuangan memimpin penurunan sebesar 0,23%, disusul infrastruktur (-0,21%) dan industri (-0,17%).
Saham-saham top gainer hari ini antara lain IOTF, GSMF, TOSK, WIRG, dan IDPR, sedangkan top loser meliputi NTBK, GRPH, BELL, CRSN, dan PNSE.
Frekuensi transaksi mencapai 2,14 juta kali dengan volume perdagangan 42,01 miliar lembar saham senilai Rp18,56 triliun. Tercatat 345 saham naik, 282 saham turun, dan 171 stagnan.
Di pasar regional Asia, tren berbeda terlihat. Indeks Nikkei Jepang anjlok 1,35% ke 42.688,50, Hang Seng Hong Kong turun 0,37%, Shanghai Composite terkoreksi 0,46%, dan Straits Times Singapura melemah 0,53%.
Dengan tren positif IHSG di tengah tekanan global, pelaku pasar domestik masih memandang peluang bullish terbuka, terutama jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga dalam skala besar.












