Ringkasan Berita
- Sebanyak 260 saham naik, 401 saham turun dan 137 saham stagnan.
- Enam indeks sektoral menguat, sedangkan lima indeks sektoral lainnya masuk zona merah.
- Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor perindustrian yang naik 2,08%, sektor transportasi naik 1,73% …
Topikseru.com – Pada perdagangan Rabu (8/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah dan ditutup melemah 41,58 poin atau 0,51% KE 8.127,70 di pasar spot.
Sebanyak 260 saham naik, 401 saham turun dan 137 saham stagnan.
Enam indeks sektoral menguat, sedangkan lima indeks sektoral lainnya masuk zona merah.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor perindustrian yang naik 2,08%, sektor transportasi naik 1,73% dan sektor energi yang naik 0,88%.
Sedangkan indeks sektoral yang melemah adalah sektor infrastruktur yang turun 1,06%, sektor properti turun 0,87% dan sektor keuangan yang turun 0,81%.
Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 27,14 miliar saham dengan total nilai Rp 18,59 triliun.
Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:
1. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) (6,33%)
2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (4,94%)
3. PT Indosat Tbk (ISAT) (3,48%)
Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:
1. PT United Tractors Tbk (UNTR) (-2,44%)
2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) (-2,31%)
3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (-1,93%)
IHSG Naik 36 Poin ke Level 8.205,32 di Perdagangan Rabu (8/10/2025)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan pagi ini melanjutkan kenaikan kemarin.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG naik ke 36 poin atau 0,44% ke level 8.205,32 pada perdagangan hari Rabu (8/10/2025) pukul 09.03 WIB.
Kenaikan IHSG ditopang mayoritas indek sektoral di BEI. Sektor yang menguat paling tinggi antara lain lain sektor teknologi, energi, barang konsumer non primer dan barang baku.
Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 3,15 miliar dengan nilai transaksi Rp 2,42 triliun. Ada 259 saham yang menguat, 208 saham yang melemah dan 173 saham yang stagnan.
Top gainers di LQ45 adalah:
1. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 4,5% ke Rp 4.440 per saham
2. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) 2,1% ke Rp 1.485 per saham
3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 1,8% ke Rp 57 per saham
Top losers di LQ45 adalah
1. PT United Tractor Tbk (UNTR) 2,5% ke Rp 24.950 per saham
2. PT Bank Jago Tbk (ARTO)1,0% ke Rp 2.070 per saham
3. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) 1% ke Rp 404 per saham
IHSG mampu bertahan di atas level 8.200-8.217 dengan didukung volume
pada penutupan pasar Selasa (7/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat 0,36% ke level 8.169 di pasar spot.
IHSG bahkan sempat menyentuh level intraday tertinggi baru di level 8.217.
Secara teknikal, VP Equity Retail Analyst Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi melihat, terjadi spinning top dari pola candlestick di penutupan IHSG hari ini. Indikator MACD masih menunjukkan tren yang melandai, katanya, meski RSI mengalami kenaikan.
“Kami melihat pasar masih merespon positif oleh penguatan nilai rupiah terhadap USD dan juga cadangan devisa Indonesia yang cenderung menurun di periode September 2025 menjadi US$148,7 miliar dari bulan sebelumnya US$150,7 miliar,” jelas Audi.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang juga sependapat. Kata dia, cadangan devisa ini masih mampu membiayai 6,2 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang, di atas standar internasional yakni 3 bulan impor.
Selain itu, penguatan ini juga dipicu oleh kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia dari 4,7% secara tahunan (YoY) menjadi 4,8% YoY tahun ini. Angka ini sama dengan prediksi pertumbuhan tahun depan.
“Proyeksi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia ini searah dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Timur dan Pasifik yang diperkirakan lebih tinggi dari perkiraan April 2025, namun masih lebih rendah dibandingkan tahun 2024,” urai Alrich.
Adapun demi menjaga daya beli, pemerintah juga memutuskan untuk tak menaikkan tarif listrik bagi pelanggan PLN di kuartal IV tahun ini. Hal tersebut turut memengaruhi gerak IHSG hari ini.
Adapun secara teknikal, indikator Stochastic RSI dilihat Alrich bergerak di area pivot dan terjadi penyempitan negative slope MACD dengan potensi membentuk golden cross. Ini merupakan sinyal awal terjadinya bullish. Dengan begitu, IHSG menurutnya berpotensi lanjut menguat dengan menguji level tertinggi di 8.217.
“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 8.200-8.217 dengan didukung volume, maka sinyal bullish akan semakin kuat,” imbuh Alrich.
Berbeda pendapat, Audi justru menaksir IHSG bakal fluktuatif cenderung melemah hari ini di level support 8.120 dan resistance 8.215. Indikator RSI menurutnya mendekati area overbought.
Besok, investor kata Audi akan mengantisipasi data Indeks Keyakinan Konsumen bulan September 2025. Pasar menaksir angkanya naik ke level 120 dari 117,2 di bulan Agustus 2025.
Selain itu, investor juga menantikan rilis risalah Federal Open Market Committee (FOMC) yang dapat mempengaruhi sikap dovish bank sentral AS, The Fed.
Alrich menambahkan, akan dirilis data penjualan sepeda motor di pasar domestik bulan September 2025. Untuk itu, dia merekomendasikan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) besok.
Sementara itu, Audi menyarankan trading buy saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dengan support Rp 2.300 dan resistance Rp 2.500, dan buy on break saham PT Avia Avian Tbk (AVIA) dengan support Rp 400 dan resistance Rp 466.













