Ringkasan Berita
- Sebanyak 411 saham naik, 239 saham turun dan 152 saham stagnan.
- Sepuluh indeks sektoral menguat menopang kenaikan IHSG.
- Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor transportasi yang naik 2,44%, sektor kesehatan naik 1,95% dan …
Topikseru.com – Pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Kamis (16/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 74,55 poin atau 0,93% ke level 8.125,72 di pasar spot.
Sebanyak 411 saham naik, 239 saham turun dan 152 saham stagnan. Sepuluh indeks sektoral menguat menopang kenaikan IHSG.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor transportasi yang naik 2,44%, sektor kesehatan naik 1,95% dan sektor properti nak 1,62%.
Sedangkan satu indeks sektoral yakni sektor teknologi tergelincir ke zona merah dengan pelemahan 0,50%.
Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 14,47 miliar saham dengan total nilai Rp 11,14 triliun.
Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:
1. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) (7,83%)
2. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (7,63%)
3. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) (5,99%)
Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:
1. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) (-3,64%)
2. PT Indosat Tbk (ISAT) (-3,64%)
3. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (-3,52%)
IHSG Menguat 33,19 Poin Berada di Level 8.088,17 di Awal Perdagangan Kamis (16/10/2025)

Pada awal perdagangan Kamis (16/10/2025) Indeks Hagra Saham Gabungan (IHSG) bergerak variasi di antara zona negatif dan positif.
IHSG sempat melemah saat dibuka, namun pada pukul 09.04 WIB, IHSG menguat 33,19 poin atau 0,43% ke 8.088,17
Sebanyak 244 saham naik, 167 saham turun dan 202 saham stagnan.
Tujuh indeks sektoral menguat, sedangkan empat indeks sektoral lainnya masuk zona merah.
Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor perindustrian yang naik 0,92%, sektor kesehatan naik 0,61% dan sektor energi yang naik 0,49%.
Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor barang konsumen non siklikal yang turun1,06%, sektor infrastruktur turun 0,19% dan sektor properti yang turun 0,14%.
Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,52 miliar saham dengan total nilai Rp 1,54 triliun.
Top gainers LQ45 pagi ini adalah:
1.PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (4,14%)
2. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (4,09%)
3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (3,76%)
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Indosat Tbk (ISAT) (-2,86%)
2. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (-2,73%)
3. PT Map AKtif Adiperkasa Tbk (MAPA) (-2,44%)
Analis Pasar: IHSG Berpeluang Menguat dengan Support 8.020 dan Resistance 8,087

Pada perdagangan hari ini Kamis (16/10/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan menguat kembali di pasar spot.
Sementara, Pada perdagangan Rabu (15/10/2025), IHSG ditutup melemah 0,19% atau terpangkas 15,34 poin ke level 8.051,17 pada perdagangan Rabu (15/10/2025).
Dengan total volume perdagangan saham di BEI mencapai 35,66 miliar dengan nilai transaksi Rp 29,14 triliun.
Ada 449 saham yang melemah, 232 saham yang menguat dan 122 saham yang stagnan.
Menanggapi hal tersebut, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, IHSG hari ini ditutup terkoreksi di tengah penguatan mayoritas bursa global dan Asia serta nilai tukar rupiah yg menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menurutnya, pergerakan IHSG dibebani emiten-emiten konglomerasi dan juga perbankan big caps yang mayoritas bergerak terkoreksi. Yang mana, terjadi aksi lanjutan profit taking setelah beberapa waktu bergerak menguat.
“Kemudian, investor juga masih mencermati adanya eskalasi perang dagang AS dan China yang memanas kembali,” katanya.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, IHSG ditutup melemah dengan saham sektor teknologi mencatatkan pelemahan terbesar. Sedangkan, saham sektor infrastruktur membukukan kenaikan terbesar.
Koreksi pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang penguatan indeks juga masih berlanjut.
“Saham-saham tersebut mengalami profit taking karena telah menguat signifikan selama beberapa waktu terakhir ini,” ujarnya kepada Kontan, Rabu.
Indeks di bursa Asia hari ini cenderung ditutup menguat. Di China, pada September 2025 juga kembali terjadi deflasi 0,3% year on year (YoY), dari deflasi 0,4% YoY di Agustus 2025.
Realisasi itu lebih rendah dari estimasi yang diperkirakan terjadi deflasi 0,1% YoY. “Deflasi ini terutama akibat turunnya harga makanan,” tuturnya.
Sementara, indeks di bursa Eropa dibuka cenderung menguat, didorong oleh penguatan pada saham-saham produk barang mewah. “Sedangkan indeks futures di Wall Street bergerak dalam kisaran sempit,” paparnya.
Untuk perdagangan Kamis (16/10), Herditya memproyeksikan, IHSG berpeluang menguat dengan support 8.020 dan resistance 8,087.
”Pergerakannya diperkirakan akan dipengaruhi oleh pernyataan The Fed yang tampaknya masih condong untuk adanya cut rate ke depannya dan juga cermatan investor akan perang dagang,” tuturnya.
Herditya pun menyarankan investor untuk mencermati saham ADRO dengan target harga Rp 1.735 – Rp 1.795 per saham, MAPA Rp 625 – Rp 665 per saham, dan PTRO Rp 7.525 – Rp 7.975 per saham.
Alrich melihat, secara teknikal, terjadi pelebaran slope negative MACD. Indikator stochastic RSI bergerak di area pivot.
IHSG hari ini masih berada di bawah level MA5 dan MA20, meskipun demikian IHSG masih mampu ditutup di atas level psikologis 8.000.
Sehingga, IHSG pun masih berpotensi menguji level 8.000. Terdapat gap down di level 7.855 yang berpotensi akan ditutup dulu jika terjadi koreksi lanjutan pada IHSG.
“Namun selama IHSG masih mampu ditutup di atas level 8.000, maka masih berpeluang akan terjadi rebound,” paparnya.
Alrich memproyeksikan, IHSG bergerak di area support 7.855 dan resistance 8.150, dengan pivot 8.100 pada Kamis.
Investor pun disarankan untuk mencermati pergerakan saham EMTK, TLKM, ACES, ANTM, dan MBMA pada perdagangan hari ini.













