BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin Anjlok 2% (BTC) Bertengger di Level US$107.813 Atau Setara Rp1,78 Miliar Per Koin

×

Harga Bitcoin Anjlok 2% (BTC) Bertengger di Level US$107.813 Atau Setara Rp1,78 Miliar Per Koin

Sebarkan artikel ini
Bitcoin
Harga Bitcoin Anjlok 2% (BTC) Bertengger di Level US$107.813 Atau Setara Rp1,78 Miliar Per Koin

Ringkasan Berita

  • Harga Bitcoin (BTC) hari ini anjlok 2% lebih terseret kekhawatiran baru di sektor perbankan regional AS yang menggunc…
  • Berdasarkan data dari Coinmarketcap kapitalisasi pasar kripto global ambles 2,42% menjadi US$ 3,66 triliun dalam 24 jam.
  • Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini terlihat anjlok 2,65% dalam 24 jam terakhir.

Topikseru.com – Pada perdagangan Jumat (17/10/2025) pukul 06.15 WIB Pasar kripto kembali rontok dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini anjlok 2% lebih terseret kekhawatiran baru di sektor perbankan regional AS yang mengguncang pasar saham.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap kapitalisasi pasar kripto global ambles 2,42% menjadi US$ 3,66 triliun dalam 24 jam.

Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini terlihat anjlok 2,65% dalam 24 jam terakhir.

Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 107.813 per koin atau setara Rp 1,78 miliar (Kurs Rp 16.569).

Sedangkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) harga Bitcoin (BTC) tercatat di level US$ 126.223 yang terjadi pada 7 Oktober 2025.

Pelemahan juga pada Ethereum (ETH) sebesar 2,48% menjadi US$ 3.866, Binance (BNB) juga melemah 0,15% menjadi US$ 1.152.

Solana anjlok 4,72% menjadi US$ 184, Dogecoin (DOGE) melorot 4,16% menjadi US$ 0,18, serta XRP terkoreksi 4,35% menjadi US$ 2,30.

Dikutip dari CoinDesk, kekhawatiran baru di sektor perbankan regional AS mengguncang pasar saham dan menekan harga Bitcoin.

Namun, para analis menilai, langkah kebijakan The Fed selanjutnya justru bisa menjadi katalis positif bagi aset kripto tersebut.

Indeks saham AS terkoreksi setelah muncul kekhawatiran soal risiko kredit dan perlambatan ekonomi. CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, memperingatkan adanya potensi masalah yang lebih besar di sistem keuangan.

“Ketika Anda melihat satu kerusakan, kemungkinan ada yang lain,” ujar Dimon dalam panggilan kinerja kuartalan JPMorgan.

Baca Juga  Harga Kripto Berada di Zona Hijau di Perdagangan Jumat, (19/9/2025): Bitcoin Naik Tipis 0,41% dan Ethereum (ETH) Naik 0,70%

Pernyataan itu merujuk pada kebangkrutan First Brands (pemasok suku cadang mobil) dan Tricolor Holdings (pemberi pinjaman subprime otomotif) yang terjadi awal musim gugur ini.

Sebagai dampaknya, saham bank investasi Jefferies (JEF) anjlok 25% dalam sebulan terakhir, termasuk 9% pada Kamis, meski manajemen menegaskan tetap mampu menahan potensi kerugian.

Kekhawatiran kredit juga meningkat setelah Zions Bancorp (ZION) mencatat rugi US$ 50 juta akibat dua kredit bermasalah, dan Western Alliance (WAL) melaporkan gugatan terhadap debitur properti komersial terkait dugaan penipuan.

Saham keduanya merosot masing-masing 12% dan 10%, menyeret indeks bank regional AS turun tajam.

Meski begitu, pasar saham secara umum masih relatif stabil, dengan S&P 500 hanya turun 0,8%.

Namun sentimen ‘risk off’ membuat harga emas melesat 2,5% ke rekor baru mendekati US$ 4.300 per ons.

Sinyal Bullish The Fed
Namun, sejarah menunjukkan setiap gejolak di pasar tradisional, seperti pandemi Maret 2020 atau krisis bank Maret 2023, sempat menekan Bitcoin di awal, tapi diikuti reli besar ketika pemerintah dan bank sentral melonggarkan kebijakan moneter.

Kini, tanda-tanda pelonggaran itu mulai terlihat. Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun turun 8 basis poin ke 3,97%, level terendah sejak April.

Yield dua tahun bahkan jatuh ke 3,42%, terendah dalam lebih dari tiga tahun.

Data di CME FedWatch Tool menunjukkan pelaku pasar kini memperkirakan peluang 3,2% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan The Fed akhir bulan ini — naik dari 0% sehari sebelumnya.

Ekspektasi pemangkasan total 75 basis poin hingga akhir tahun juga meningkat menjadi 11%, dari sebelumnya nihil.

Kebijakan pelonggaran tersebut, jika benar terjadi, bisa menjadi benih bull run baru bagi Bitcoin seperti dua episode besar sebelumnya.