Bursa

IHSG Diprediksi Menguat, Pasar Optimistis BI Pangkas Suku Bunga dan The Fed Longgar

×

IHSG Diprediksi Menguat, Pasar Optimistis BI Pangkas Suku Bunga dan The Fed Longgar

Sebarkan artikel ini
IHSG hari ini
Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Ringkasan Berita

  • IHSG dibuka turun 23,96 poin atau 0,29 persen ke level 8.214,12.
  • Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga melemah 2,69 poin atau 0,33 persen ke posisi 817,20.
  • Pasar memperkirakan The Fed mulai membuka ruang untuk penurunan suku bunga, setelah tekanan inflasi menunjukkan tanda…

Topikseru.com – Setelah dibuka melemah pada awal perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (22/10/2025), diperkirakan berpotensi menguat di tengah optimisme pelonggaran kebijakan moneter, baik di dalam negeri maupun global.

IHSG dibuka turun 23,96 poin atau 0,29 persen ke level 8.214,12. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga melemah 2,69 poin atau 0,33 persen ke posisi 817,20.

Meski begitu, analis menilai tekanan awal ini hanya bersifat teknikal sementara.

“IHSG hari ini diprediksi bervariasi dalam range 8.000–8.200,” ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih, dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Optimisme BI Pangkas BI-Rate

Dari dalam negeri, pelaku pasar menyoroti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan pekan ini.

Pasar memperkirakan BI akan memangkas suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen, sebagai langkah lanjutan untuk mendorong konsumsi domestik dan pertumbuhan ekonomi 2025.

Tak hanya itu, dari sisi fiskal, pemerintah disebut akan mengalihkan hasil efisiensi anggaran ke sejumlah program prioritas, seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Percepatan belanja negara juga diharapkan menjadi pemicu konsumsi dan investasi baru menjelang akhir tahun.

Baca Juga  IHSG Dibuka Menguat, Pasar Wait and See Menjelang Batas Waktu Kesepakatan Dagang AS–China

Sentimen Global: Fokus ke CPI dan Rapat The Fed

Dari sisi eksternal, investor global menantikan rilis data Consumer Price Index (CPI) Amerika Serikat yang akan menjadi acuan utama kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).

Rapat penting Federal Open Market Committee (FOMC) dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Oktober 2025.

Pasar memperkirakan The Fed mulai membuka ruang untuk penurunan suku bunga, setelah tekanan inflasi menunjukkan tanda-tanda melandai.

Bursa Global Bergerak Campuran

Di pasar global, bursa Eropa ditutup kompak menguat pada perdagangan Selasa (21/10).

  • Euro Stoxx 50 naik 0,11 persen
  • FTSE 100 Inggris menguat 0,25 persen
  • DAX Jerman naik 0,29 persen
  • CAC 40 Prancis melonjak 0,64 persen

Sementara di Wall Street, pergerakan indeks masih terbatas. S&P 500 menguat tipis 0,01 persen, Nasdaq turun 0,06 persen, dan Dow Jones melemah 0,47 persen.

Asia Pagi Ini Bergerak Variatif

Pasar saham Asia dibuka beragam pagi ini:

  • Nikkei 225 Jepang melemah 230,74 poin (0,47%) ke 49.070,00
  • Shanghai Composite turun 4,21 poin (0,12%) ke 3.911,78
  • Hang Seng Hong Kong terkoreksi 146,15 poin (0,47%) ke 25.897,55
  • Straits Times Singapura justru naik 3,95 poin (0,10%) ke 4.385,35

Investor Tunggu Momentum Baru

Dengan kombinasi sentimen positif dari BI dan potensi pelonggaran global, analis memperkirakan IHSG berpeluang kembali ke zona hijau menjelang sesi siang hingga penutupan.

Jika kebijakan BI dan The Fed benar-benar longgar, bukan tidak mungkin IHSG menembus level psikologis 8.300 dalam waktu dekat.