Bursa

BRI Pertimbangkan Buyback Saham Rp 2,5 Triliun, Harga BBRI Dinilai Masih Undervalued

×

BRI Pertimbangkan Buyback Saham Rp 2,5 Triliun, Harga BBRI Dinilai Masih Undervalued

Sebarkan artikel ini
Buyback saham BBRI
Logo PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Ringkasan Berita

  • Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari, mengatakan perseroan telah mengeksekusi bagia…
  • "Kami memperoleh anggaran sekitar Rp 3 triliun dalam periode 12 bulan sejak persetujuan RUPS Maret.
  • Dividen Interim Tetap Jalan Januari 2026 Di luar aksi buyback, BRI memastikan tetap menjalankan kebijakan pembagian d…

Topikseru.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membuka peluang untuk kembali melanjutkan aksi pembelian kembali (buyback) saham menggunakan sisa anggaran sebesar Rp 2,5 triliun yang telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan pada 24 Maret 2025.

Direktur Finance & Strategy BRI, Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari, mengatakan perseroan telah mengeksekusi bagian awal dari aksi tersebut pada April 2025, namun masih memiliki porsi dana yang belum terpakai.

“Kami memperoleh anggaran sekitar Rp 3 triliun dalam periode 12 bulan sejak persetujuan RUPS Maret. Saat ini masih tersedia kurang lebih Rp 2,5 triliun, dan tentu ini masih kami pertimbangkan untuk buyback,” ujar Viviana, Kamis (30/10/2025).

Perseroan memandang harga saham BBRI tengah berada pada posisi undervalued. Pada penutupan perdagangan Kamis sore, saham BBRI berada di level Rp 3.890 per lembar, terkoreksi 7,13% year-to-date dan 16,99% year-on-year.

Selain menjaga nilai di pasar, program buyback juga diarahkan untuk mendukung skema kepemilikan saham karyawan.

Dividen Interim Tetap Jalan Januari 2026

Di luar aksi buyback, BRI memastikan tetap menjalankan kebijakan pembagian dividen interim pada Januari 2026, sebelum pembagian dividen final pasca-RUPS tahunan tahun depan.

“Polanya sudah rutin. Kami ingin memberikan nilai tambah kepada pemegang saham,” tuturnya.

Kinerja Solid Kuartal III 2025

BRI mencatat laba bersih Rp 41,2 triliun hingga akhir kuartal III 2025, dengan total aset mencapai Rp 2,12 kuadriliun.

Dari sisi likuiditas:

  • Loan-to-Deposit Ratio (LDR): 86,5%
  • Liquidity Coverage Ratio (LCR): 141,3%
  • Non-Performing Loan (NPL): 3,08%
  • NPL Coverage Ratio: 183,1%

“Rasio ini menunjukkan kemampuan BRI dalam menyerap risiko sekaligus menyediakan ruang untuk ekspansi yang sehat,” kata Viviana.

Prospek BBRI di Mata Investor

Analis menilai buyback di tengah depresiasi harga saham berpotensi menjadi sinyal bullish, terutama dengan dukungan:

  • profit konsisten
  • likuiditas kuat
  • rasio pembiayaan terkendali

Di sisi lain, momentum buyback berpeluang mengerek sentimen pasar di tengah tekanan indeks sektor keuangan.