Topikseru.com – Pada perdagangan awal pekan ini. Senin (17/11) rupiah spot melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kurs rupiah melemah Rp 29 atau 0,17% menjadi Rp 16.736 per dolar AS di pasar spot.
Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 24 atau 0,14% menjadi Rp 16.734 per dolar AS.
Rupiah tak melemah sendirian di awal pekan ini. Mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS.
Ringgit Malaysia melemah 0,48% terhadap dolar AS. Won Korea melemah 0,47%.
Dolar Singapura melemah 0,24%. Yuan China melemah 0,11%. Yen Jepang melemah 0,10%. Dolar Taiwan melemah 0,06%.
Empat mata uang Asia masih mampu menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,22%.
Rupee India dan baht Thailand menguat 0,04%. Sedangkan dolar Hong Kong menguat tipis 0,006%.
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,06% menjadi 99,36.
Analis Pasar: Rupiah Spot akan Bergerak di Rentang Rp16.500–Rp16.800 Per Dolar AS
Pada perdagangan Jumat (14/11/2025) rupiah spot ditutup menguat 0,13% secara harian ke level Rp 16.707 per dolar AS di pasar spot.
Namun, dalam sepekan rupiah melemah 0,10% dari posisinya pada Jumat (7/11) di level Rp 16.690 per dolar AS.
Sedangkan rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,13% secara harian ke posisi Rp 16.710 per dolar AS.
Namun melemah 0,03% dalam sepekan dari posisinya pada Jumat (7/11) di level Rp 16.704 per dolar AS.
Menanggapi hal tersebut, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, dalam sepekan ini rupiah tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga BI.
Namun sentimen risk on di pasar ekuitas yang didorong harapan dari berakhirnya shutdown pemerintah AS mendukung rupiah.
“Dalam sepekan ke depan tidak banyak data – data ekonomi dari eksternal,” ucap Lukman.
Namun, lanjut Lukman, dari domestik investor mengantisipasi rapat dewan gubernur (RDG) BI yang diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps.
Serta rilis data neraca transaksi berjalan yang telah defisit selama 9 kuartal beruntun. Hal ini akan menekan rupiah.
Lukman memperkirakan rupiah selama sepekan ke depan akan bergerak di rentang Rp 16.500 – Rp 16.800 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menambahkan, sentimen penutupan pemerintah AS berpengaruh terhadap pergerakan rupiah.
“Investor kini berfokus pada rilis data ekonomi AS yang tertunda yang akan kembali dirilis seiring dengan dimulainya kembali operasi federal, yang diperkirakan dapat mempertajam ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada bulan Desember,” kata Ibrahim.
Ibrahim memproyeksikan rupiah sepekan ke depan bergerak di rentang Rp 16.650 – Rp 16.850 per dolar AS.












