Keuangan

Menkeu Purbaya: Rupiah Menguat Bukan karena Thomas Djiwandono, Tapi Efektivitas Kebijakan BI

×

Menkeu Purbaya: Rupiah Menguat Bukan karena Thomas Djiwandono, Tapi Efektivitas Kebijakan BI

Sebarkan artikel ini
Rupiah menguat
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Ringkasan Berita

  • "Bukan karena Pak Thomas saja, memang langkah bank sentral sudah lebih baik daripada yang sebelumnya saya pikirkan.
  • Menurut Purbaya, faktor utama yang menopang pergerakan positif rupiah justru berasal dari langkah kebijakan Bank Indo…
  • Kita serahkan sepenuhnya ke bank sentral untuk mengendalikan nilai tukar, dan kita percaya mereka mampu," ujar Purbay…

Topikseru.com, Jakarta – Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penguatan nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (27/1/2026) tidak semata-mata dipicu oleh terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Menurut Purbaya, faktor utama yang menopang pergerakan positif rupiah justru berasal dari langkah kebijakan Bank Indonesia yang dinilai semakin efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah dinamika global.

“Bukan karena Pak Thomas saja, memang langkah bank sentral sudah lebih baik daripada yang sebelumnya saya pikirkan. Kita serahkan sepenuhnya ke bank sentral untuk mengendalikan nilai tukar, dan kita percaya mereka mampu,” ujar Purbaya dalam Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Rupiah Menguat di Tengah Kepercayaan Pasar

Pada pembukaan perdagangan Selasa, rupiah tercatat menguat 2 poin atau 0,01% ke level Rp 16.780 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.782 per dolar AS.

Meski penguatannya terbilang terbatas, Purbaya menilai pergerakan ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter yang diterapkan BI dalam merespons tekanan eksternal.

Baca Juga  Rupiah Melemah Hari Ini, Kebijakan Presiden AS Joe Biden Jadi Penyebabnya!

Dia menambahkan, dalam waktu relatif singkat, kebijakan tersebut mampu memberikan sinyal positif ke pelaku pasar keuangan.

Sentimen Global Ikut Menopang Rupiah

Selain faktor domestik, Purbaya juga menyoroti sentimen global yang turut memengaruhi pergerakan mata uang, khususnya kecenderungan pelemahan dolar AS dan penguatan yen Jepang melalui kebijakan terkoordinasi di pasar internasional.

“Kalau saya lihat, dolar akan cenderung dilemahkan di pasar global, yen dikuatkan. Act concerted effort seperti itu biasanya berpengaruh ke nilai tukar dolar dan mata uang lain dalam jangka waktu cukup panjang,” jelasnya.

Kondisi tersebut dinilai memberikan ruang tambahan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk bergerak lebih stabil dan berpotensi menguat.

Ruang Penguatan Rupiah Masih Terbuka

Purbaya optimistis, dengan pengelolaan kebijakan yang tepat, nilai tukar rupiah masih memiliki ruang penguatan ke depan.

Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan terus memastikan agar program-program ekonomi berjalan optimal guna memperkuat fundamental ekonomi nasional.

“Fondasi ekonomi akan membaik terus ke depan. Investor melihat itu, dan mereka masuk ke Indonesia. Rupiah pun ikut menguat secara signifikan,” tuturnya.

Thomas Djiwandono Resmi Masuk Jajaran BI

Sebagai informasi, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono resmi terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2026–2031.

Penunjukan tersebut diharapkan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.