Ringkasan Berita
- Jalannya Pertandingan PSG membuka keunggulan di babak pertama lewat bek modern, Achraf Hakimi, di menit ke-18 setelah…
- Gelar ini menjadi penebusan bagi PSG setelah bertahun-tahun membangun proyek ambisius yang sempat gagal di beberapa m…
- Di bawah asuhan Luis Enrique, Les Parisiens tampil matang dan solid dalam setiap lini.
Topikseru.com – Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya mencatat sejarah manis, sukses meraih juara Liga Champions pertamanya usai menaklukkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di partai final yang berlangsung di Allianz Arena, Minggu (1/6/2025) dini hari WIB.
Gelar ini menjadi penebusan bagi PSG setelah bertahun-tahun membangun proyek ambisius yang sempat gagal di beberapa musim sebelumnya. Di bawah asuhan Luis Enrique, Les Parisiens tampil matang dan solid dalam setiap lini.
Final Liga Champions 2025 menghadirkan duel dua kekuatan yang kontras. Inter tampil dengan struktur bertahan yang rapi dan permainan fisik khas Serie A, sementara PSG memainkan sepak bola menyerang cepat dengan dominasi penguasaan bola.
Jalannya Pertandingan
PSG membuka keunggulan di babak pertama lewat bek modern, Achraf Hakimi, di menit ke-18 setelah menerima umpan matang dari Desire Doue, yang sebelumnya meneima umpan terobosan dari Vitinha. Gol tersebut menjadi cerminan permainan agresif PSG yang menekan sejak menit awal.
Inter Milan terus berupaya mencari celah untuk memperkecil ketertinggalan. Namun Desire Doue mencatatkan namanya di papan skor 2 menit kemudian.
Gol bermula dari kegagalan Nicolo Barella membuang bola keluar lapangan. Bek PSG, Willian Pacho, mampu menjaga bola tetap dalam permainan dan memulai serangan balik cepat. Ousmane Dembele kemudian mengalirkan bola ke Doue, yang langsung melepaskan tembakan voli.
Pada babak kedua, Inter Milan belum juga mampu menjebol gawang PSG. Anak asuh Luis Enrique justru memperlebar kemenangan dengan mencetak dua gol.
Desire Doue kembali beraksi dengan mencetak gol ketiga pada menit ke-63. Skor berubah menjadi 3-0 untuk kemenangan PSG.
Selanjutnya, momentum kembali ke kubu PSG saat Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol keempat pada menit ke-73, memanfaatkan celah dari sisi kiri pertahanan Inter.
Senny Mayulu melengkapi kemenangan sekaligus memastikan PSG menjadi juara Liga Champions pertama dengan skor akhir 5-0.
Misi Luis Enrique Tuntas di Musim Kedua
Pelatih Luis Enrique menjadi arsitek keberhasilan PSG musim ini. Ditunjuk sejak 2023, eks pelatih Barcelona itu perlahan merombak sistem permainan PSG yang selama ini bergantung pada individualitas menjadi kolektif dan efisien.
Kemenangan ini juga menjadi pembuktian bahwa proyek PSG pasca-kepergian bintang seperti Messi, Neymar dan Kylian Mbapp, tidak meredup, justru kian matang dan berorientasi tim.
Selain sektor penyerangan yang impresif, PSG juga tampil disiplin di lini belakang. Gianluigi Donnarumma tampil luar biasa dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk menepis tendangan bebas Calhanoglu di menit-menit akhir.
Kombinasi Marquinhos dan Willian Pacho di jantung pertahanan membuat Inter kesulitan menembus kotak penalti. Di sisi sayap, Achraf Hakimi dan Nuno Mendes juga tampil disiplin dengan sesekali memberikan ancaman lewat overlap cepat.
Catatan Sejarah PSG di Liga Champions
Sejak diambil alih oleh Qatar Sports Investments pada 2011, PSG terus membangun skuad dengan satu target juara Liga Champions. Namun, perjalanan mereka selalu kandas di momen-momen krusial, termasuk final 2020 melawan Bayern Munchen.
Musim ini, PSG melewati fase grup dengan status juara grup, mengeliminasi Manchester City di perempat final, dan menyingkirkan Arsenal di semifinal secara dramatis. Final kali ini menjadi klimaks sempurna.










